Yuk! Cicipi Kentang Goreng Belgia di SIAL Interfood 2017

Kamis, 23 November 2017 - 13:17 WIB
Yuk! Cicipi Kentang...
Yuk! Cicipi Kentang Goreng Belgia di SIAL Interfood 2017
A A A
JAKARTA - Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif sepanjang 2017, bahkan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) industri nonmigas.

Pertumbuhan industri yang positif ini menjadi daya tarik para produsen kentang goreng dari Belgia untuk berpartisipasi dalam SIAL Interfood 2017 yang diselenggarakan di JI Expo Kemayoran, Jakarta, pada 22-25 November ini.

SIAL (Salon International de lAlimentation) merupakan sebuah jaringan industri makanan terbesar di dunia yang mengadakan pekan perdagangan setiap dua tahun sekali di berbagai negara. Tahun ini Jakarta menjadi tuan rumah.

Ada lima eksportir utama kentang goreng Belgia, yaitu Agristo, Barts Potato Company, Clarebout Potatoes, Ecofrost, dan Mydibel.

Kelima perusahaan ini memperkenalkan produksi kentang goreng terbaik mereka dalam Paviliun Kentang Goreng Belgia pada SIAL Interfood 2017. Partisipasi mereka merupakan bagian dari rencana ekspansi bisnis dan promosi ke Asia Tenggara yang dikoordinasi VLAM Belgia (badan pemasaran pertanian Flanders) dan Belgapom, asosiasi industri perdagangan dan pengolahan kentang Belgia.

Perusahaan-perusahaan ini mewakili lima bisnis kentang goreng terbesar di Belgia yang menawarkan berbagai macam produk kentang dan spesialisasi yang diekspor ke lebih dari 100 negara di seluruh dunia. Produk dari kelima perusahaan ini pun telah bersertifikat halal.

Pada ekshibisi tahun ini, Belgia mengangkat kentang goreng sebagai tema utama untuk lebih menggaet pasar di Indonesia.

“Tahun ini kami secara serius memperkenalkan Belgian fries (kentang goreng Belgia) di Asia Tenggara. Pasar di Indonesia telah mengenal kentang goreng dan kami melihat banyak sekali peluang untuk lebih memperluas ekspor dan bisnis kami di wilayah ini,” ungkap ujar Wouter Trybou dari Mydibel, salah satu anggota Belgapom.

Menurut dia, Asia Tenggara adalah kawasan dengan pertumbuhan pesat di dunia, yang ditandai dengan tumbuhnya kelas menengah, pesatnya urbanisasi dan generasi muda yang begitu dinamis. Tren ini akan menumbuhkan permintaan akan makanan berkualitas dengan standar mutu tinggi, seperti kentang goreng Belgia yang berbeda dibandingkan kentang goreng dari negara lain. (Dyah Ayu Pamela)
(nfl)
Berita Terkait
Kolaborasi Budaya Indonesia...
Kolaborasi Budaya Indonesia dan Malaysia dalam Festival Kita Serumpun
Gopek House, Lestarikan...
Gopek House, Lestarikan Kelezatan Kuliner Indonesia Peranakan melalui Pengalaman Kuliner Unik
Sarirasa Group Melalui...
Sarirasa Group Melalui Pantura Ungkap Kembali Perjalanan Rasa Jawa yang Terlupakan
Bantu Bisnis Kuliner...
Bantu Bisnis Kuliner Skala UKM, Endeus Gelar Cooking Class Virtual Gratis!
7 Makanan Paling Populer...
7 Makanan Paling Populer Khas Dayak, Salah Satunya Tempoyak dari Durian yang Difermentasi
5 Hidangan Alpukat ala...
5 Hidangan Alpukat ala Koki Berbintang Michelin
Berita Terkini
Tips Redakan Nyeri Kepala...
Tips Redakan Nyeri Kepala Nyut-nyutan dari Dokter, Sederhana Pakai Bola Tenis
4 jam yang lalu
Karina Ranau Trauma...
Karina Ranau Trauma Berat Usai Dianiaya hingga Takut Pergi ke Warung Sendiri
4 jam yang lalu
Sensasi Pizza Premium...
Sensasi Pizza Premium Hadir di Bekasi, Lengkap dengan Menu Pendamping Favorit
4 jam yang lalu
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa
5 jam yang lalu
Microdrama Her Dangerous...
Microdrama Her Dangerous Game Tayang di V+Short, Simak Sinopsisnya di Sini!
6 jam yang lalu
Karina Ranau Minta Polisi...
Karina Ranau Minta Polisi Tambahkan Pasal Baru dalam Kasus Dugaan Penganiayaan
7 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved