Mengenal Lebih Jauh Trisomy 13 yang Diderita Bayi Adam Fabumi

Kamis, 23 November 2017 - 22:19 WIB
Mengenal Lebih Jauh...
Mengenal Lebih Jauh Trisomy 13 yang Diderita Bayi Adam Fabumi
A A A
JAKARTA - Adam Fabumi Kamaludin, bayi yang viral karena kisah perjuangannya melawan penyakit langka trisomy 13 meninggal dunia pada Rabu (22/11/2017) di kediamannya di kawasan Jakarta. Adam dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Kamis (23/11/2017).

Sejak dalam kandungan, Adam Fabumi telah didiagnosis mengidap dady walker syndrome yakni kelainan genetik yang mempengaruhi perkembangan otak bayi karena tidak terbentuknya saluran pembuangan cairan otak dalam kepala. Berdasarkan penjelasan dokter kepada kedua orang tua Adam yaitu Ratih dan Ludi, sindrom ini terjadi saat pembelahan sel dalam kandungan.

Setelah lahir, dokter kembali memvonis bayi yang dilahirkan pada April 2017 lalu ini mengidap penyakit langka yaitu trisomy 13 atau sindrom patau. Kondisi ini juga membuat Adam mengalami kebocoran jantung sebesar 3,5 mm.

Akibat kerusakan ruas jantung, darah di dalam jantungnya juga bercampur. Selain itu, terapatnya lubang pada are pemisah jantung membuat Adam juga mengalami kelainan dinding jantung.

Trisomy 13 merupakan kondisi di mana adanya kromosom ekstra yang menyebabkan cacat fisik, keterbelakangan mental, kelainan jantung bawaan, bibir sumbing di bagian dalam hingga ekstra jari tangan dan kaki. Kondisi ini mempengaruhi motorik penderitanya sehingga berisiko mengalami hidrocefallus. Trisomy 13 terjadi karena hadirnya kromosom 13 yang tidak memiliki pasangan karena tidak terjadinya persilangan antar kromosom.

Dilansir dari National Health Service, kondisi ini terjadi 1:8.000 hingga 12.000 pada kelahiran bayi di Amerika. Sedangkan penelitian dari Springett menyatakan bahwa di 16 negara Eropa, kelainan ini terjadi 1,9 dari 10.000 kehamilan. Selain itu tercatat bahwa sembilan dari 10 bayi lahir dengan sindrom ini meninggal di tahun pertama. Sekitar lima sampai 10% bayi bisa bertahan hidup lebih dari setahun dengan kecacatan mental dan fisik seperti jari atau kaki berukuran besar, cacat wajah, cacat ginjal, cacat jantung dan lainnya.

Sayangnya hingga saat ini belum ada penanganan khusus kondisi ini. Meski demikian, biasanya dokter akan meminimalisir rasa tidak nyaman pada bayi serta kecukupan asupan makanan bayi. Biasanya, bayi yang bertahan hidup akan bergantung pada alat-alat yang dipasangkan pada tubuhnya.

Sementara untuk mengetahui apakah bayi yang dikandung mengidap trisomy 13 atau tidak, para ibu bisa melakukan screening pada minggu ke 10 atau 14 masa kehamilan. Selain itu, untuk mendeteksi kelainan ini, juga bisa dilakukan melalui tes darah atau scan ultrasound.
(alv)
Berita Terkait
Meningkatkan Akses Layanan...
Meningkatkan Akses Layanan Konseling Keluarga Jakarta melalui Mobil SAPA
Langgar Protokol Kesehatan,...
Langgar Protokol Kesehatan, Angkutan Umum Akan Ditindak Tegas
Transportasi Umum Harus...
Transportasi Umum Harus Higienis dan Terapkan Protokol Kesehatan
Kuliah Umum UMJ Bahas...
Kuliah Umum UMJ Bahas Pentingnya Transformasi Sistem Kesehatan Nasional
Unpad Jadi Kampus Terbaik...
Unpad Jadi Kampus Terbaik Hasilkan Artikel Ilmiah Umum dan Kesehatan
Libur Panjang, DKI Perketat...
Libur Panjang, DKI Perketat Pengawasan Prokotol Kesehatan di Tempat Umum
Berita Terkini
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 65 : Dipa Kembali Pengaruhi Novan yang Mulai Ragu
17 menit yang lalu
Makin Panas, Kuasa Hukum...
Makin Panas, Kuasa Hukum Ruben Onsu Sebut Permintaan Maaf Sarwendah Tidak Tulus
25 menit yang lalu
Tak Lupa Masa Lalu,...
Tak Lupa Masa Lalu, RM BTS Beri Hadiah Pernikahan Rp120 Juta untuk Sleepy
33 menit yang lalu
Kim Soo Hyun Mulai Comeback...
Kim Soo Hyun Mulai Comeback ke Industri Hiburan Lewat Iklan Fashion
1 jam yang lalu
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Billionaire After Betrayal, Nonton di Aplikasi V+Short
1 jam yang lalu
Kate Middleton Bertemu...
Kate Middleton Bertemu Mantan Kekasihnya Rupert Finch, Begini Kisah Cinta Mereka
1 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved