Makan Perlahan Bisa Turunkan Obesitas

Selasa, 28 November 2017 - 17:14 WIB
Makan Perlahan Bisa...
Makan Perlahan Bisa Turunkan Obesitas
A A A
JAKARTA - Penelitian terbaru menunjukkan, makan secara perlahan bisa menurunkan risiko obesitas atau menderita sindrom metabolik.
Sindrom metabolik merupakan kondisi yang meliputi tekanan darah dan gula darah yang tinggi, lemak berlebih di sekitar pinggang dan kolesterol tinggi.

Dilansir Metro, sindrom metabolik juga dapat meningkatkan risiko penyakit serius lainnya, seperti penyakit hati, stroke dan diabetes.

Penelitian ini juga menemukan, makan dengan cepat bisa meningkatkan terjadinya fluktuasi pada gula darah hingga menyebabkan resistensi insulin.

Pada 2008, tim dari Hiroshima University di Jepang meneliti 642 pria dan 441 wanita dengan rata-rata usia 51,2 tahun yang tidak mengalami sindrom metabolik. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok makan perlahan, normal dan cepat. Lima tahun kemudian, peneliti mengamati kondisi reseponden.

Hasilnya ditemukan, responden yang makan dengan cepat 11,6% lebih berisiko mengalami sindrom metabolik dibandingkan mereka yang makan dengan kecepatan normal yaitu sebesar 6,5% dan mereka yang makan dengan perlahan sebesar 2,3%.

Makan cepat juga berkaitan dengan bertambahnya berat badan, karena tidak cukup waktu bagi otak untuk memproses apa yang dikonsumsi tubuh.

Sementara, semakin lambat makan maka semakin sadar otak mengenai perut sehingga semakin lama semakin kenyang karena diisi.

Makan dengan lambat juga akan membuat Anda berhenti makan pada waktu yang tepat sehingga tidak akan kenyang berlebihan. Sedangkan, makan dengan cepat menyebabkan tidak merasa kenyang dan akan makan berlebihan.

"Makan dengan perlahan bisa jadi merupakan perubahan gaya hidup yang krusial untuk membantu mencegah sindrom metabolik. Makan dengan cepat juga menyebabkan fluktuasi glukosa menjadi lebih besar, yang mampu memicu resistansi insulin," kata Takayuki Yamaji, M.D., penulis studi dan kardiologis di Hiroshima University.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Tidak Semua Yoghurt...
Tidak Semua Yoghurt Sehat, Salah Pilih Bisa Bikin Gula Darah Naik
6 jam yang lalu
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
8 jam yang lalu
Enzy Storia Panik Saat...
Enzy Storia Panik Saat Mati Listrik di Positano, Sempat Mengira Diganggu Hantu Italia
9 jam yang lalu
Willy Winarko Ajak Anak...
Willy Winarko Ajak Anak Muda Berani Melangkah, Kenalkan Sepatu Edisi Khusus Weidenmann Urban
9 jam yang lalu
Ruben Onsu Desak KPAI...
Ruben Onsu Desak KPAI Prioritaskan Dugaan Eksploitasi Anak, Bukan Isu Nafkah
10 jam yang lalu
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps 7: Mila Tidak Sanggup Lagi Mempertahankan Rumah Tangganya
11 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved