Ilmuwan Ini Ciptakan Koyo Pembakar Lemak

Kamis, 11 Januari 2018 - 18:12 WIB
Ilmuwan Ini Ciptakan...
Ilmuwan Ini Ciptakan Koyo Pembakar Lemak
A A A
SINGAPURA - Kabar bahagia bagia Anda yang ingin menurunkan berat badan. Seorang ilmuwan di Singapura berhasil menciptakan koyo yang bisa membantu membakar lemak dalam tubuh. Inovasi ini dikembangkan tim peneliti dari Nanyang Technological University.

Koyo ini diklaim bisa mencegah penambahan berat badan dengan mengubah lemak putih yang merupakan penyebab kegemukan menjadi lemak coklat. Lemak coklat memiliki tugas untuk membakar dirinya menjadi sumber energi. Bertambahnya lemak coklat dalam tubuh diharapkan membuat tubuh bisa membakar lebih banyak kalori yang masuk.

"Koyo ini diciptakan bagi mereka yang tidak bisa turun berat badannya hanya dengan pola makan sehat dan olahraga. Sedangkan biasanya mereka harus menggunakan pengobatan khusus untuk menurunkan berat badan maupun operasi yang kadangkala menimbulkan efek samping serius," kata peneliti Chenjie Xu.

Dilansir Medical News Today, koyo ini terdiri atas ratusan microneedles yang mengandung obat beta-3 adrenergic receptor agonist dan T3 triiodothyronine. Dalam penelitian lainnya, dua obat tersebut dipercaya bisa mengubah lemak putih menjadi lemak coklat.

Sebelumnya, peneliti telah melakukan uji coba pada tikus yang dibuat gemuk dengan memberikan makan makanan tinggi lemak.

Selanjutnya peneliti menempelkan koyo ini tepat dipermukaan kulit tikus selama empat minggu. Hasilnya menunjukkan koyo tersebut terbukti bisa mengurangi massa lemak dan mencegah penambahan berat badan pada tikus tersebut.

"Dari pengamatan kami, lemak-lemak yang ada di sekitar koyo mulai berubah menjadi lemak coklat dalam waktu 5 hari, yang kemudian membantu menambah energi yang dihasilkan si tikus dan mengurangi lemak di tubuhnya," jelasnya Xu.

Caranya, koyo hanya perlu ditempelkan di permukaan kulit selama dua menit dan jarum-jarum mini tersebut akan masuk ke dalam kulit dan obat didalamnya akan dilepaskan. Xu menjamin obat yang digunakan lebih aman jika dikemas dalam bentuk koyo. Pasalnya saat kedua obat tersebut diberikan secara oral akan menimbulkan dampak yang serius.

Meski demikian, untuk mendapatkan hasil yang ideal, penelitia menyarankan untuk tidak meninggalkan olahraga dan menjalankan pola hidup sehat lantaran koyo ini hanya bertugas membantu proses pembakaran lemak.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Rayakan 10 Tahun, INDOFEST...
Rayakan 10 Tahun, INDOFEST 2026 Targetkan 60.000 Pengunjung dan Transaksi Rp60 Miliar
18 menit yang lalu
Heboh Kabar Jule Hamil,...
Heboh Kabar Jule Hamil, Respons Clara Shinta Langsung Jadi Sorotan
37 menit yang lalu
INDOFEST 2026 Digelar,...
INDOFEST 2026 Digelar, Taffware Tawarkan Diskon Perlengkapan Outdoor Besar-besaran
4 jam yang lalu
Pendakian Gunung Meningkat,...
Pendakian Gunung Meningkat, Menhut Siapkan Pengaturan untuk Cegah Kecelakaan dan Sampah
10 jam yang lalu
Clara Shinta Tegaskan...
Clara Shinta Tegaskan Tak Punya Catatan Kriminal, SKCK Jadi Bukti di Tengah Polemik
11 jam yang lalu
Latihan Kaki Tak Hanya...
Latihan Kaki Tak Hanya Bakar Kalori, Ternyata Penting untuk Keseimbangan Hormon
12 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved