Masker Karbon Jadi Solusi Atasi Polusi Udara

Jum'at, 02 Februari 2018 - 18:12 WIB
Masker Karbon Jadi Solusi...
Masker Karbon Jadi Solusi Atasi Polusi Udara
A A A
JAKARTA - World Health Organization (WHO) pada 2016 menempatkan kota besar di Indonesia, seperti Jakarta dan Bandung sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di Asia Tenggara.

Kualitas udara yang buruk semakin diperparah dengan banyaknya masyarakat komuter (penglaju) yang menggunakan kendaraan bermotor untuk beraktivitas dari dan ke Jakarta. Dari 1,4 juta masyarakat penglaju dari dan keluar Jakarta, terdapat 58% menggunakan kendaraan roda dua dan 30% menggunakan transportasi umum.

Hal tersebut menjadikan sebagian besar dari mereka terpapar gas buang kendaraan dan bau yang tidak sedap, khususnya di area kemacetan atau padat kendaraan. Pada semester satu 2016, level polusi di kota-kota besar Indonesia mengalami kenaikan sebanyak 4,5 kali lipat lebih buruk dari standar yang ditetapkan oleh WHO.

Kualitas udara yang buruk inilah yang masih menjadi masalah besar dan belum berhasil diatasi dengan baik sejauh ini. Menyadari hal tersebut, saat ini terdapat banyak masyarakat khususnya para komuter kerap menggunakan masker yang belum efektif sebagai upaya perlindungan diri dari polutan. Maka dari itu, penggunaan masker yang tepat harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhannya.

Business Manager Consumer Health Care Division PT 3M Indonesia Yunadi Aulia Desmawan mengatakan masker karbon menjadi pilihan tepat untuk pengguna Kereta sehingga dapat menghindari beberapa penyakit yang akan masuk ke dalam tubuh.

"Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap penggunaan masker yang tidak tepat, dikhawatirkan memberikan dampak buruk terhadap kesehatan. 3M Indonesia melalui brand NexcareTM menghadirkan beragam jenis masker kesehatan dengan kategori terlengkap yang telah tersedia di pasaran," kata Yunadi dalam keterangan resmi yang diterima SINDOnews.

Masker karbon dilengkapi empat lapisan filter, terdiri dari; (1) Lapisan dalam, yang nyaman bersentuhan dengan kulit; (2) Lapisan filter – serat acak, untuk menahan partikel dan debu; (3) Lapisan karbon aktif , yang mampu membantu menyerap bau tidak sedap; (4) Lapisan luar – memiliki serat teratur menyaring udara dan partikel berukuran besar.

Lapisan itu mampu membantu melindungi para pengguna dari partikel besar, debu dan bau tidak sedap, termasuk emisi gas buang kendaraan bermotor.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
21 menit yang lalu
Ratu Sofya Sambangi...
Ratu Sofya Sambangi Polda Metro Jaya, Ada Apa?
3 jam yang lalu
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
3 jam yang lalu
Begini Respons Ruben...
Begini Respons Ruben Onsu Usai Permintaan Maaf Sarwendah Viral
5 jam yang lalu
Richard Lee Resmi Dilimpahkan...
Richard Lee Resmi Dilimpahkan ke Kejati Banten, Tinggal Tunggu Jadwal Sidang Perdana
7 jam yang lalu
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
19 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved