Studi: Orang Kaya Tak Suka Hubungan Jangka Panjang

Jum'at, 09 Februari 2018 - 00:06 WIB
Studi: Orang Kaya Tak...
Studi: Orang Kaya Tak Suka Hubungan Jangka Panjang
A A A
JAKARTA - Sebuah penelitian baru yang dilakukan Universitas Swansea mengungkap bahwa kekayaan dapat mendorong preferensi untuk hubungan jangka pendek. Prefrensi atau selera adalah sebuah konsep, yang digunakan pada ilmu sosial, khususnya ekonomi.

Ini mengasumsikan pilihan realitas atau imajiner antara alternatif-alternatif dan kemungkinan dari pemeringkatan alternatif tersebut, berdasarkan kesenangan, kepuasan, gratifikasi, pemenuhan, kegunaan yang ada.

Seperti dilansir Times Of India, pada penelitian yang diterbitkan dalam edisi Evolution and Human Behavior, Dr Andrew G Thomas yang memimpin penelitian tersebut menjelaskan tidak semua orang lebih memilih hubungan berkomitmen jangka panjang.

Ahli psikologi evolusioner percaya bahwa apakah seseorang lebih memilih hubungan jangka pendek dalam jangka panjang, sebagian tergantung pada keadaan mereka, seperti seberapa sulitnya. Mungkin untuk membesarkan anak sebagai orang tua tunggal.

Tim peneliti menganalisis preferensi hubungan 151 relawan pria dan wanita heteroseksual. Mereka diminta melihat gambar dari 50 calon mitra dan menunjukkan preferensi mereka tentang hubungan jangka panjang dan jangka pendek dengan mereka masing-masing.

Pada tahap kedua, para peserta diperlihatkan serangkaian gambar barang mewah yang berkaitan dengan kekayaan, seperti mobil sport, perhiasan, rumah mewah, dan lokasi mewah.

Setelah melakukannya, para peserta diminta meninjau ulang gambar tersebut dan menandai mereka lagi berdasarkan istilah untuk hubungan potensial.

Ditemukan bahwa setelah melihat gambar-gambar kaya, peserta wanita dan pria menandai lebih banyak pasangan untuk hubungan jangka pendek dibandingkan dengan hasil sebelumnya, meningkat 16 persen.

"Yang penting, ketika keadaan tersebut berubah, kami mengharapkan orang mengubah preferensi mereka sesuai dengan itu. Apa yang telah kami lakukan dengan penelitian kami menunjukkan perubahan perilaku untuk pertama kalinya dalam lingkungan percobaan. Setelah peserta diberi isyarat bahwa lingkungan memiliki banyak sumber daya, mereka menjadi lebih cenderung memilih individu untuk hubungan jangka pendek," kata Thomas.

Para periset juga menemukan bahwa preferensi juga berubah saat berhadapan dengan gambar hewan berbahaya dan skenario interaksi bayi.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise Spill Tipis Baby Soso, Warganet: Bule Banget!
29 menit yang lalu
Bukan Keriput, Ini Tanda...
Bukan Keriput, Ini Tanda Penuaan Wajah yang Mulai Muncul di Usia 35 Tahun
2 jam yang lalu
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Gula Berlebihan pada Anak, Bisa Turunkan Kecerdasan
2 jam yang lalu
Dokter Ungkap Cara Lepas...
Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!
13 jam yang lalu
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
14 jam yang lalu
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
15 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved