Demi Kesehatan, Pelajari Masalah Tembakau Alternatif

Kamis, 29 Maret 2018 - 08:53 WIB
Demi Kesehatan, Pelajari...
Demi Kesehatan, Pelajari Masalah Tembakau Alternatif
A A A
JAKARTA - Kontroversi mengenai penggunaan produk tembakau alternatif seperti produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar dan rokok elektrik tidak saja dialami Indonesia, juga di beberapa negara maju.

Dalam berbagai diskusi, risiko kesehatan yang lebih rendah dari produk ini menjadi fokus utama yang dikemukakan oleh para ahli. Ini pula yang kemudian menjadi dasar pertimbangan dan rujukan bagi pemangku kepentingan dalam memutuskan sikap untuk produk tembakau alternatif.

Kemunculan produk tembakau alternatif untuk mengurangi jumlah angka perokok yang selalu naik setiap tahunnya belum mendapatkan respon yang baik. Sebagian besar masyarakat masih menganggap bahwa tidak ada perbedaan yang berarti antara produk tembakau alternatif dengan rokok konvesional. Anggapan inilah yang menurut Dr. drg. Amaliya, MsSc., PhD, tim peneliti dari Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia membuat potensi positif dari produk tersebut menjadi tak terlihat.

“Hasil penelitian dari Public Health of England membuktikan bahwa produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar dapat menurunkan risiko kesehatan hingga 95 persen. Selain itu, studi dari Georgetown University Medical Center Amerika Serikat juga mengungkapkan sebanyak 6,6 juta orang di Amerika Serikat memiliki potensi terhindar dari kematian dini jika perokok beralih ke produk tembakau alternatif,” jelas Dr. drg. Amaliya.

dr. Mariatul Fadhila Ketua Umum Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI), yang juga merupakan anggota KABAR menambahkan, “Kami sangat mendukung upaya pemerintah dalam mencari solusi untuk mengurangi jumlah perokok, salah satunya dengan mendorong penelitian lebih lanjut di Indonesia tentang produk tembakau alternatif. Penelitian ini nantinya dapat dijadikan sebagai landasan untuk merumuskan kebijakan yang paling sesuai dengan kondisi di Indonesia,” tutupnya.

Sementara, masalah ini dialami sejumlah negara, seperti Selandia Baru dan kini Rusia. Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia Denis Manturov pada awal Maret 2018 mengimbau masyarakat beralih menggunakan produk tembakau alternatif dan pihaknya tengah mempersiapkan kebijakan yang mengkategorikan produk tembakau alternatif ke dalam peraturan terpisah dengan rokok konvensional dan tembakau.

Keputusan pemisahan peraturan tersebut berdasarkan pada pertimbangan perbedaan manfaat di antara kedua produk.Dalam perumusannya, Rusia menetapkan beberapa aturan spesifik yang mencakup pada pembatasan penjualan produk kepada anak di bawah umur dan melarang penggunaannya di sekolah.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Dulu Diremehkan, Kreator...
Dulu Diremehkan, Kreator Konten Ayu Selvia Kini Raup Ratusan Juta per Bulan dari Sosmed
55 menit yang lalu
JPU Tolak Permohonan...
JPU Tolak Permohonan PK Nikita Mirzani Terkait Kasus ITE dan TPPU
56 menit yang lalu
Rekomendasi Film Keluarga,...
Rekomendasi Film Keluarga, Madagascar 3: Europe's Most Wanted Streaming di VISION+
1 jam yang lalu
Eksepsi Ditolak Hakim,...
Eksepsi Ditolak Hakim, Richard Lee Langsung Minta Penahanannya Ditangguhkan
2 jam yang lalu
Kuasa Hukum Tegaskan...
Kuasa Hukum Tegaskan Sarwendah Tak Pernah Laporkan Betrand Peto ke Polres Jaksel
3 jam yang lalu
Istri Sirinya Mau Lahiran,...
Istri Sirinya Mau Lahiran, Vicky Prasetyo Minta Doa
4 jam yang lalu
Infografis
Jadi Buah Terbaik di...
Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Ini 7 Manfaat Manggis untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved