Studi: Genggaman Tangan Tak Kuat Berisiko Meninggal Lebih Cepat

Selasa, 08 Mei 2018 - 10:30 WIB
Studi: Genggaman Tangan...
Studi: Genggaman Tangan Tak Kuat Berisiko Meninggal Lebih Cepat
A A A
JAKARTA - Waspada untuk mereka yang tidak memiliki genggaman tangan tak begitu kuat. Hal ini berisiko tinggi meninggal lebih cepat karena penyakit degeneratif hingga gangguan psikologis. Hal ini berdasarkan temuan dari peneliti International Institute for Applied Systems Analysis.

Penelitian ini dilakukan dengan mengamati 50 studi dari penjuru dunia tentang cara orang berjabat tangan.

Dilansir ABC Australia, peneliti mengamati kekuatan genggaman tangan lebih dari 1 juta remaja pria asal Swedia yang mengikuti ujian untuk masuk wajib militer. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang genggaman tangannya tidak begitu kuat berisiko tinggi meninggal lebih cepat karena penyakit jantung, melakukan tindakan bunuh diri dan mengalami gangguan psikologis.

Berdasarkan temuan ini, peneliti menyimpulkan bahwa genggaman tangan saat bersalaman menunjukkan kondisi kesehatan. Temuan yang sama juga diungkapkan dalam sebagian besar studi yang diamati peneliti. Dimana mereka yang genggaman tangannya tidak begitu kuat saat bersalaman lebih cepat meninggal, mudah jatuh sakit dan dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan lainnya.

Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa orang-orang yang berpendidikan tinggi di usia 69 tahun cenderung menggenggam tangan lawan mainnya lebih kuat meski mereka yang diajak bersalaman memiliki usia empat tahun lebih muda. Artinya, orang yang berpendidikan tinggi merasa lebih muda dibandingkan dengan mereka yang tingkat pendidikannya lebih rendah.

"Berarti dari kekuatan genggaman tangan, orang yang berpendidikan tinggi merasa (empat tahun) lebih muda dibandingkan dengan yang tingkat pendidikannya rendah," jelas salah satu peneliti, Sergei Scherbov.

Sebuah penelitian dari Beckman Institute, Illinois juga menemukan hal senada yakni berjabat tangan sebelum melakukan interaksi sosial berpengaruh pada kinerja otak. Kondisi ini bisa memberikan pengaruh positif terkait pergaulan serta mengurangi kesan negatif pada diri seseorang.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Konten Natural Bersama...
Konten Natural Bersama Kekasih Bikin Mohammad Irfan Makin Dikenal Warganet
3 jam yang lalu
BTS Jadi Tamu Kehormatan...
BTS Jadi Tamu Kehormatan Argentina Jelang Konser Oktober Mendatang
4 jam yang lalu
Arie Untung Dorong Sepatu...
Arie Untung Dorong Sepatu Lokal Naik Kelas, Hadir di Mal Bekasi
6 jam yang lalu
Terungkap! Hak Asuh...
Terungkap! Hak Asuh Anak Ruben Onsu dan Sarwendah Ternyata Belum Diputus Pengadilan
6 jam yang lalu
Menchi Katsu hingga...
Menchi Katsu hingga Takoyaki, Aneka Street Food Jepang Hadir Serentak di 138 Hotel
8 jam yang lalu
Mengenali Kondisi Kulit...
Mengenali Kondisi Kulit Kini Bisa Dimulai dari Foto Selfie
8 jam yang lalu
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved