Permainan Anak Harus Edukatif

Minggu, 27 Mei 2018 - 13:00 WIB
Permainan Anak Harus...
Permainan Anak Harus Edukatif
A A A
PILIHAN mainan untuk anak di Indonesia beragam mulai murni untuk hiburan maupun yang edukatif. Mainan edukatif terutama untuk balita ditawarkan oleh brand ternama dunia, sebut saja Early Learning Centre (ELC). Lini mainan edukatif anak asal Inggris ini sudah ada sejak 1909.

ELC memfokuskan pada mainan edukatif untuk anak, dan setiap kategori mainannya disesuaikan dengan kategori umum dengan fungsi untuk mendukung tumbuh kembang anak. ELC mulai beroperasi di Indonesia sejak 2007 di bawah naungan oleh Kanmo Group.

Mengenai keamanan mainannya, Abi Shihab, marketing & communications manager Mothercare & ELC, mengatakan mainan ELC sudah dijamin keamanan karena lulus sertifikasi internasional dan juga Standar Nasional Indonesia (SNI), untuk kemudian didistribusikan secara luas di wilayah Indonesia.

Keamanan terhadap mainan ini tentunya kita dapat melalui proses yang ketat sebelum akhir nya sampai di tangan para konsumen dan si Kecil di rumah. ELC secara berkala pun kerap memberikan edukasi kepada orang tua di Indonesia. Mereka memiliki Parenting Club yang didukung para ahli kesehatan dan pakar dari tumbuh-kembang anak. Mainan produksi mereka pun disesuaikan dengan konsep tumbuh kembang anak.

"Seri mainan favorit di ELC memang khusus untuk tumbuh kembang anak seperti Activity Table, Seri Musik, dan mainan khusus tumbuh-kembang anak dari kisaran umur 0-18 Bulan. Kami memang dikenal sebagai lini mainan edukatif yang dapat memenuhi kebutuhan orang tua untuk menemani masa tumbuh kembang anaknya," jelas Abi.

Saat ini ELC telah mengoperasikan 39 gerai di 15 kota-kota besar di Indonesia. Melihat banyak jenis mainan di Tanah Air, ELC menilai mainan di Indonesia masih didominasi mainan dengan tempelan karakter, untuk mainan edukasi masih belum ada yang fokus di bagian edukasi. Mainan "kelas atas" lainnya yakni Fisher Price asal Amerika Serikat.

Mereka belum lama ini memperkenalkan rangkaian mainan edukatif yang mengadopsi metode pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) bagi anak usia dini. Sejak 1930 hingga saat ini, mereka tetap konsisten menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan mainan yang edukatif, aman, tahan lama, dan berkualitas tinggi. Menyadari bahwa paparan teknologi tidak dapat dihindari, Fisher-Price melalui fasilitas risetnya Play Lab, mengusung riset berbasis observasi dalam strategi desainnya.
(amm)
Berita Terkait
Jabatan Apa pun yang...
Jabatan Apa pun yang Diemban, Milenial Harus Punya Integritas
Puasa di Tengah Pandemi...
Puasa di Tengah Pandemi Covid-19, Jaga Gizi Seimbang dan Berpikir Positif
iPhone Bakal Dibekali...
iPhone Bakal Dibekali Kamera Periskop di 2020
Menghadapi Ujian pada...
Menghadapi Ujian pada Hari Kemenangan
Bertahan di Tengah Pandemi,...
Bertahan di Tengah Pandemi, Pengusaha Dituntut Kreatif untuk Survive
New Normal, Kebutuhan...
New Normal, Kebutuhan Alat Olah Raga Baru Meningkat
Berita Terkini
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
1 jam yang lalu
Album Baru Slank Republik...
Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
2 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh dengan Keseruan: Menjelajahi Pesona Malaysia, Singapura & Thailand
2 jam yang lalu
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 62: Dipa Terus Memprovokasi Novan, Sementara Davina Merasakan Firasat Buruk
3 jam yang lalu
Shopee Campus Cup Diperpanjang!...
Shopee Campus Cup Diperpanjang! Waktunya All Out & Kumpulkan Poin untuk Bawa Kampus Kamu Jadi Juara!
3 jam yang lalu
Kini Merawat Kulit Jadi...
Kini Merawat Kulit Jadi Lebih Personal, Teknologi EXO3 Siap Manjakan Kulitmu dari Rumah
4 jam yang lalu
Infografis
Robi Darwis, Anak Emas...
Robi Darwis, Anak Emas Gerald Vanenburg di Piala AFF U-23 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved