Vitamin D Bisa Cegah Kanker Usus Besar

Sabtu, 23 Juni 2018 - 08:48 WIB
Vitamin D Bisa Cegah...
Vitamin D Bisa Cegah Kanker Usus Besar
A A A
JAKARTA - Tak hanya mampu menguatkan tulang, penelitian terbaru dari Journal of the National Cancer Institute menunjukkan bahwa vitamin D bisa mencegah kanker kolorektal atau kanker usus besar. Sementara, jika kekurangan vitamin D, hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit tersebut.

"Baik pria maupun wanita, level kekurangan vitamin D dikaitkan dengan 30 persen peningkatan risiko kanker kolorektal. Orang yang memiliki cukup vitamin D dalam darahnya, 22 persen memiliki risiko lebih rendah," kata ahli epidemiologi nutrisi dari American Cancer Society sekaligus penulis penelitian tersebut, Marji McCullough.

Dilansir dari NPR Health, penelitian ini mengumpulkan 17 studi yang lalu dan melibatkan 12.813 responden dewasa di Amerika Serikat, Eropa dan Asia. Penelitian ini meninjau 5.706 pengidap kanker kolorektal dan 7.107 orang dalam usia dan ras yang sama namun tidak mengalami kanker juga wanita dalam masa menopause.

Selanjutnya, para peneliti melihat dari sampel darah responden yang dikumpulkan beberapa tahun lalu sebelum diagnosis kanker. Mereka juga mempertimbangkan faktor penyebab lainnya, seperti merokok, gaya hidup sedenter dan indek massa tubuh yang tinggi. Hasilnya menunjukkan bahwa meski tidak optimal mengurangi risiko kanker namun dibutuhkan dosis yang lebih tinggi untuk mencegah kanker.

Penelitian ini juga menemukan hubungan antara level vitamin D yang tinggi dalam darah dengan rendahnya risiko kanker kolorektal pada wanita. "Satu hipotesa menyebutkan mungkin ada interaksi antara vitamin D dan hormon wanita. Atau mungkin saja vitamin D menecgah kanker dengan mengurangi penyebaran sel tumor atau menghentikan pertumbuhannya dan kemungkinan mematikan sel-sel tersebut," tutur McCullough.

Namun penelitian ini hanya menunjukkan adanya koneksi level vitamin D yang bersirkulasi dalam tubuh dan kanker. Vitamin D disebut juga dengan vitamin sinar matahari karena paparan sinar matahari bisa menstimulai produksi vitamin lebih banyak. Namun pastikan paparan sinar matahari tidak terlalu banyak dan berlebihan lantaran bisa meningkatkan risiko kanker kulit melanoma dan kanker kulit lainnya.

"Tergantung di mana kamu tinggal dan apa rasmu, karena makin gelap kulitnya makin sedikit vitamin D yang diserap. Maka dari itu banyaknya sinar matahari, usia, genetik dan berat badan juga berperan pada bagaimana tubuh memroses vitamin D," tandasnya.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Tak Selalu Aman, Sendok...
Tak Selalu Aman, Sendok Kayu Juga Bisa Jadi Sarang Bakteri dan Jamur
10 menit yang lalu
Nathalie Holscher Resmi...
Nathalie Holscher Resmi Menikah, Sule Ucapkan Selamat dan Titip Adzam
11 jam yang lalu
Sah! Nathalie Holscher...
Sah! Nathalie Holscher Resmi Menikah dengan Arief Fadli, Jawaban Doa Umrah
11 jam yang lalu
Sambangi Polres Jakarta...
Sambangi Polres Jakarta Selatan, Amanda Manopo Siap Laporkan Pihak Manajemen
13 jam yang lalu
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps 20: Kedekatan Elio dan Arumi Semakin Menjadi Sorotan
13 jam yang lalu
My Chef In Crime, Serial...
My Chef In Crime, Serial Thriller Kriminal Kuliner Pertama di Indonesia yang Siap Hadir di VISION+
13 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Ditantang Cape Verde
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved