Pentingnya Lemak untuk Kesehatan Tubuh

Jum'at, 06 Juli 2018 - 14:12 WIB
Pentingnya Lemak untuk...
Pentingnya Lemak untuk Kesehatan Tubuh
A A A
JAKARTA - Lemak adalah bentuk nutrisi yang vital yang harus ada dalam diet seimbang, tetapi banyak orang berpendapat asupan lemak lebih banyak bisa menyebabkan obesitas dan penyakit lainnya. Jadi mereka lebih suka menghilangkan lemak secara total dari makanan sehari-hari. Tentu saja ini salah!

Seperti dilansir Boldsky, keberadaan lemak sangat penting untuk memasok energi yang cukup untuk tubuh. Jadi, Anda pun harus mengetahui pentingnya lemak untuk kesehatan.

Ada dua jenis lemak, yaitu lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Komponen utama dari semua jenis lemak adalah asam lemak yang menentukan sifat dari lemak. Asam lemak ini dapat jenuh dengan ikatan atom tunggal atau tidak jenuh dengan minimum satu ikatan rangkap di antara semua atom asam lemak.

Bertolak belakang dengan keyakinan umum bahwa lemak jenuh tidak sehat untuk tubuh manusia, hal ini ditetapkan para ilmuwan dan ahli diet mengatakan lemak jenuh dan tak jenuh ini harus dimasukkan dalam makanan sehari-hari dari orang yang sehat.

Lemak tak jenuh tunggal (MUFA) dan lemak tak jenuh ganda (PUFA) umumnya dikenal sebagai lemak baik karena jumlah efek menguntungkan mereka pada kesehatan manusia umum. Lemak tak jenuh ganda diklasifikasikan lebih lanjut ke Omega-3 dan Omega-6, keduanya sangat penting untuk kesehatan manusia dan dengan demikian disebut sebagai asam lemak esensial.

Berbagai sayuran, kacang-kacangan, telur dan ikan laut, seperti ikan sarden, mackerels dan salmon memasok sejumlah besar varietas PUFA ini. Ada juga variasi lain dari lemak tak jenuh, yang dinamakan sebagai lemak trans dan telah terbukti bertanggung jawab atas penyumbatan arteri.

Sebenarnya, itu bukan lemak alami dan dibuat karena hidrogenasi produk makanan alami. Jadi sekarang disarankan oleh para dokter untuk menghindari jenis makanan berlemak ini secara total.

Perbedaan dasar lemak jenuh dan tak jenuh. Seperti diketahui, lemak jenuh memiliki kepadatan tebal karena partikel lemak ini dikelompokkan bersama. Lemak ini sebagian besar ada dalam keadaan padat pada suhu kamar normal.

Daging merah, seperti daging sapi dan daging kambing adalah sumber lemak jenuh paling umum. Ada juga produk susu seperti mentega, susu murni, dan keju. Cokelat dan minyak kelapa juga kaya minyak jenuh.

Banyak asupan lemak jenuh meningkatkan tingkat Low-Density Lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat, yang sering menyebabkan serangan jantung, stroke serebral, dan diabetes. Juga dikenal sebagai penyebab utama atherosclerosis atau penyumbatan arteri. Oleh karena itu, tidak lebih dari 20 gram lemak jenuh harus dikonsumsi setiap hari oleh orang yang memiliki kesehatan normal.

Makanan yang kaya lemak jenuh dapat disimpan untuk waktu yang lebih lama. Oleh karena itu, sebagian besar makanan beku atau kaleng mengandung sejumlah besar lemak ini yang meningkatkan umur panjang dari makanan tersebut.

Dengan demikian, asupan makanan berlemak jenuh harus dibatasi untuk memastikan kesehatan yang baik, terutama untuk anak-anak, orang tua dan pasien yang menderita diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung.

Bagaimana dengan lemak tak jenuh? Partikel-partikel lemak tak jenuh yang tidak padat bersama sehingga lemak ini terlihat dalam keadaan cair, bahkan pada suhu optimum. Semua varietas minyak nabati, seperti minyak zaitun, minyak bunga matahari, minyak kedelai, minyak kenari, minyak kacang, dan minyak ikan adalah sumber lemak tak jenuh terbaik. Kacang mete, biji rami, dan banyak jenis ikan laut juga memasok lemak ini.

Lemak tak jenuh ada dua macam; yaitu lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda, keduanya dianggap bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol yang tidak sehat, membuat gerakan otot lebih mudah dan bahkan melindungi terhadap penyakit kardiovaskular, serta membantu meningkatkan High-Density Lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik.

Rata-rata, 50 gram lemak tidak jenuh dapat dengan aman dimasukkan dalam makanan sehari-hari dari setiap orang sehat yang memenuhi persyaratan lemak dalam tubuh.

Asupan asam lemak tak jenuh direkomendasikan oleh ahli diet dan dokter untuk menjaga kesehatan jantung pasien. Oleh karena itu, asupan lemak jenuh dan tidak jenuh yang bijaksana dapat menjaga seseorang dalam kondisi sehat selama bertahun-tahun, sehingga memperpanjang umur panjangnya.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Liliana Tanoesoedibjo...
Liliana Tanoesoedibjo Ciptakan 12 Lagu Rohani Baru untuk Konser Tehillim dari Perjalanan Kuliah S2 Teologi
46 menit yang lalu
Surya Saputra Datangi...
Surya Saputra Datangi Polda Metro Jaya, Laporkan Pencatutan Identitas di Medsos
1 jam yang lalu
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
2 jam yang lalu
Ratu Sofya Sambangi...
Ratu Sofya Sambangi Polda Metro Jaya, Ada Apa?
5 jam yang lalu
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
6 jam yang lalu
Begini Respons Ruben...
Begini Respons Ruben Onsu Usai Permintaan Maaf Sarwendah Viral
7 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved