Atlet Asian Games 2018 Harus Waspadai Doping

Selasa, 17 Juli 2018 - 16:31 WIB
Atlet Asian Games 2018...
Atlet Asian Games 2018 Harus Waspadai Doping
A A A
JAKARTA - Selain rutin berlatih, para atlet yang akan berlaga di Asian Games 2018 juga wajib menjaga stamina. Selain itu, mereka juga harus menghindari doping, seperti cerdas memilih obat-obatan dan suplemen yang akan dikonsumsi.

Doping dinilai ampuh meningkatkan prestasi para atlet untuk meraih juara. Namun, penggunaan doping tak hanya melanggar sportifitas, juga dapat menyebabkan masalah kesehatan atlet tersebut. Oleh karena itu dokter beserta Kemenpora menghimbau para atlet menghindari doping.

"Hal yang harus dihindari adalah jangan sampai atlet-atlet mengonsumsi makanan mengandung doping. Karena satu bulan lagi Asian Games waktunya dimulai, agar latihan yang dilakukan tanpa lelah bisa mengukir prestasi, jangan sampai karena kesalahan makanan yang mendung doping bisa berakibat fatal dan menimbulkan kekecewaan. Satu bulan ini harus betul-betul dijaga dan fokus pada pertandingan," kata Prof. Dr. Mulyana, M.Pd, Deputi IV/Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora.

Sayangnya tidak semua atlet mengetahui makanan atau obat serta suplemen yang dikonsumsinya merupakan doping. Sementara, Staf Ahli PPITKON, dr. Hariyono, Sp.PD. Finasim menjelaskan, obat yang tergolong kategori doping adalah seperti obat dengan kandungan steroit.

"Doping adalah zat atau metode yang tujuannya meningkatkan prestasi, umumnya terjadi karena ketidaktahuan atlet dan pelatih. Beberapa kasus terjadi ternyata setelah berobat ke dokter diberikan obat-obat yang mengandung doping, ini bukan obat yang keren tapi bisa juga berupa obat flu yang menandung steroid termasuk dalam obat meningkatkan prestasi atlet," jelasnya.

"Misal dia disuntik infusan dan lebih dari 50 cc itu udah termasuk dalam kelompok doping dari pertandingan atau luar pertandingan. Pengawas obat di Indonesia dan luar negeri beda. Tapi di luar negeri diserahkan ke berbagai produsen sehingga banyak kasus doping yang didapatkan tidak sengaja," tambahnya.

Karena minimnya pengetahuan para atlet akan obat dan suplemen, dr Hariyono menyarankan untuk lebih berhati-hati dan menanyakannya pada dokter atau pelatih setiap apa yang akan dikonsumsi. Selain itu, untuk mencegah penggunaan doping para atlet, pemerintah juga telah mengeluarkan satu buku saku.

"Karena itu kita perlu hati-hati untuk makanan dan obat-obatan yang tidak jelas. Kalau perlu kita tanyakan ke dokter cabang atau pelatihnya," tandasnya.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Nathalie Holscher Resmi...
Nathalie Holscher Resmi Menikah, Sule Ucapkan Selamat dan Titip Adzam
5 jam yang lalu
Sah! Nathalie Holscher...
Sah! Nathalie Holscher Resmi Menikah dengan Arief Fadli, Jawaban Doa Umrah
5 jam yang lalu
Sambangi Polres Jakarta...
Sambangi Polres Jakarta Selatan, Amanda Manopo Siap Laporkan Pihak Manajemen
7 jam yang lalu
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps 20: Kedekatan Elio dan Arumi Semakin Menjadi Sorotan
7 jam yang lalu
My Chef In Crime, Serial...
My Chef In Crime, Serial Thriller Kriminal Kuliner Pertama di Indonesia yang Siap Hadir di VISION+
7 jam yang lalu
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 31: Bunda Latifah Terus Mendesak Mining Untuk Segera Mencari Jaka
7 jam yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved