Komedi dan Ketegangan Menyatu dalam Kisah Bom Thamrin

Jum'at, 20 Juli 2018 - 12:14 WIB
Komedi dan Ketegangan...
Komedi dan Ketegangan Menyatu dalam Kisah Bom Thamrin
A A A
DUA tahun setelah peristiwa Serangan Jakarta 2016 pada Januari, sutradara Eugene Panji dan Myrna Paramita membuat “rekonstruksi” peristiwa tersebut dalam format layar lebar.

Dalam pembuatan film berjudul 22 Menit, diambil dari jumlah waktu yang dihabiskan polisi dalam menun dukkan para pelaku teror, keduanya mendapat dukung an penuh Polri, mulai riset, konsultasi, hingga pinjaman barakuda dan helikopter.

Meski berkisah tentang teror bom, Eugene secara mengejutkan memulai ceritanya dengan atmosfer riang. Dengan iringan suara penyiar radio dan latar musik ceria, Eugene memperkenalkan karakter-karakternya dalam bingkai sebuah drama kehidupan.

Ada AKBP Ardi (Ario Bayu) yang dekat dengan anak perempuan semata wayangnya. Ada Hasan (Ence Bagus), office boy di salah satu gedung di Thamrin yang pagi itu cerewet mengingat kan Anas (Fanny Fadillah), kakaknya yang mau menumpang mela mar kerja di kantornya.

Ada Sinta (Taskya Namya) yang tengah galau dengan hubung annya dengan polisi muda, Firman (Ade Firman Hakim). Ada pula perempuan muda (Hana Malasan) yang gelisah menunggu rapat via Skype.

Tanpa diduga juga, dalam perkenalan karakter-karakter ini, skenario yang ditulis Husein M Atmodjo dan Gunawan Raharja mampu menyelipkan humor. Rasa komedi tentu saja dibebankan pada Ence dan Fanny, juga rekan-rekan polisi senior yang bertugas bersama Firman.

Dalam beberapa menit, kita mungkin akan lupa bahwa sedang menonton film ten tang teror bom. Dengan dialog sederhana dan akting alami pula, adegan pembuka ini sukses membawa penonton hanyut dan mulai bersimpati dengan karakterkarakter tersebut.

Kita sebagai penonton akan mulai perhatian dan langsung bertanyatanya, bagaimana nasib mereka setelah nanti bom meledak? Saat peristiwa buruk itu akhirnya tiba, atmosfer ketegangan pun mengambil alih.

Kengerian dan adegan tembaktem bakan di Jalan Thamrin yang kosong, persis seperti yang terlihat dalam liputan lang sung televisi nasional kala itu, akan kita lihat lagi di film ini. Penyergapan dengan pe nyertaan tim Buru Sergap dan Densus pun akan menambah keseruan, terutama karena ek se kusi adegan ini sangat me yakinkan.

Sayangnya, begitu penyergapan yang berdurasi singkat itu selesai, film pun langsung antiklimaks. Tim pembuat film seperti tidak ingin lagi menceritakan apa pun setelah itu, kecuali hanya memberi kilasan info tentang penangkapan teroris di berbagai tempat di Indonesia.

Sayangnya ketegangan yang sudah sukses dibangun tidak diperlama atau didramatisasi, padahal ini memang kisah nyata yang dibuat dalam bentuk fiksi. Bahkan, drama kehidupan yang sudah dengan sangat apik dibangun pada awal film dibiarkan menguap begitu saja tanpa eksplorasi lebih lanjut. Sungguh sangat disayangkan.
(don)
Berita Terkait
Gibran Marten Siap Hadirkan...
Gibran Marten Siap Hadirkan Teror dalam Film Horor Psikologis Lorong Kost
Film Horor Selepas Tahlil...
Film Horor Selepas Tahlil Tayang 10 Juli 2025 di Bioskop
Amar Bank–JAFF Market...
Amar Bank–JAFF Market Dorong Film Indonesia Go Global
Mantan Ketum PARFI Gatot...
Mantan Ketum PARFI Gatot Brajamusti Meninggal Dunia
Jadwal Film Horor Indonesia...
Jadwal Film Horor Indonesia yang Siap Tayang September 2023
5 Film Horor Indonesia...
5 Film Horor Indonesia dengan Jumlah Penonton Terbanyak
Berita Terkini
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps. 9: Rendi Mulai Curiga Pada Laura
5 jam yang lalu
Momen Seru Meet n Greet...
Momen Seru Meet n Greet KIKO di FOMBEX (Forever Mom & Baby Expo) ICE BSD
6 jam yang lalu
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 20: Kampung Sindang Barang Semakin Tegang, Telepon dari Adit Mengubah Segalanya
7 jam yang lalu
Rayakan Ultah ke-28,...
Rayakan Ultah ke-28, Ini Harapan Terbesar Aurel Hermansyah
8 jam yang lalu
Mengapa Api Jadi Simbol...
Mengapa Api Jadi Simbol Penyucian? Ki Atmo Akhirnya Ungkap Filosofi di Balik Ritual Ini
9 jam yang lalu
Ki Atmo Ungkap Alasan...
Ki Atmo Ungkap Alasan Tapa Bisu Harus Dilakukan Tanpa Berbicara, Ternyata Punya Makna Mendalam
9 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved