Produk Tembakau Alternatif Diklaim Berisiko Lebih Rendah

Selasa, 24 Juli 2018 - 12:30 WIB
Produk Tembakau Alternatif...
Produk Tembakau Alternatif Diklaim Berisiko Lebih Rendah
A A A
JAKARTA - Saat ini produk Hasil Pengolahan Tembakau, termasuk produk-produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik atau vape, molase tembakau, tembakau hirup, dan tembakau kunyah telah diberikan payung hukum dengan memberlakukan cukai terhadap produk tersebut.

Ketua dan Pendiri Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, Prof. Dr. Achmad Syawqie Yazid, Drg., M.S mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan pemerintah saat ini dengan memberikan peraturan bagi produk tembakau lainnya merupakan langkah yang tepat.

“Dalam audiensi-audiensi yang dilakukan, kami banyak memaparkan mengenai hasil-hasil penelitian yang menunjukkan bahwa produk tembakau alternatif seperti vape dan produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar, memiliki potensi risiko kesehatan yang lebih rendah daripada rokok," ujar Prof Syawqie.

Dia menuturkan ke depan, pihaknya akan terus memantau dan melakukan penelitian komprehensif untuk produk tembakau alternatif agar semakin banyak lagi fakta-fakta ilmiah yang tergali sehingga memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat.

"Produk tembakau alternatif seperti vape, produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar, snuss, dan nikotin tempel merupakan produk yang menggunakan konsep pengurangan bahaya (harm reduction) dimana memiliki potensi risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan dengan rokok," kata Prof Syawqie.

Lebih lanjut, peneliti YPKP yang juga merupakan Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR), Dr. drg. Amaliya, MSc. Ph.D mengungkapkan bahwa dengan metode harm reduction yang terdapat dalam produk tembakau alternatif dapat mengurangi risiko penyakit yang terhubung dengan kebiasaan merokok.

Dia juga tetap menekankan bahwa pilihan terbaik bagi perokok untuk terhindar dari risiko penyakit adalah dengan berhenti mengonsumsi rokok atau tidak menggunakan produk tembakau alternatif sama sekali.

"Namun, dengan melihat realita yang ada, kita memahami bahwa terdapat sejumlah perokok yang masih kesulitan untuk berhenti. Oleh karena itu, perlu ada upaya konkrit agar perokok dapat memilih produk tembakau alternatif yang berpotensi lebih rendah risiko daripada rokok," imbuh dr Amaliya.

Dia juga menambahkan bahwa YPKP, pihaknya sudah melakukan beberapa penelitian terkait dengan produk tembakau alternatif. "Dari penelitian yang baru saja kami lakukan belum lama ini untuk mengetahui kondisi mulut seorang perokok, non perokok dan pengguna vape menunjukkan bahwa pengguna vape memiliki risiko kesehatan dua kali lebih rendah dibandingkan perokok konvensional,” papar Dr. Amaliya.

Dia melanjutkan, dengan adanya payung hukum yang jelas terkait produk tembakau alternatif, diharapkan kedepannya akan ada lebih banyak lembaga penelitian di Indonesia yang aktif melakukan kajian dan riset lebih jauh mengenai produk ini. "Sehingga polemik dan kekhawatiran yang selama ini masih beredar di masyarakat dapat terjawab," ujar dr Amaliya.
(alv)
Berita Terkait
Meningkatkan Akses Layanan...
Meningkatkan Akses Layanan Konseling Keluarga Jakarta melalui Mobil SAPA
Langgar Protokol Kesehatan,...
Langgar Protokol Kesehatan, Angkutan Umum Akan Ditindak Tegas
Transportasi Umum Harus...
Transportasi Umum Harus Higienis dan Terapkan Protokol Kesehatan
Kuliah Umum UMJ Bahas...
Kuliah Umum UMJ Bahas Pentingnya Transformasi Sistem Kesehatan Nasional
Unpad Jadi Kampus Terbaik...
Unpad Jadi Kampus Terbaik Hasilkan Artikel Ilmiah Umum dan Kesehatan
Libur Panjang, DKI Perketat...
Libur Panjang, DKI Perketat Pengawasan Prokotol Kesehatan di Tempat Umum
Berita Terkini
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
1 jam yang lalu
Kim Ji Yeon dan Park...
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Adu Akting dalam Drama Fantasi Romantis Baru: Dive Into You
2 jam yang lalu
Sinopsis The Fallen...
Sinopsis The Fallen Fighter Returns, Kisah Petinju yang Bangkit Setelah Dikhianati
2 jam yang lalu
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
3 jam yang lalu
Sarwendah Hapus Sejumlah...
Sarwendah Hapus Sejumlah Brand dari Bio Instagram, Ada Apa?
4 jam yang lalu
Nina Zatulini dan Natasha...
Nina Zatulini dan Natasha Rizky Belajar Bahasa Inggris di Usia 30-an, Netizen Salut
6 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved