Kartu Kesehatan Jamaah Haji Terbukti Efisien

Senin, 30 Juli 2018 - 09:07 WIB
Kartu Kesehatan Jamaah...
Kartu Kesehatan Jamaah Haji Terbukti Efisien
A A A
JAKARTA - Kartu Kesehatan Jamaah Haji (KKHJ) merupakan hal baru pada pelaksanaan haji 2018. KKJH hadir menggantikan Buku Kesehatan Jamaah Haji (BKJH). Setelah diuji coba pada tahun lalu untuk wilayah Jawa Barat, hasilnya terbukti efisien.

Sebelum ada KKJH, jamaah dibekali BKJH berbentuk buku. Hasil resume kesehatan jamaah ditulis dalam BKJH dan dipegang secara perorangan. Kepala Bidang Kesehatan Haji Arab Saudi dr. Melzan Dharmayuli mengatakan KKJH lebih efisien daripada BKJH karena datanya dientri ke dalam Siskohatkes yang bisa diakses dimanapun.

KKJH dilengkapi dengan kode QR dan barcode sehingga saat di scan dengan aplikasi Siskohat Mobile maka data dapat dilihat di manapun dan kapanpun.

“Jamaah pun juga dapat tahu bagaimana riwayat pemeriksaan mereka sehingga mereka lebih sadar di awal dan menjaga perilaku hidup bersih dan sehatnya,” kata Melzan.

Melalui cara ini, jamaah bisa melihat status kesehatannya di aplikasi Siskohat Mobile dengan scan. Artinya, para jamaah tidak perlu repot-repot lagi membawa buku. Sementara, petugas bisa akses di manapun untuk jamaah haji yang berbeda. Misalnya TKHI Kloter dari Surabaya bisa memberikan pelayanan untuk kloter dari Lombok.

"Petugas selanjutnya bisa entri langsung sehingga lebih fleksibel dan efisien dan lebih praktis,'' jelasnya.

Di KKJH juga ada ICV atau sertivikat suntik meningitis yang dilengkapi dengan nama, jenis kelamin, dan kebangsaan. ICV ini akan dilegalisasi oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan. ICV merupakan syarat mutlak dari pemerintah Arab Saudi bagi warga negara lain yang akan masuk ke wilayah Arab Saudi. Tujuannya adalah untuk melindungi jemaah dari tertular meningitis.

Selain itu, KKJH sudah terintegrasi antara kartu kesehatan jemaah haji Indonesia dan Siskohatkes. ''Data siskohatkes menjadi penting untuk kami tim kesehatan yang ada di lapangan untuk menentukan bentuk penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan jemaah,'' terang Koordinator Lapangan dari Tim Promotif Preventif dr. Ikhsan.

Menurut Ikhsan, data-data tersebut dapat digunakan sebagai bahan materi yang akan diolah menjadi pesan kesehatan yang akan disampaikan kepada jemaah. Data Siskohatkes juga dapat digunakan oleh tim kesehatan lainnya seperti PPIH dan TKHI.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Nana Mirdad hingga Maia Estianty Ikut Resah
38 menit yang lalu
Sinopsis Billionaire...
Sinopsis Billionaire Girl vs The Fake Lover, Streaming di Aplikasi V+Short
1 jam yang lalu
Pantai Pasir Putih,...
Pantai Pasir Putih, Junior Chef, dan Petualangan Alam Warnai Liburan Keluarga di HOMM Laguna Bintan
1 jam yang lalu
Ussy Sulistiawaty Bongkar...
Ussy Sulistiawaty Bongkar Kepribadian Asli Andhika Pratama: Pendiam Banget
2 jam yang lalu
ADOR Turunkan Gugatan...
ADOR Turunkan Gugatan terhadap Danielle dan Min Hee-jin dari Rp510 Miliar Jadi Rp390 Miliar
3 jam yang lalu
Wardatina Mawa Tuntut...
Wardatina Mawa Tuntut Nafkah Anak Rp25 Juta, Bukan Rp500 Ribu
4 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Puncak Ibadah...
Jadwal Puncak Ibadah Haji 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved