Prisia Nasution Kampanyekan Kanker Serviks di Film Jejak Cinta

Kamis, 16 Agustus 2018 - 10:29 WIB
Prisia Nasution Kampanyekan...
Prisia Nasution Kampanyekan Kanker Serviks di Film Jejak Cinta
A A A
JAKARTA - Baim Wong dan Prisia Nasution tampil beda saat beradu acting dalam film Jejak Cinta. Ini karena film tersebut menggambarkan kondisi wanita yang mengalami kanker serviks atau kanker rahim yang menjadi penyakit mematikan.

Namun, sutradara Tarmizi Abka membalut kisah itu dalam drama romantic yang membuat penonton baper. Apa yang dilakukan ini agar masyarakat lebih peduli dengan penyakit kanker rahim yang juga dialami mendiang Julia Perez.

“Pada saat bersamaan, film ini juga mengusung pesan kepada para wanita untuk mencegah dan menghindari penyakit kanker serviks tersebut,” kata Tarmizi.

Film yang juga dibintangi Mathias Muchus, Della Perez, dan Zora Vidayatia ini menceritakan Maryana (Prisia Nasution), desainer batik yang sengaja pulang ke tanah kelahirannya di Singkawang untuk membuat desain batik terbarunya untuk dipamerkan di ajang Festival Batik di Berlin, Jerman.

Di balik kesuksesan Maryana, ternyata dia sangat khawatir terkena kanker serviks, setelah almarhumah ibunya meninggal akibat kanker serviks stadium 4.

“Maryana memeriksakan dirinya ke rumah sakit. Namun dia tak berani membuka amplop hasil pemeriksaan dokter karena khawatir hasilnya positif terkena kanker serviks,” beber Tarmizi.

Di sisi lain, Maryana dan suaminya Hasan (Baim Wong), ingin sekali mempunyai anak. “Namun bagaimana bisa punya anak, kalau seandainya sang istri terdeteksi kanker serviks?” ujar dia.

Cerita bertambah rumit, lewat film produksi Trazz Production dan Scene Film ini, Hasan berjumpa dengan wanita lain bernama Sarah (Della Perez), di mana selama ini Hasan dekat dengan ayahnya Della (Mathias Mucus).

“Keluarga orang tua Della tengah mengalami musibah. Ayahnya Della dipenjara karena terlibat sebuah kasus. Ia meminta Hasan menolong Della. Hasan bersedia menolong tapi ia bingung, karena ia sudah beristri, sedangkan ia punya hutan budi kepada ayahnya Della,” paparnya.

Film yang akan masuk bioskop pada 6 September mendatang ini juga mengangkat realita kehidupan masyarakat Singkawang dan menggambarkan budaya, serta objek wisata di kota tersebut.

“Film ini sekaligus menggambarkan persatuan Tidayu yang sangat baik di Singkawang. Ada juga budaya Cap Go Meh untuk mendorong pawisata Kalimantan Barat,” pungkasnya.
(tdy)
Berita Terkait
Gawat! Gelagat Zee Terbongkar?...
Gawat! Gelagat Zee Terbongkar? Saksikan The One Episode 7 di Vision+
Episode 3 Series The...
Episode 3 Series The One: Harapan Baru Untuk Tim SMBG, Nasya Marcella Malah Ngamuk
Gokil! Steve Pattinama...
Gokil! Steve Pattinama Nyusruk di Bawah Terik Pulau Bali, Simak Keseruannya!
The Banishing, Kisah...
The Banishing, Kisah Rumah Paling Berhantu di Inggris
Polisi Jadwalkan Periksa...
Polisi Jadwalkan Periksa Pemeran Film Porno pada Jumat Mendatang
Versi Baru Kisah Klasik...
Versi Baru Kisah Klasik Freaky Friday Siap Beredar
Berita Terkini
Ruben Onsu Buka Suara...
Ruben Onsu Buka Suara soal Video Viral Thalia Onsu, Singgung Pengaruh Lingkungan Anak
8 menit yang lalu
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
1 jam yang lalu
Tembus 40 Juta Views,...
Tembus 40 Juta Views, Adu Mekanik Sound Jadi Konten Paling Berkesan bagi Yongshun
11 jam yang lalu
Berkali-kali Muncul...
Berkali-kali Muncul Korban Tenggelam, Warga Mulai Curiga Ada yang Tak Beres di Tempat Ini
11 jam yang lalu
Tantangan Fajar Nugra...
Tantangan Fajar Nugra dan Givina Total Main Film Pemikat Jiwa
11 jam yang lalu
Confeti Love hingga...
Confeti Love hingga Moonlit Blush, Ini Makna di Balik Pendant Koleksi Baru Nagita Slavina x ISAGO
11 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved