Studi: Polusi Udara Tingkatkan Risiko Penyakit Ginjal Kronik

Kamis, 30 Agustus 2018 - 10:12 WIB
Studi: Polusi Udara...
Studi: Polusi Udara Tingkatkan Risiko Penyakit Ginjal Kronik
A A A
JAKARTA - Penelitian terbaru menunjukkan polusi udara bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit ginjal kronik (PGK). Penelitian ini dilakukan oleh tim dari University of Michigan yang dipublikasikan jurnal PLOS ONE. Peneliti menilai, polusi udara sama seperti halnya asap rokok.

"Seperti asap rokok, polusi udara mengandung toksin berbahaya yang dapat secara langsung mempengaruhi ginjal," kata ahli epidemiologi dari Michigan Medicine sekaligus ketua peneliti, Jennifer Bragg Gresham MS PhD.

Dilansir Science Daily, polusi udara mengandung partikel halus atau PM2.5 yang tidak memiliki bobot sehingga akan bertahan di udara lebih lama dan tanpa disadari berisiko besar terhirup. Parahnya, jika sering terhirup, dapat menyebabkan masalah kesehatan serius.

Sementara, berdasarkan data klaim Medicare dan data kualitas udara dari Center for Disease Control and Prevention menunjukkan ada hubungan antara kejadian PGK dengan konsentrasi PM2.5.

"Jika Anda melihat area-area yang sangat berpolusi dibandingkan dengan area-area yang tidak begitu berpolusi, Anda akan menemukan lebih banyak penyakit ginjal kronik (di area-area berpolusi)," ungkap salah satu peneliti, Rajiv Saran MD.

PM2.5 hampir tidak bisa dihindari, termasuk mereka yang melakukan aktivitas sederhana seperti memasak atau berkendara. Tak hanya berasal dari asap kenalpot kendaraan, polusi udara juga bisa berasal dari merokok, membakar kayu, produk kemasan spray, perkakas rumah tangga, emisi industri hingga kendaraan.

Penelitian ini juga menemukan fakta lainnya bahwa polusi udara juga mengandung logam berat seperti timah, merkuri dan cadmium. Di mana logam berat tersebut dapat memberikan dampak negatif bagi ginjal.

"Negara-negara dengan PM2.5 yang lebih tinggi secara signifikan memilik kemungkinan PGK lebih tinggi," jelas Gresham.

Peneliti menghimbau pada mereka yang memiliki masalah kesehatan untuk lebih berhati-hati ketika terpapar polusi udara. Begitu juga dengan mereka yang tinggal di daerah berpolusi untuk lebih waspada akan bahaya ini. Namun, mereka yang tinggal di wilayah berpolusi bisa menggunakan masker yang menutupi hidung dan mulut.

Cara lain pencegahan polusi udara adalah batasi waktu saat berada di luar ruangan hingga batasi waktu berkendara atau menggunakan kendaraan umum di waktu macet. "Banyak orang tidak melihat betapa seriusnya polusi udara karena ini bukan sesuatu yang bisa terlihat, tapi bukan berarti ini tidak penting bagi kesehatan Anda," tutupnya.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Sarwendah Minta Maaf...
Sarwendah Minta Maaf usai Video Kontroversial Viral, Akui Ucapannya Kurang Tepat
27 menit yang lalu
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Nana Mirdad hingga Maia Estianty Ikut Resah
1 jam yang lalu
Sinopsis Billionaire...
Sinopsis Billionaire Girl vs The Fake Lover, Streaming di Aplikasi V+Short
1 jam yang lalu
Pantai Pasir Putih,...
Pantai Pasir Putih, Junior Chef, dan Petualangan Alam Warnai Liburan Keluarga di HOMM Laguna Bintan
2 jam yang lalu
Ussy Sulistiawaty Bongkar...
Ussy Sulistiawaty Bongkar Kepribadian Asli Andhika Pratama: Pendiam Banget
2 jam yang lalu
ADOR Turunkan Gugatan...
ADOR Turunkan Gugatan terhadap Danielle dan Min Hee-jin dari Rp510 Miliar Jadi Rp390 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
15 Jurusan UI yang Sepi...
15 Jurusan UI yang Sepi Peminat, Referensi Tingkatkan Peluang Lolos SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved