Pemberian Antibiotik pada Anak Tingkatkan Risiko Obesitas

Senin, 05 November 2018 - 13:31 WIB
Pemberian Antibiotik...
Pemberian Antibiotik pada Anak Tingkatkan Risiko Obesitas
A A A
JAKARTA - Penelitian terbaru menemukan bahwa anak-anak yang diobati dengan antibiotik sebelum usia dua tahun berisiko menjadi gemuk. Peneliti Amerika Serikat (AS) melihat dampak dari pengobatan umum untuk infeksi menunjukkan bahwa gangguan bakteri dalam usus bisa memiliki efek jangka panjang pada metabolisme anak dan meningkatkan berat badan.

Dilansir Independent, dari hasil analisis kelompok anak-anak di AS menunjukkan bahwa 26% lebih mungkin didiagnosis obesitas jika mereka telah diresepkan antibiotik. Risiko kenaikan berat badan ini meningkat dengan beberapa perawatan. Peneliti juga menemukan dampak yang lebih kecil dari obat-obatan yang diambil untuk mengekang asam lambung yang berlebihan yang jarang digunakan pada anak-anak di Inggris.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Gut ini bertujuan untuk menilai penggunaan antibiotik dan resep antasid pada anak usia dini yang memiliki diagnosis obesitas. Menggunakan catatan kesehatan lebih dari 333.000 bayi yang tercatat ke dalam database Sistem Kesehatan Militer AS antara 2006 dan 2013 menunjukkan bahwa hampir tiga perempat atau 72,4% telah diresepkan antibiotik.

Pada usia tiga tahun, sebanyak 46.993 atau 14,1% anak-anak menjadi gemuk, di antaranya 9,628 belum diresepkan antibiotik atau penekan asam lambung. Karena penelitian ini observasional, maka peneliti tidak dapat menentukan penyebabnya.

“Kami menemukan bahwa resep rawat jalan untuk antibiotik dan obat penekan asam lambung dalam dua tahun pertama kehidupan dikaitkan dengan perkembangan obesitas anak usia dini. Hubungan ini menjadi lebih kuat dengan resep untuk lebih dari satu jenis obat yang mengubah mikrobiota," tulis peneliti.

Dr Max Davie, petugas promosi kesehatan untuk Royal College of Paediatrics dan Child Health, mengatakan meski ini dilaporkan sebagai penelitian terbesar dari jenisnya, terdapat keterbatasan yaitu observasi dan tidak dapat menemukan penyebabnya. Menurut Davie, informasi tentang berat badan ibu, apakah mereka merokok atau memiliki kondisi lain yang mendasarinya tidak tersedia dan ada hubungan rumit antara lingkungan dan obesitas yang perlu diperhitungkan.

“Dikatakan, tingkat obesitas pada anak di Inggris berada di titik krisis dengan satu dari tiga anak-anak kelebihan berat badan atau obesitas pada saat mereka meninggalkan sekolah dasar. Kami juga berjuang melawan resistensi antibiotik sehingga setiap dosis yang dapat dihindari sepanjang perjalanan hidup akan bermanfaat bagi penyebabnya. Oleh karena itu kami perlu mengakui temuan ini dan akan melakukan peninjauan lebih lanjut," kata Davie.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Rahasia Keluarga yang...
Rahasia Keluarga yang Bikin Baper, Ini Serunya microdrama My Sister's Secret di V+Short
22 menit yang lalu
Hidup Sebatang Kara,...
Hidup Sebatang Kara, Mas Den Akhirnya Bongkar Alasan Datang ke Perang Dukun
42 menit yang lalu
Tinggal Jauh dari Keluarga,...
Tinggal Jauh dari Keluarga, Meisya Idol Ungkap Tantangan Terberat Ikuti Indonesian Idol
1 jam yang lalu
Sule Tak Khawatir Susah...
Sule Tak Khawatir Susah Bertemu Adzam Meski Nathalie Holcsher Nikah Lagi
1 jam yang lalu
Terlihat Tenang, Ternyata...
Terlihat Tenang, Ternyata Meisya Idol Akui Sempat Kehilangan Kepercayaan Diri
1 jam yang lalu
Perut Begah Bikin Tak...
Perut Begah Bikin Tak Nyaman, Ini Tips Mencegahnya
2 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved