Gemakan Gerakan #Mulaitanpasedotan untuk Hidup Lebih Baik

Selasa, 13 November 2018 - 16:21 WIB
Gemakan Gerakan #Mulaitanpasedotan...
Gemakan Gerakan #Mulaitanpasedotan untuk Hidup Lebih Baik
A A A
JAKARTA - Gerakan #Mulaitanpasedotan tengah digemakan. Tujuannya untuk ikut berkontribusi terhadap lingkungan hidup yang lebih baik, yakni dengan mengurangi timbunan sampah plastik.

Gerapan yang diinisiasi restoran cepat saji McDonald’s Indonesia ini menjadi langkah awal perubahan besar di masa depan, khususnya di tempat makan tersebut.

“Gerakan ini bertujuan untuk mengurangi timbunan sampah plastik dengan tidak lagi menyediakan dispenser sedotan plastik di 189 gerai McDonald’s di seluruh Indonesia secara serentak,” kata Associate Director of Communications McDonald’s Indonesia Sutji Lantyka saat pencanangan Gerakan #Mulaitanpasedotan di McDonald’s Sarinah,Thamrin, Jakarta, belum lama ini.

Restoran asal Amerika Serikat ini berkomitmen untuk terus mencari solusi yang lebih ramah lingkungan untuk semua kemasan produk dan membantu membangkitkan kesadaran masyarakat mengenai masalah lingkungan yang berdampak pada Indonesia dan dunia.

Pihaknya akan terus menggunakan lebih banyak bahan ramah lingkungan untuk kemasan yang digunakan di seluruh gerainya, demi meminimalkan penggunaan dan sampah plastik. McDonald's juga terus berkomitmen untuk mengambil bagian dalam mencari solusi berkelanjutan untuk sedotan dalam skala global.

"Kami berharap gerakan ini akan mendorong masyarakat untuk berkontribusi dalam melindungi lingkungan. Kami mengajak semua orang mengambil langkah kecil untuk mengubah kebiasaan dengan tidak lagi menggunakan sedotan plastik demi membantu mengurangi jumlah sampah plastik,” terang Sutji.

McDonald's juga berkomitmen untuk terus meningkatkan keberlanjutan semua kemasan yang digunakan untuk mencapai tujuan global McDonald's, yaitu 100% perlengkapan yang digunakan oleh konsumen terbuat dari bahan-bahan yang ramah lingkungan, dapat didaur ulang, atau bersertifikasi pada 2025 dan mendaur ulang perlengkapan makan konsumen di 100% restoran McDonald’s secara global.

“Dengan tidak menyediakan sedotan plastik, maka kami bisa mengurangi 30% limbah yang berasal dari aktivitas bisnis McDonald’s,” kata Sutji.

Pihaknya memahami peraturan lingkungan, daur ulang, dan perilaku konsumen bervariasi dari kota ke kota dan negara ke negara, tetapi McDonald's berencana untuk ambil bagian dari solusi dan membantu memberikan pengaruh untuk perubahan lingkungan ke arah yang lebih baik.

Sementara, Direktur Pengelolaan Sampah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Sampah dan Bahan Berbahaya dan Beracun, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Novrizal Tahar mengapresiasi dan mendukung penuh inisiatif McDonald’s Indonesia untuk mengurangi sampah plastik dengan tidak lagi menyediakan sedotan plastik di seluruh gerainya.

“Keberadaan sampah plastik akan mengancam ekosistem dari perairan dan secara tidak langsung juga akan berdampak kepada kehidupan manusia. Persoalan sampah plastik ini menjadi persoalan yang sangat serius saat ini yang tengah dihadapi masyarakat dunia,” kata dia.

Kondisi Indonesia, kata Novrizal, tren sampah pada tahun 1995 komposisinya masih 9% dari total sampah yang ada di Indonesia. Namun pada saat ini komposisinya sudah mencapai 16-17% dari total sampah di Indonesia. Jadi trennya, semakin lama memang semakin meningkat. Hal ini terjadi karena gaya hidup dan pola konsumsi.

Dari berbagai sampah plastik itu yang menjadi serius dihadapi adalah persoalan adalah single use plastic yang digunakan, yang kemudian menjadi sampah. Misalnya bentuk kantong plastik sekali pakai, sedotan plastik sekali pakai, stereo foam, dan juga alat-alat makanan terbuat dari plastik.

Jumlah sampah plastik dari stastistik angkanya mencapai 93 juta kubik. Jumlah sampah plastik di Indonesia termasuk yang cukup dominan untuk seluruh dunia. Sehingga masalah sampah plastik ini menjadi persoalan serius bagi dunia.

“Apa yang dilakukan Mc Donald ini merupakan langkah besar dan kami berharap ini menjadi inspirasi bagi teman-teman yang bergerak di bidang restoran dan jasa makanan untuk melakukan hal yang sama. Sehingga Indonesia bisa menyelesaikan persoalan sampah plastik ini,” pungkasnya.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Cinta Laura Dukung Kegiatan...
Cinta Laura Dukung Kegiatan CFD Jadi Ajang Gen Z dan Gen Alpha Bersosialisasi
12 menit yang lalu
Stop Pakai Sarung Tangan...
Stop Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!
2 jam yang lalu
Momen Middleton Bertemu...
Momen Middleton Bertemu Mantan Pacarnya di Pernikahan Peter Phillips
2 jam yang lalu
Peter Phillips Resmi...
Peter Phillips Resmi Menikah, Absennya Pangeran Harry Jadi Sorotan
3 jam yang lalu
Tak Hanya Cantik, Audisi...
Tak Hanya Cantik, Audisi Miss Indonesia 2026 Mencari Talenta Terbaik Mulai dari Manner Impressive hingga Smart Social
3 jam yang lalu
Ikuti Audisi Miss Indonesia...
Ikuti Audisi Miss Indonesia 2026, Athaema Eswari Jumhur Sudah Persiapkan Sejak 2024
4 jam yang lalu
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved