Firehouse dan MLTR Bakal Meriahkan World Music Festival 2018

Kamis, 15 November 2018 - 15:30 WIB
Firehouse dan MLTR Bakal...
Firehouse dan MLTR Bakal Meriahkan World Music Festival 2018
A A A
JAKARTA - Sederet musisi solo maupun grup band berbagai lintas genre, generasi baik dari dalam maupun luar negeri siap memeriahkan salah satu festival musik terbaik Tanah Air tahun ini bertajuk World Music Festival (WMF) 2018. Acara ini rencananya akan digelar di di Telkom Hub Jakarta pada 11 Desember 2018 dan di Tennis Indoor Senayan pada 8—9 Desember.

Festival musik yang diinisiasi oleh MDMedia, Blanja.com dan Original Production juga bertujuan untuk meningkatkan industri musik dan kreatif Tanah Air. Sepanjang tahun ini berbagai konser yang melibatkan musisi lokal maupun mancanegara memberikan dampak positif bagi dari segi semakin menggeliatnya industri kreatif festival panggung musik berdampak pasda segi ekonomi dimana pemasukan devisa maupun citra postif bagi pariwisata Tanah Air.

Sebagai contoh Mariah Carey yang baru saja menggelar konser di Indonesia, di Magelang tepatnya. Diva musik dunia itu memposting keseruan konser berlatar candi Borobudur dan kenyaman serta keramahan masyarakat Indonesia ketika menyambangi Indonesia. Ini berdampak semakin banyak kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri.

Gelaran festival musik yang mengangkat konsep various atau mixed genre sehingga nantinya akan menyuguhkan beragam genre musik mulai dari pop, rock, jazz, reggae, R&B, dance music hingga musik etnik tradisional di atas panggung. Bukan hanya beragam genre namun festival musik yang pertama kali digelar ini juga mengusung lintas generasi sehingga dalam ajang WMF 2018 ini tak menutup kemungkinan beberapa musisi lintas generasi dan lintas genre bisa berkolaborasi dalam satu panggung.

Oleh karenanya, pihak penyeleggara pun menghadirkan sederet musisi penampil yang dihadirkan dari luar negeri adalah Firehouse, Earth Wind and Fire with Al McKay All Star, dan MLTR (Michael Learns To Rock). Sementara untuk artis musik dalam negeri, di antaranya adalah GIGI, D'Masiv, Krakatau Reunion, Reza Artamevia, Rendy Pandugo, dan Vina Panduwinata.

"Acara ini adalah bagian dari MDMedia, dimana World Music Festival adalah salah satu sarana untuk mengenalkan WMF (World Music Festival) untuk mendorong industri kreatif Indonesia, baik melalui event, musik festival dan yang lainnya," ucap Direktur Utama MDMedia Syaifudin dalam jumpa pers di Telkomsel Hub, kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (14/11/2018).

Menurut Syaifudin, pergelaran tersebut nantinya akan dibuat dengan penuh sentuhan digital, mulai dari proses ticketing hingga suasana konser dan akan menghadirkan kolaborasi antar musisi diatas panggung.

"Konsep panggung nantinya mengakomodasi pertunjukan musik dunia mulai tata panggung, tata suara multimedia dan konsep acara akan ada kolaborasi band legendaris dengan musisi millenial tanah air termasuk mengangkat art culture show tradisional ke pentas musik dunia," kata dia.

Salah satu musisi penampil Dwikki Dharmawan menilai festival musik seperti World Music Festival ini bisa menjadi semacam promosi bagi wisata tanah air dan Indonesia menjadi rumah bagi musisi seluruh dunia dengan kehadiran Michael Learns To Rock, Firehouse, Earth and Wind Experience serta musisi luar negeri lainnya.

"Festival musik seperti ini tentu berdampak positif bagi pariwisata tanah air dan menjadi rumah baru bagi musisi dieranya dulu dan era masa kini diseluruh Indonesia terutama Jakarta," ujar suami Ita Purnamasari ini.

Sementara, menurut CEO Blanja.com Jemy Confido yang turut ambil bagian dalam acara ini mengatakan bahwa WMF akan menampilkan berbagai musisi lintas genre. "WMF 2018 akan digelar dalam konsep yang menarik yaitu various atau mixed genre musik, mulai dari pop, rock, jazz, R&B, reggae, hingga dance music. Kolaborasi lintas musik ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa musik mampu menyatukan seluruh bangsa," ucap Jemy saat ditemui di lokasi yang sama.

Selain itu, rencananya World Music Festival juga akan menghadirkan musik etnik khas Indonesia untuk lebih mengenalkan kekayaan musik di Indonesia. "Menurut kita musik itu universal, language, bahkan kita mau ada musik etnik, yang semoga rutin kita gelar tiap tahun, semoga di daerah juga," ucap CEO Original Production Tommy Pratama selaku promotor World Music Festival 2018.

"Karena Indonesia juga sebenarnya market musik yang potensial, jangan sampai Singapura yang bikin acara Kita ke sana, kalau bisa kita bikin acara sendiri," tutur Tommy.
(alv)
Berita Terkait
Pengelolaan Royalti...
Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan Musik Belum Maksimal
Suaraga 2026 Hadir di...
Suaraga 2026 Hadir di Solo, Padukan Musik, Wellness, dan Budaya dalam Satu Festival
Mahalini Sukses Kuras...
Mahalini Sukses Kuras Emosi Penonton Titik Kumpul Festival Dengan Lagu-Lagu Galau
MNC Peduli Berikan Pelatihan...
MNC Peduli Berikan Pelatihan Musik untuk Siswa Sekolah Alam Tunas Mulia
Aksi Panggung Barasuara...
Aksi Panggung Barasuara Hibur Pengunjung M Bloc Space
Rayakan 28 Tahun Berkarya,...
Rayakan 28 Tahun Berkarya, Jikustik Gelar Roadshow 28 Kota
Berita Terkini
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
52 menit yang lalu
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
1 jam yang lalu
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
2 jam yang lalu
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
2 jam yang lalu
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
3 jam yang lalu
Desainer Indonesia Ditantang...
Desainer Indonesia Ditantang Jadi Agen Perubahan, Tak Lagi Sekadar Estetika
3 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved