Begini Akibatnya jika Pengobatan Penyakit Kusta Tertunda

Rabu, 30 Januari 2019 - 03:38 WIB
Begini Akibatnya jika...
Begini Akibatnya jika Pengobatan Penyakit Kusta Tertunda
A A A
JAKARTA - Diagnosis dan pengobatan terhadap penyakit kusta yang tertunda berpotensi menyebabkan komplikasi serius. Di antaranya mencakup pengrusakan, kerontokan rambut terutama pada bagian alis dan bulu mata, kelemahan otot, kerusakan saraf permanen di lengan dan kaki, ketidakmampuan untuk menggunakan tangan dan kaki, hidung tersumbat kronis, mimisan dan kolapsnya septum hidung.

Komplikasi penyakit kusta lainnya berupa iritis atau peradangan pada iris dan mata, glaukoma, penyakit mata yang menyebabkan kerusakan pada saraf optik, kebutaan, disfungsi ereksi, infertilitas hingga gagal ginjal.

Oleh karena itu, perlu diketahui cara pencegahan penyakit kusta untuk menghindari komplikasi yaitu dengan menghindari kontak jangka panjang dan dekat dengan orang yang terinfeksi kusta namun tidak diobati.

Dilansir dari situs resmi WHO, kusta dapat disembuhkan dengan kombinasi obat yang dikenal sebagai terapi multidrug (MDT), karena pengobatan kusta dengan hanya satu obat antileprosy (monoterapi) akan menghasilkan pengembangan resistensi obat terhadap obat tersebut.

Kombinasi obat yang digunakan dalam MDT tergantung pada klasifikasi penyakit. Rifampicin, obat antileprosy yang paling penting, termasuk dalam pengobatan kedua jenis kusta.

Untuk pengobatan pasien dengan kusta multibasiler, WHO merekomendasikan kombinasi rifampisin, klofazimin, dan dapson; untuk pasien dengan lepra paucibacillary, MDT menggunakan kombinasi rifampisin dan dapson.

Meski penyakit kusta tidak mudah menyebar, namun ada kelompok tertentu yang lebih rentan terhadap penularan kusta. Salah satunya mereka yang mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Sejumlah penelitian juga menemukan bahwa beberapa orang tertentu memang secara genetik lebih kebal terhadap bakteri penyebab kusta. Karena itu, orang yang tidak memiliki gen tersebut jadi lebih rentan mengalami kusta.
(nug)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Lisa BLACKPINK Kepergok...
Lisa BLACKPINK Kepergok Makan Malam Bareng Pria Misterius dan Keluarga, Punya Pacar Baru?
33 menit yang lalu
Tak Sekadar Hilangkan...
Tak Sekadar Hilangkan Bau Badan, Deodoran Tawas Dorong Gaya Hidup Sehat
7 jam yang lalu
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps. 9: Rendi Mulai Curiga Pada Laura
13 jam yang lalu
Momen Seru Meet n Greet...
Momen Seru Meet n Greet KIKO di FOMBEX (Forever Mom & Baby Expo) ICE BSD
14 jam yang lalu
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 20: Kampung Sindang Barang Semakin Tegang, Telepon dari Adit Mengubah Segalanya
14 jam yang lalu
Rayakan Ultah ke-28,...
Rayakan Ultah ke-28, Ini Harapan Terbesar Aurel Hermansyah
15 jam yang lalu
Infografis
7 Gejala Awal Penyakit...
7 Gejala Awal Penyakit Ginjal yang Terlihat di Kaki dan Tangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved