Serawak Buka 6 Stan di Festival Crossborder Aruk

Kamis, 21 Februari 2019 - 10:16 WIB
Serawak Buka 6 Stan...
Serawak Buka 6 Stan di Festival Crossborder Aruk
A A A
JAKARTA - Dukungan untuk Kalimantan Crossborder Festival 2019 dibuktikan Serawak, Malaysia. Rencananya, perwakilan Serawak akan membuka enam stand saat Festival Crossborder di Aruk, Sambas, Kalimantan Barat. Festival Crossborder Aruk akan digelar 23-24 Februari, di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kalimantan Barat (Kalbar). Atraksi utama event ini adalah penampilan penyanyi Goyang Dua Jari Sandrina dan Belinda.

Festival Crossborder Aruk akan diikuti pelaku ekonomi Serawak. Mereka akan mengisi 6 dari 12 stand pameran.

Konjen RI di Kuching, Malaysia, Yonny Tri Prayitno, mengatakan, event ini akan menjadi media branding sekaligus penguatan network bisnis 2 negara di perbatasan.

“Kami sangat gembira karena semua antusias menyambut bergulirnya acara. Festival ini punya arti yang strategis. Menjadi ajang silaturahmi bagi masyarakat di dua negara. Lebih penting lagi terciptanya iklim bisnis dan ekonomi yang bagus di perbatasan. Sebab, Serawak, Malaysia, ini membawa serta perusahaan yang bergerak di berbagai sektor,” kata Yonny, Selasa (19/2/2109).

Perusahaan Malaysia yang akan ambil bagian adalah Rimbun Sawit Sdn.bhd (Soppoa), STB Sarawak Tourism Board, Innosar Holiday Sdn.bhd (Travel Agency), Sematan Beach and Resort (TREX by Mr. Lee Chin Teck), KPJ Hospital, juga DANAWA Sdn.bhd. Kehadiran para industri ini tentu menjadi angin segar deal bisnis.

“Kehadiran TA/TO dari Malaysia ini tentu membuka potensi deal-deal untuk sektor pariwisata. Sebab, potensi Aruk dan Sambas sebagai destinasi wisata ini sangat besar. Kehadiran TA/TO ini tentunya harus dimanfaatkan secara optimal. Industri pariwisata lokal bisa menyiapkan paket wisata terbaiknya,” jelas Yonny lagi.

Stand Malaysia nantinya akan bersanding dengan produk lokal Sajingan, Dekranasda, PHRI, JWTV, dan CSMTV. Ada juga stand khusus produk pertanian, GenPI, Dispora, GOW, juga PKK.

“Ada banyak hal positif yang bisa didapatkan dari festival ini. Kehadiran 6 industri dari Malaysia tentu jadi peluang sangat positif. Tentu akan ada interaksi bisnis di situ. Bagaimanapun, festival ini diarahkan juga untuk menggerakan ekonomi di perbatasan. Dengan kehadiran mereka, akselerasinya tentu makin kompetitif,” ungkap Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung.

Menegaskan keseriusan mengoptimalkan aspek bisnis, Kementerian Pelancongan Serawak berencana melakukan kunjungan. Tujuannya untuk mengecek kesiapan venue jelang event. Mereka akan berada di Aruk, Sambas, pada Jumat (22/2/2019). Seluruh peserta pameran akan ditempatkan dalam stand khusus dengan ukuran 3x3 Meter.

“Secara umum, persiapan sudah maksimal. Yang jelas, festival tahun ini akan lebih semarak. Sebab, ada banyak agenda. Pesertanya juga dari berbagai latar belakang. Jadi, pastikan festival ini menjadi destinasi terbaik untuk liburan. Segera saja atur perjalanan menuju ke crossborder Aruk,” papar Adella lagi.

Selain 6 perusahaannya, Negeri Jiran juga mengirimkan komunitas Moge SAM. Mereka akan masuk ke PLBN Aruk dengan kekuatan 800-900 bikers. Moge SAM sebelumnya berkonvoi dari Kantor KJRI di Kuching pada Sabtu (23/2/2019), pukul 7.30 waktu setempat. Konvoi menuju Kalimantan Crossborder Festival 2019 edisi Aruk ditandai flag off start oleh Konjen RI di Kuching.

“Profil Kalimantan Crossborder Festival 2019 edisi Aruk ini sangat menarik. Hubungan harmonis kedua negara benar-benar sangat terasa. Selain pergerakan masyarakatnya, ada banyak institusi yang terlibat. Hal ini tentu sangat bagus bagi masa depan crossborder Aruk secara menyeluruh,” terang Kepala Bidang Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono.
Serawak Buka 6 Stan di Festival Crossborder Aruk

Potensi pertumbuhan ekonomi memang terbuka di Aruk dan Sambas secara keseluruhan. Sebab, arus masuk wisatawan melalui pintu PLBN Aruk sangat positif. Sepanjang Januari-November 2018, PLBN Aruk dilewati 11.613 orang wisatawan. Jumlah ini naik 42,02% dari periode sama pada 2017, lalu angka riilnya 8.177 orang. Dominasi kunjungan 93,1% atau 10.809 orang adalah wisatawan Malaysia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memperediksi akan ada lonjakan signifikan arus masuk wisatawan Malaysia dari pintu Aruk. "Sebab, jumlah peserta resminya sangat banyak. Belum lagi masyarakat umum dari Serawak. Selain berbagai kegembiraan, kami yakin akan ada perbaikan ekonomi signifikan bagi kedua negara dari pintu PLBN Aruk ini,” pungkas Menpar Arief.
(akn)
Berita Terkait
Tumbuhkan Pariwisata,...
Tumbuhkan Pariwisata, Disbudpar Kota Batam Gelar Parekraf Festival
Pagelaran Big Bang Festival...
Pagelaran Big Bang Festival 2024 Dorong Pertumbuhan Pariwisata
Bangkitkan Kembali Industri...
Bangkitkan Kembali Industri Pariwisata Melalui Festival Meti Kei
Menjelma Jadi Daya Tarik...
Menjelma Jadi Daya Tarik Wisata, BFF 2020 Geliatkan Pariwisata Kota Batam
Gerakkan Sektor Pariwisata,...
Gerakkan Sektor Pariwisata, Jabar Gelar Festival Kebudayaan dan Pariwisata
Menggeliat Kembali,...
Menggeliat Kembali, Jabar Gelar Ekraf Film Festival 2020 saat Pandemi
Berita Terkini
Ramzi Geram Putrinya...
Ramzi Geram Putrinya Dituding Jadi Orang Ketiga, Dukung Rizky Billar Tempuh Jalur Hukum
1 jam yang lalu
RSCM Apresiasi Donor...
RSCM Apresiasi Donor Darah MNC Peduli, Bantu Penuhi Kebutuhan 100 Kantong Darah per Hari
2 jam yang lalu
Jajang C Noer Sebut...
Jajang C Noer Sebut Nadiem Makarim Tak Bersalah, Kritik Vonis 10 Tahun Penjara
3 jam yang lalu
Cara Efisien Pengurusan...
Cara Efisien Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis Perusahaan
4 jam yang lalu
Usai Dikawal Rieke Diah...
Usai Dikawal Rieke Diah Pitaloka, Kasus Nikita Mirzani Kini Dipantau Komisi Yudisial
5 jam yang lalu
Sidang PK Nikita Mirzani,...
Sidang PK Nikita Mirzani, Kuasa Hukum Menangis Minta Kliennya Dihadirkan
5 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved