Pentingnya Skrining Bayi Baru Lahir untuk Deteksi Penyakit Langka

Jum'at, 01 Maret 2019 - 04:30 WIB
Pentingnya Skrining...
Pentingnya Skrining Bayi Baru Lahir untuk Deteksi Penyakit Langka
A A A
JAKARTA - Ahli Nutrisi dan Penyakit Metabolik Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI RSCM, Dr. dr. Damayanti R Sjarif, SpA(K) mengatakan pentingnya newborn screening atau skrining bayi baru lahir untuk mendeteksi penyakit langka sedini mungkin. Pasalnya, penyakit jenis ini sebesar 80% disebabkan oleh genetik dan 20% dipicu karena faktor lingkungan.

Sayangnya, skrining ini belum diterapkan di Indonesia, melainkan di negara tetangga seperti Jepang dan Malaysia. Padahal, melalui newborn screening, dapat diketahui kelainan metabolisme seperti asam amino, bahan organik, asam lemak, endokrine, dan hemato pada anak sehingga penyakit langka dapat terdeteksi.

Seperti diketahui, penyakit langka seperti lysosomal storage disorders merupakan penyakit metabolisme bawaan yang terjadi akibat kurangnya enzim tertentu dalam tubuh.

"Kalau kita melakukan skrining, maka yang diskrining adalah penyakit yang bisa diobati. Nah, kalau penyakit itu bisa diobati dan skrining dilakukan, negara yang bertanggung jawab membayari terapinya. Itu yang belum dilakukan di negara Indonesia sampai sekarang. Negara tetangga sudah melakukan skrining seperti Jepang, Malaysia," kata Dr. Damayanti saat acara Hari Penyakit Langka Sedunia bersama Sanofi dan Yayasan MPS & Penyakit Langka Indonesia di Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Seperti halnya yang dilakukan oleh Rahmania Sashikirana, pasien penyakit langka fenilketonuria (PKU) yang disebabkan asam amino bernama fenilalanin menumpuk di dalam tubuh. Penyakit ini menyebabkan kerusakan otak, cacat intelektual, gejala perilaku, atau kejang. Namun, dengan melakukan newborn screening sejak usia 12 hari di Jepang, Sashi terdeteksi sedini mungkin sehingga mendapatkan penanganan yang tepat dan dapat beraktivitas seperti anak pada umumnya.

Di sisi lain, Dr. Damayanti menjelaskan, bahwa skrining juga membantu para orangtua yang kedepannya ingin memiliki anak kembali, namun takut memiliki risiko penyakit yang sama. Jika orangtua baik ibu atau bapak ditemukan pembawa sifat penyakit langka, dr. Damayanti menyarankan sang ibu menjalani bayi tabung.

"Dipastikan, anaknya punya kelainan apa. Setelah ketemu, nanti bapak ibunya diperiksa lagi, kalau kebetulan bapak ibunya tidak ada (pembawa sifat penyakit langka), dia bisa punya anak lain dengan risiko yang lebih kecil. Tetapi jika ada, kita bisa membuat bayi tabung, dan dilihat mana embrio yang sehat baru nanti itu yang akan dimasukkan ke rahim ibu," kata dia.

Sementara, secara umum terdapat hingga 7.000 jenis penyakit yang dapat diklasifikasikan sebagai penyakit langka. Di Asia Tenggara, lebih dari 45 juta orang atau sekitar 9% dari populasinya menderita penyakit langka. Penyakit langka biasanya bersifat kronis, progresif, dan mengancam kehidupan penderita.
(alv)
Berita Terkait
Meningkatkan Akses Layanan...
Meningkatkan Akses Layanan Konseling Keluarga Jakarta melalui Mobil SAPA
Langgar Protokol Kesehatan,...
Langgar Protokol Kesehatan, Angkutan Umum Akan Ditindak Tegas
Transportasi Umum Harus...
Transportasi Umum Harus Higienis dan Terapkan Protokol Kesehatan
Kuliah Umum UMJ Bahas...
Kuliah Umum UMJ Bahas Pentingnya Transformasi Sistem Kesehatan Nasional
Unpad Jadi Kampus Terbaik...
Unpad Jadi Kampus Terbaik Hasilkan Artikel Ilmiah Umum dan Kesehatan
Libur Panjang, DKI Perketat...
Libur Panjang, DKI Perketat Pengawasan Prokotol Kesehatan di Tempat Umum
Berita Terkini
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
7 jam yang lalu
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
7 jam yang lalu
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
8 jam yang lalu
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
8 jam yang lalu
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
9 jam yang lalu
Desainer Indonesia Ditantang...
Desainer Indonesia Ditantang Jadi Agen Perubahan, Tak Lagi Sekadar Estetika
9 jam yang lalu
Infografis
Muhammad Jadi Nama Terpopuler...
Muhammad Jadi Nama Terpopuler untuk Bayi Lelaki di Inggris Raya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved