Kuliner Gado-gado dan Soto Betawi Tersedia di Vancouver

Kamis, 04 April 2019 - 08:08 WIB
Kuliner Gado-gado dan...
Kuliner Gado-gado dan Soto Betawi Tersedia di Vancouver
A A A
Konsulat Jenderal RI (KJRI) Vancouver menggelar Kuliner Lunch Series pertama di Restoran The Holy Crab, Vancouver, British Columbia, Kanada, pekan lalu. Program yang dibuka Konsul Jenderal RI Vancouver Tuti Irman ini adalah upaya untuk terus menghadirkan masakan Indonesia yang memang masih sangat sulit ditemui di Vancouver dan sekitarnya.

Menurut Tuti, kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama KJRI dengan Diaspora Indonesia, Henri William pemilik Restoran The Holy Crab, Liza Wajong dari Nusa Coffee, Matthew Riyanto dari Permai BC, Richard Chen dari Tempea, dan Chef Djaka Putra dari Refection Dining, serta Chef Lulu.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada pengunjung yang sudah jauh-jauh datang dari luar kota seperti dari Victoria, khusus untuk menikmati makanan Indonesia,” ujar Tuti, dalam keterangan tertulis KJRI. Tuti mengatakan Kuliner Lunch Series tersebut akan dilaksanakan sepanjang 2019 agar lebih banyak penduduk yang dapat menikmati kuliner Indonesia.

Jenis-jenis kuliner yang tersaji dalam ajang itu di antaranya menu gado-gado dan soto betawi, yang ditutup dengan kue ubi dan secangkir teh celup Sosro dan Tong Tji. Menu khas Betawi tersebut dipilih untuk mengawali promosi kuliner karena ingin memperkenalkan makanan khas ibu kota Indonesia. Selanjutnya, ada juga menu-menu dari 34 provinsi di Indonesia yang masing-masing memiliki kekhasan tersendiri, di antaranya nasi goreng dan rendang.

Peserta Kuliner Lunch Series adalah penduduk setempat yang membeli tiket secara daring dan beberapa tamu KJRI Vancouver yang terdiri atas Pemerintah Kota Kanada, pelaku bisnis, tur operator, travel writer, dan beberapa media seperti Georgia Straight, CBC Radio, dan Vanfoodies. Kegiatan seperti ini diyakini dapat mendorong peningkatan kerja sama baik dalam bidang budaya, pariwisata, maupun perdagangan dan investasi.

Sebelum itu di kota yang sama, 22 Maret lalu, KJRI juga berpartisipasi dalam Vancouver Fashion Week (VFW) lewat karya dua desainer kelas dunia asal Indonesia: Novita Yunus dengan label “NY” dan diaspora Indonesia di Vancouver, yaitu Bernarda Antony dengan label “BERNARDA”.

Kedua desainer menampilkan busana khas Indonesia dengan perpaduan corak batik dan bahan mayoritas tenun, khususnya Tenun Toraja. Langkah anggun 13 peragawati yang membawakan tidak kurang dari 13 gaun koleksi Novita dan Bernarda mendapat sambutan meriah dari pengunjung yang memadati Gedung David Lam Hall, Vancouver.

Pergelaran busana internasional VFW diselenggarakan dua kali dalam setahun itu menampilkan koleksi busana musim semi/panas dan musim gugur/dingin dari para desainer lokal Kanada maupun dari mancanegara. Dalam VFW edisi Spring/Summer 2019, kali ini tak kurang dari 70 desainer maupun sekolah mode tampil membawakan rancangannya.

Dengan penampilan Indonesia pada peragaan busana kali ini diharapkan agar publik setempat dapat lebih mengenal produk dan budaya Indonesia, khususnya di wilayah pantai Barat Kanada. Selain acara Vancouver Fashion Week, di KJRI Vancouver, Novita dan Bernarda juga menjadi pembicara dalam acara

“Klinik Busana” yang diselenggarakan KJRI Vancouver dengan DWP KJRI Vancouver, 23 Maret lalu. Acara dihadiri Konjen RI, Ketua dan anggota DWP, serta masyarakat Indonesia di sekitar Vancouver. Selanjutnya pada 24 Maret, KJRI Vancouver bekerja sama dengan Canadian Indonesian Social Club (CISC) menyelenggarakan “fashion show” di Kota Calgary, Provinsi Alberta. Acara itu dihadiri lebih dari 100 masyarakat Indonesia di sana.
(don)
Berita Terkait
Kolaborasi Budaya Indonesia...
Kolaborasi Budaya Indonesia dan Malaysia dalam Festival Kita Serumpun
Gopek House, Lestarikan...
Gopek House, Lestarikan Kelezatan Kuliner Indonesia Peranakan melalui Pengalaman Kuliner Unik
Sarirasa Group Melalui...
Sarirasa Group Melalui Pantura Ungkap Kembali Perjalanan Rasa Jawa yang Terlupakan
Bantu Bisnis Kuliner...
Bantu Bisnis Kuliner Skala UKM, Endeus Gelar Cooking Class Virtual Gratis!
7 Makanan Paling Populer...
7 Makanan Paling Populer Khas Dayak, Salah Satunya Tempoyak dari Durian yang Difermentasi
5 Hidangan Alpukat ala...
5 Hidangan Alpukat ala Koki Berbintang Michelin
Berita Terkini
Nathalie Holscher Resmi...
Nathalie Holscher Resmi Menikah, Sule Ucapkan Selamat dan Titip Adzam
2 jam yang lalu
Sah! Nathalie Holscher...
Sah! Nathalie Holscher Resmi Menikah dengan Arief Fadli, Jawaban Doa Umrah
2 jam yang lalu
Sambangi Polres Jakarta...
Sambangi Polres Jakarta Selatan, Amanda Manopo Siap Laporkan Pihak Manajemen
4 jam yang lalu
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps 20: Kedekatan Elio dan Arumi Semakin Menjadi Sorotan
4 jam yang lalu
My Chef In Crime, Serial...
My Chef In Crime, Serial Thriller Kriminal Kuliner Pertama di Indonesia yang Siap Hadir di VISION+
4 jam yang lalu
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 31: Bunda Latifah Terus Mendesak Mining Untuk Segera Mencari Jaka
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved