Rumah Sakit yang Tidak Bersih Bisa Jadi Sumber Infeksi

Senin, 08 April 2019 - 13:58 WIB
Rumah Sakit yang Tidak...
Rumah Sakit yang Tidak Bersih Bisa Jadi Sumber Infeksi
A A A
SEBAGAI institusi pelayanan kesehatan, rumah sakit memang sangat rentan dengan penularan bakteri penyakit. Lingkungan rumah sakit yang tidak bersih dapat menambah risiko penyebaran infeksi.

Dra Cucu Cakrawati Kosim MKes, Kepala Subdirektorat Penyehatan Udara, Tanah, dan Kawasan, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, mengatakan, semakin melonjaknya jumlah pasien dan pengunjung rumah sakit, risiko penyebaran infeksi pun semakin menjadi tantangan besar bagi para pengelola rumah sakit.

“Karena itu, upaya mengantisipasi penyebaran infeksi sebagai bagian penting dari peningkatan standar pelayanan rumah sakit harus terus dilaksanakan dan dimonitor sesuai standard operational procedure yang berlaku,” ujarnya dalam diskusi bertema “Indonesia Hygiene Forum Angkat Pentingnya Kebersihan Seluruh Permukaan Fasilitas di Lingkungan Rumah Sakit untuk Pencegahan Infeksi” yang diadakan PT Unilever Indonesia Tbk.

Sementara itu, menurut dr Anis Karuniawati SpMK PhD, dokter spesialis mikrobiologi klinis, riset membuktikan bahwa lingkungan rumah sakit yang tidak higienis berpotensi menjadi sumber infeksi. Awalnya, bakteri pada tubuh pasien menempel pada permukaan sekitar pasien. Bakteri ini hidup dan bertahan pada permukaan, lalu mengontaminasi benda dan orang atau pasien lain.

Bakteri kemudian berpindah dari satu orang ke orang lainnya, sehingga bakteri dari pasien rawat sebelumnya akhirnya menjangkiti pasien rawat berikutnya. “Maka itu, higienitas menjadi sangat penting karena semakin rendah jumlah bakteri dalam lingkungan, semakin rendah pula risiko terjadinya infeksi,” beber dr Anis.

Dia menambahkan, penyebaran infeksi melalui permukaan benda hidup (tangan) dapat diinterupsi melalui perilaku mencuci tangan dengan sabun (hand hygiene ) atau tindakan antiseptik lainnya. Sementara, penyebaran melalui benda mati harus diinterupsi melalui pembersihan, disinfeksi, atau sterilisasi.

Menurutnya, pemilihan disinfektan dan metode disinfeksi sepatutnya mempertimbangkan beberapa hal, seperti sifat benda yang akan mendapatkan tindakan disinfeksi, jumlah mikroba pada permukaan, resistensi mikroba terhadap efektivitas disinfektan, jumlah kotoran yang terkandung pada permukaan, tipe dan konsentrat disinfektan yang digunakan, serta suhu dan waktu kontak dengan disinfektan.

Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) dr Kuntjoro Adi Purjanto MKes menyatakan, rumah sakit wajib melaksanakan program pencegahan dan pengendalian infeksi yang terintegrasi, terprogram, dan terpantau. Contohnya dengan membatasi transmisi organisme dari atau antar pasien melalui cuci tangan dan penggunaan sarung tangan, melakukan disinfeksi untuk mengontrol risiko penularan dari lingkungan, serta memastikan kebersihan lingkungan rumah sakit dan seluruh permukaan fasilitas rumah sakit, termasuk lantai.

Sementara itu, Drg Ratu Mirah Afifah GCClinDent MDSc selaku Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia menuturkan, berbicara tentang higienitas permukaan fasilitas di lingkungan rumah sakit, permukaan lantai sering kali masih luput dari perhatian.

Padahal, penelitian yang dilakukan Association of Professionals in Infection Control and Epidemiology (APIC) tahun 2017 menemukan bahwa lantai rumah sakit memiliki risiko tinggi dalam menyebarkan infeksi, di mana lantai di ruang pasien terbukti mengalami kontaminasi bakteri.

“Tanpa kita sadari, turbulensi udara di dalam atau luar ruangan dapat membawa bakteri yang terdapat di lantai dan menyebarkan penyakit. Melalui diskusi ini, kami ingin membangkitkan kesadaran seluruh pihak terkait untuk bersama-sama meningkatkan higienitas rumah sakit secara lebih menyeluruh,” papar drg Mirah.
(don)
Berita Terkait
Meningkatkan Akses Layanan...
Meningkatkan Akses Layanan Konseling Keluarga Jakarta melalui Mobil SAPA
Langgar Protokol Kesehatan,...
Langgar Protokol Kesehatan, Angkutan Umum Akan Ditindak Tegas
Transportasi Umum Harus...
Transportasi Umum Harus Higienis dan Terapkan Protokol Kesehatan
Kuliah Umum UMJ Bahas...
Kuliah Umum UMJ Bahas Pentingnya Transformasi Sistem Kesehatan Nasional
Kadishub DKI Sebut Penumpang...
Kadishub DKI Sebut Penumpang Angkutan Umum Lebih Taat Protokol Kesehatan
Unpad Jadi Kampus Terbaik...
Unpad Jadi Kampus Terbaik Hasilkan Artikel Ilmiah Umum dan Kesehatan
Berita Terkini
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps. 9: Rendi Mulai Curiga Pada Laura
2 jam yang lalu
Momen Seru Meet n Greet...
Momen Seru Meet n Greet KIKO di FOMBEX (Forever Mom & Baby Expo) ICE BSD
4 jam yang lalu
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 20: Kampung Sindang Barang Semakin Tegang, Telepon dari Adit Mengubah Segalanya
4 jam yang lalu
Rayakan Ultah ke-28,...
Rayakan Ultah ke-28, Ini Harapan Terbesar Aurel Hermansyah
5 jam yang lalu
Mengapa Api Jadi Simbol...
Mengapa Api Jadi Simbol Penyucian? Ki Atmo Akhirnya Ungkap Filosofi di Balik Ritual Ini
6 jam yang lalu
Ki Atmo Ungkap Alasan...
Ki Atmo Ungkap Alasan Tapa Bisu Harus Dilakukan Tanpa Berbicara, Ternyata Punya Makna Mendalam
7 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved