Cabai Dapat Memperlambat Penyebaran Kanker Paru

Selasa, 09 April 2019 - 16:31 WIB
Cabai Dapat Memperlambat...
Cabai Dapat Memperlambat Penyebaran Kanker Paru
A A A
JAKARTA - Senyawa alami capsaicin dari cabai dapat mewakili terapi baru untuk memerangi metastasis pada pasien kanker paru-paru.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Universitas Marshall, Amerika Serikat senyawa capsaicin ini dapat membuka jalan bagi pengobatan baru terhadap penyakit mematikan itu. Sebagian besar kematian terkait kanker terjadi ketika kanker menyebar ke lokasi yang jauh, suatu proses yang disebut metastasis.

"Kanker paru-paru dan kanker lain biasanya bermetastasis ke lokasi sekunder seperti otak, hati atau tulang, membuat penyakit ini sulit diobati," kata Jamie Friedman, seorang kandidat doktor yang melakukan penelitian di Universitas Marshall di AS.

"Studi kami menunjukkan bahwa senyawa alami capsaicin dari cabai dapat mewakili terapi baru untuk memerangi metastasis pada pasien kanker paru-paru," tambah Friedman sebuah pernyataan seperti dilansir The Indian Express.

Dalam percobaan yang melibatkan tiga baris sel kanker paru-paru sel manusia yang tidak dikultur, para peneliti mengamati bahwa capsaicin bisa menghambat invasi. Ini menjadi langkah pertama dari proses metastasis.

Para peneliti melakukan percobaan pada tikut. Hasilnya, menemukan bahwa tikus dengan kanker metastasis yang mengonsumsi capsaicin menunjukkan area sel kanker metastatik yang lebih kecil di paru-paru dibandingkan dengan tikus yang tidak menerima pengobatan.

Eksperimen tambahan mengungkapkan bahwa capsaicin menekan metastasis kanker paru-paru dengan menghambat aktivasi protein Src. Protein ini berperan dalam pensinyalan yang mengontrol proses seluler seperti proliferasi, diferensiasi, motilitas, dan adhesi.

"Kami berharap suatu hari capsaicin dapat digunakan dalam kombinasi dengan kemoterapi lainnya untuk mengobati berbagai kanker paru-paru," jelas Friedman.

"Namun, menggunakan capsaicin secara klinis bukan tanpa efek samping. Mengkonsumsi capsaicin dari cabai ini berefek tidak menyenangkan, meliputi iritasi gastrointestinal, kram perut, dan sensasi terbakar," tuturnya. (Baca juga: Memberi Nutrisi Tepat Sangat Membantu Anak Bereksplorasi ).

Para peneliti sedang bekerja untuk mengidentifikasi analog capsaicin yang tidak akan menyengat sambil tetap mempertahankan aktivitas anti-tumor capsaicin. Mereka juga berusaha mengidentifikasi senyawa alami, seperti capsaicin yang tidak menyengat dengan aktivitas antikanker.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Ribuan Penonton Koplove...
Ribuan Penonton Koplove Fest Vol. 4 Nikmati Festival dengan Perlindungan MNC Life
9 menit yang lalu
Audy Item Hamil Anak...
Audy Item Hamil Anak Ketiga di Usia 43 Tahun, Iko Uwais Akui Lebih Protektif
38 menit yang lalu
Ruben Onsu Tak Kejar...
Ruben Onsu Tak Kejar Kemenangan Hak Asuh Anak, Ini Tujuan Sebenarnya
1 jam yang lalu
Pihak Ruben Onsu Siap...
Pihak Ruben Onsu Siap Jadikan Video Live Sarwendah Bukti di Sidang Gugatan Hak Asuh Anak
1 jam yang lalu
Petisi Boikot Sarwendah...
Petisi Boikot Sarwendah Tembus 95 Ribu Tanda Tangan, Ruben Onsu: Itu Konsekuensi Bukan Rekayasa
2 jam yang lalu
10 Tips Bikin Video...
10 Tips Bikin Video Review Tembus Jutaan Penonton ala Konten Kreator Riandi Lamusu
4 jam yang lalu
Infografis
15 Kolonel Pecah Bintang...
15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved