Nikmati Lagu Tradisional Papua Saat Festival Crossborder Keerom 2019, Dijamin Bergoyang

Senin, 15 April 2019 - 17:44 WIB
Nikmati Lagu Tradisional...
Nikmati Lagu Tradisional Papua Saat Festival Crossborder Keerom 2019, Dijamin Bergoyang
A A A
KEEROM - Tanah Papua kaya akan budaya. Sejumlah lagu tradisionalnya juga sudah sangat akrab. Kalau kalian berencana hadir di Festival Crossborder Keerom 2019, coba deh dengar lagu-lagu tradisional Papua. Kalian dijamin bakal ikut bergoyang.

Festival Crossborder Keerom 2019 akan digelar 3-5 Mei 2019. Lokasinya di Lapangan Swakarsa, Waris, Kabupaten Keerom, Papua. Event ini akan dimeriahkan band-band reggae. Seperti Ras Muhammad, Mixmate, Corby-The Comen Rasta, dan XD Band.

“Banyak karya seni dan budaya dimiliki Papua. Mereka menciptakan beragam lagu tradisional yang sudah sangat akrab. Ada lagu daerah hingga kekinian. Semuanya populer,” ungkap Gorby, vokalis The Comen Rasta, Senin (15/4/2019).

Salah satu lagu tradisional Bumi Cenderawasih yang paling terkenal adalah Yamko Rambe Yamko. Lagu ini bercerita tentang peperangan antar suku. Liriknya diantaranya, ‘Hee Yamko Rambe Yamko, Aronawa Kombe’. Artinya, ‘hai jalan yang dicari sayang, perjanjian’.

“Kami terus berusaha menyuarakan nyanyian anak Papua agar dikenal dunia. Papua sangat kaya. Alam, budaya, dan bahasanya sungguh luar biasa. Semuanya kami angkat melalui nyanyian dan alunan musik Papua. Kami berharap, Festival Crossborder Keerom 2019 makin mempopulerkan Papua beserta lagu-lagu khasnya,” jelas Gorby lagi.

Lagu daerah Papua lainnya yang sudah sangat akrab adalah ‘Apuse’. Lagu ‘Apuse’ bercerita tentang seorang anak yang akan pergi merantau ke Teluk Doreri. Dia lalu berpamitan dengan kakeknya. Penggalan liriknya yaitu, ‘Apuse kokon dao, Yarabe soren Doreri, Wuf lenso bani nema baki pase’.

Lirik lagu Apuse memiliki arti dalam. Diantaranya, ‘Kakek-nenek, aku mau pergi ke negeri seberang, Teluk Doreri’. ‘Pegang sapu tangan, lalu melambaikan tangan’.

Karya lainnya adalah ‘E Mambo Simbo’. Lagu ini bercerita pertemuan ayah dan anak yang lama terpisah. Liriknya sederhana dan terdiri pengulangan kata, tapi musiknya sangat riang.

Lirik lagu ‘E Mambo Simbo’ diantaranya, E Mambo Simbo. E Mambo Simbo, E...Mambo Simbo. Untuk lirik reff-nya, Mambo yaya yaya-e. Mambo yaya yaya-e. Untuk mengiringi lagu ini, masyarakat di Papua biasanya menggunakan hentakan alat perkusi dan petikan gitar.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani mengatakan, lagu asal Papua itu fenomenal.

“Lagu-lagu asal Papua sangat familiar. Siapapun tahu bahkan hafal liriknya. Musiknya khas penuh energi. Seolah mereka ingin berbagi semangat dengan pendengarnya. Silahkan eksplorasi keindahan lagu Papua saat Festival Crossborder Keerom 2019. Sebab, event ini akan menjadi pesta musik terbaik perbatasan di awal Mei nanti,” terang Ricky.

Ada juga loh satu lagu yang sangat dikenal anak-anak jaman now. Namanya ‘Sajojo’. Lagu ini menjadi pengiring Tari Sajojo hingga senam. Tari Sajojo sering ditampilkan untuk menyambut tamu. Tari ini juga kerap dibawakan dalam agenda acara adat. Sajojo bercerita tentang paras cantik gadis Papua. Karena rupawan, sanga gadis pun sangat disayangi orang tuanya. Hingga, banyak jejaka yang mengaguminya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun menegaskan, wisatawan harus mengenal kekayaan Papua secara utuh saat berada di Festival Crossborder Keerom 2019.

“Papua ini luar biasa. Semua aspek sangat eksotis. Ada banyak lagu-lagu tenar yang diciptakan di Papua. Karakternya sangat kuat dengan warna keseharian masyarakat. Festival Crossborder Keerom 2019 tentu jadi meomentum terbaik untuk mengenal Papua secara utuh. Pastikan awal Mei semua berkumpul di Keerom, termasuk masyarakat Papua Nugini,” tutup Menpar.
(akn)
Berita Terkait
Kementerian Pariwisata...
Kementerian Pariwisata Jadikan Bissoloro sebagai Desa Wisata
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Akademisi Sarankan Olahraga...
Akademisi Sarankan Olahraga dan Pariwisata Jadi Satu Kementerian
BPKP Kawal Akuntabilitas...
BPKP Kawal Akuntabilitas Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
15 Desa di Bulukumba...
15 Desa di Bulukumba Terima Penghargaan dari Kementerian Pariwisata
Gaji PNS Kementerian...
Gaji PNS Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2024
Berita Terkini
Sunscreen Ringan Jadi...
Sunscreen Ringan Jadi Pilihan Perlindungan Kulit Harian di Iklim Tropis
7 jam yang lalu
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
8 jam yang lalu
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Usia 30-an Lutut Mulai...
Usia 30-an Lutut Mulai Rewel? Mengapa Welmove Bukan Hanya Suplemen untuk Orang Tua
9 jam yang lalu
My Devil President:...
My Devil President: Microdrama CEO yang Penuh Plot Twist
10 jam yang lalu
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Swift Vows Love Story Unfolds di V+Short, Kisah Cinta CEO
10 jam yang lalu
Infografis
Daftar 26 Jalan Tol...
Daftar 26 Jalan Tol yang Diskon hingga 20% saat Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved