Kemenpar Kembangkan Wisata Alam di TN Komodo dan Labuan Bajo

Kamis, 02 Mei 2019 - 10:16 WIB
Kemenpar Kembangkan...
Kemenpar Kembangkan Wisata Alam di TN Komodo dan Labuan Bajo
A A A
JAKARTA - Kementerian Pariwisata akan mengembangkan ekosistem yang berada di sekitar destinasi Taman Nasional Komodo dan Labuan Bajo. Hal ini akan dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) pada 7 Mei mendatang, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Menurut Ketua Tim Percepatan Pengembangan Ekowisata Kementerian Pariwisata David Makes, tema yang diangkat untuk even ini adalah 'Penyatuan Persepsi Arah Pengembangan Wisata Alam di Taman Nasional Komodo dan Labuan Bajo untuk Lima Tahun ke Depan'.

“Kita sudah sama-sama mengetahui jika pariwisata merupakan sektor unggulan Indonesia. Sektor yang diharapkan mampu menjadi pengungkit perekonomian makro secara konkret. Oleh karena itu, kita melakukan berbagai upaya untuk menarik minat wisatawan. Karena imbasnya bisa dirasakan langsung masyarakat. Salah satu cara yang kita ambil adalah memaksimalkan potensi destinasi seperti Taman Nasional Komodo dan Labuan Bajo,” papar David Makes, Rabu (1/5/2019).

Menurutnya, hal ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung realisasi target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara di tahun 2019. Apalagi, TN Komodo dan Labuan Bajo termasuk destinasi utama di Indonesia.

“Hal tersebut tentunya bukan merupakan tugas yang mudah. Perlu kita sadari kondisi potensi sumber daya wisata alam yang melimpah di Indonesia, belum diimbangi dengan faktor-faktor pendukung lainnya yang memadai. Seperti infrastruktur dasar sarana prasarana wisata mencakup aksesibilitas dan amenitas, sumber daya manusia di bidang pariwisata, serta regulasi dan kebijakan dari pemerintah daerah serta pusat. Hal ini terkadang masih perlu disinergiskan dengan situasi dan kondisi aktual di lapangan,” paparnya.

Sedangkan Asdep Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Kemenpar Alexander Reyaan, mengatakan, salah satu lokasi di Indonesia yang memiliki potensi sumber daya wisata alam yang tinggi adalah Taman Nasional Komodo. Namun, itu pun masih perlu dioptimalkan.

“TN Komodo merupakan kawasan perlindungan alam yang yang mempunyai ekosistem asli. Serta, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatakan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi,” katanya.

Ditambahkan Alex, TN Komodo memiliki beberapa obyek daya tarik utama. Diantaranya, keindahan ekosistem padang savana, keanekaragaman hayati biota laut, serta keanekaragam flora dan fauna.

“Namun, yang paling menarik adalah taman nasional ini merupakan habitat asli hewan Komodo (Varanus komodoensis) yang tergolong langka dan termasuk dalam kategori endangered species menurut IUCN,” paparnya.

Sedangkan Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Ni Wayan Giri Adnyani menambahkan, Potensi Obyek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) tersebut menjadikan kawasan TNK sebagai salah satu kawasan yang dapat dikembangkan kegiatan wisata alamnya. Namun, harus sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Karena, muaranya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar, serta secara makro nya adalah peningkatan pendapatan negara.

“Dalam hal optimaliasi tersebut, diperlukan sinergitas dari para pihak pemangku jabatan terkait. Agar, terjadi penyatuan persepsi serta saling mendukung dan menguatkan guna menciptakan integrated sustainable tourism development di Kawasan Taman Nasional Komodo, dan Labuan Bajo sebagai kawasan penyangga,” katanya.

Oleh karena itu, FGD ini akan mempertemukan stakeholder, khususnya yang terkait pengembangan pariwisata alam di Taman Nasional Komodo dan Labuan Bajo.

“Dalam acara ini, para stakeholder dapat berdiskusi mengenai arah serta tujuan dalam perencanaan pengembangan pariwisata alam di lokasi Obyek Daya Tarik Wisata Alam tersebut dalam skala pendek (5 tahun) yang sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,” paparnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga berharap Taman Nasional Komodo dan kawasan Labuan Bajo dapat dimaksimal.

“Taman Nasional Komodo dan Labuan Bajo adalah destinasi tingkat dunia. Banyak selebriti dan tokoh dunia yang mampir ke sana. Atau penasaran ingin berkunjung. Tentu kita harus optimalkan. Agar wisatawan bisa terus merasa nyaman,” paparnya.

Bukan hanya itu, Menpar juga berharap pengembangan destinasi tersebut bisa menguntungkan juga buat masyarakat sekitar.

“Keunggulan pariwisata adalah bisa dirasakan langsung masyarakat. Impactnya langsung ke masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan juga harus memikirkan masyarakat sekitar,” paparnya.
(akn)
Berita Terkait
Kementerian Pariwisata...
Kementerian Pariwisata Jadikan Bissoloro sebagai Desa Wisata
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Akademisi Sarankan Olahraga...
Akademisi Sarankan Olahraga dan Pariwisata Jadi Satu Kementerian
BPKP Kawal Akuntabilitas...
BPKP Kawal Akuntabilitas Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
15 Desa di Bulukumba...
15 Desa di Bulukumba Terima Penghargaan dari Kementerian Pariwisata
Gaji PNS Kementerian...
Gaji PNS Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2024
Berita Terkini
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
15 menit yang lalu
Tembus 40 Juta Views,...
Tembus 40 Juta Views, Adu Mekanik Sound Jadi Konten Paling Berkesan bagi Yongshun
9 jam yang lalu
Berkali-kali Muncul...
Berkali-kali Muncul Korban Tenggelam, Warga Mulai Curiga Ada yang Tak Beres di Tempat Ini
10 jam yang lalu
Confeti Love hingga...
Confeti Love hingga Moonlit Blush, Ini Makna di Balik Pendant Koleksi Baru Nagita Slavina x ISAGO
10 jam yang lalu
Cover Musik Jadi Cara...
Cover Musik Jadi Cara Generasi Digital Menunjukkan Kreativitas
11 jam yang lalu
Siap Uji Nyali? Ini...
Siap Uji Nyali? Ini Deretan Rekomendasi Microdrama Horor di V+Short
11 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved