Wisata Kuliner dan Belanja Sumut Diperkuat Lewat FGD

Selasa, 21 Mei 2019 - 12:11 WIB
Wisata Kuliner dan Belanja...
Wisata Kuliner dan Belanja Sumut Diperkuat Lewat FGD
A A A
JAKARTA - Sumatera Utara memiliki potensi Wisata Kuliner dan Belanja yang cukup besar. Potensi ini akan dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi Kesepahaman Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja.

Rencananya, FGD Sosialisasi Kesepahaman Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja akan digelar Kamis (23/5/2019), di Grand Mutiara Hotel Brastagi, Jalan Peceren Nomor 168, Brastagi, Karo, Sumut.

Program tersebut difokuskan bagi stakeholder pariwisata di Kabupaten Karo dan Kota Medan. Narasumber yang dihadirkan Kemenpar, Pemerintah Daerah, Badan Otorita Danau Toba, dan TPP Wiskulja.

“Potensi Wisata Kuliner dan Belanja di Sumut sangat besar, khususnya Karo dan Medan. FGD tersebut akan mengupgrade potensi sekaligus treatment-nya. Dengan begitu, aktivitas Wisata Kuliner dan Belanja di sana akan mendatangkan value lebih besar secara ekonomi,” ungkap Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani, Senin (20/5/2019).

FGD diarahkan untuk mendapatkan kesepahaman di bidang Wisata Kuliner dan Belanja. Muaranya tentu nota kesepahaman atau MoU. MoU tersebut mengikat Pemerintah Daerah dengan para stakeholder pariwisata (pentahelix). Berikutnya, lalu dilakukan identifikasi potensi Wisata Kuliner dan Belanja.

Giri Adnyani menambahkan, FGD pasti akan menemukan potensi baru. “Kesepahaman dan MoU sangat penting. Sebab, ini menjadi komitmen bersama sekaligus goal-nya. Pasti ada potensi baru Wisata Kuliner dan Belanja yang muncul. Kekuatan baru ini tentu menjadi daya tarik untuk menghadirkan wisatawan lebih besar. Untuk itu, diperlukan partisipasi aktif dari semua pihak di sana,” lanjutnya.

FGD akan diikuti oleh 35 pemangku kepentingan Wisata Kuliner dan Belanja. Ada Pemerintah Daerah, Pelaku Usaha Kuliner, Asita, PHRI, Akademisi, TA/TO, dan komunitas. Program FGD tersebut full class dengan komponen utama, opening, materi, dan diskusi. Sesi berikutnya adalah penyusunan nota kesepahaman dan MoU.

“Agenda FGD ini akan padat. Peserta akan mendapat banyak input informasi terbaru. Untuk itu, kami mengharapkan partisipasi aktif dari seluruh peserta FGD. Dengan begitu, FGD akan mendapatkan hasil optimal dan komprehensif. Menjadi penunjang kemajuan pariwisata di Sumut, khususnya di Karo dan Medan,” terang Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Oneng Setya Harini.

Pemaparan materi akan diberikan oleh Kadispar Karo. Ia akan memberi materi mengenai identifikasi Potensi Wisata Kuliner dan Belanja Kabupaten Karo. Pemateri lainnya adalah Dirut Badan Pelaksana Otorita Danau Toba. Temanya, Program Kerja BODT yang Mendukung Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja.

Pemateri berikutnya adalah Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja. Pokok bahasan yang disampaikan, Strategi dan Kebijakan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja. Usai pemaparan, lalu dilanjutkan diskusi.

Oneng mengatakan, Karo juga Medan memiliki banyak potensi Wisata Kuliner dan Belanja baru yang bisa dimunculkan. “Ada banyak potensi yang bisa dimunculkan. Apalagi, kedua wilayah itu terkenal dengan Wisata Kuliner dan Belanjanya. Saat ini, aktivitas Wisata Kuliner dan Belanja sangat kompetitif di sana. Setelah FGD ini, optimalisasi Wisata Kuliner dan Belanja pasti akan memberikan value lebih besar lagi,” katanya.

Brastagi dijadikan tuan rumah karena kaya akan kulinernya. Sebut saja, wajik, cendol panas, hingga beragam olahan pecalnya. Varian pecalnya seperti, mie, sayur, dan risol. Karo juga memiliki Gundaling sebagai penghasil susu sapi dan olahannya. Produk yang dihasilkannya, beragam rasa susu sapi, yogurt, keju mozzarella, dan es krim susu sapi. Ada juga kopi dari daerah Naman Teran, Aji Jahe, atau Dokan.

Sedangkan Medan menjadi salah satu destinasi Wisata Kuliner dan Belanja unggulan di Indonesia. Aktivitas belanja wisatawan bisa disalurkan pada tujuh mall terkenal. Ada, Medan Mall, Plaza Millenium, Centre Point Mall, Grand Palladium, Medan Focal Point, Cambridge City Square, dan Lippo Plaza. Bagi pecinta kuliner, bisa datang ke Merdeka Walk, Durian Ucok Medan, atau Wajir Seafood Medan.

“FGD sangat penting. Selain memetakan potensi, FGD juga jadi pilar sekaligus road map pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja. Medan Karo memiliki potensi besar dengan dukungan alam dan budaya yang eksotis. Aksesibilitas dan amenitas yang ditawarkannya pun bagus. Silakan datang ke Karo juga Medan untuk menikmati Wisata Kuliner dan Belanja,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya.
(alf)
Berita Terkait
Kementerian Pariwisata...
Kementerian Pariwisata Jadikan Bissoloro sebagai Desa Wisata
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Akademisi Sarankan Olahraga...
Akademisi Sarankan Olahraga dan Pariwisata Jadi Satu Kementerian
BPKP Kawal Akuntabilitas...
BPKP Kawal Akuntabilitas Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
15 Desa di Bulukumba...
15 Desa di Bulukumba Terima Penghargaan dari Kementerian Pariwisata
Gaji PNS Kementerian...
Gaji PNS Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2024
Berita Terkini
Syifa Hadju Infeksi...
Syifa Hadju Infeksi Bakteri Jelang Ulang Tahun, Sampai Diinfus di RS
1 jam yang lalu
Mongol Stres Ceritakan...
Mongol Stres Ceritakan Kedekatannya dengan Temon, Sering Pantau Banjir Bareng
2 jam yang lalu
Ibunda Vega Darwanti...
Ibunda Vega Darwanti Meninggal Dunia, Irfan Hakim Ceritakan Momen Haru Terakhir
3 jam yang lalu
Kabar Duka, Ibunda Vega...
Kabar Duka, Ibunda Vega Darwanti Meninggal Dunia
3 jam yang lalu
Denny Cagur Kenang Sosok...
Denny Cagur Kenang Sosok Temon: Senior yang Baik dan Berwawasan Luas
5 jam yang lalu
Jelang Sidang Hak Asuh...
Jelang Sidang Hak Asuh Anak, Pihak Ruben Onsu Sebut Peluang Damai dengan Sarwendah Makin Menipis
6 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved