Ini Waktu yang Tepat untuk Hindari Timbang Berat Badan

Jum'at, 24 Mei 2019 - 10:07 WIB
Ini Waktu yang Tepat...
Ini Waktu yang Tepat untuk Hindari Timbang Berat Badan
A A A
JAKARTA - Untuk mereka yang tengah mencoba menurunkan berat badan, timbangan adalah alat utama untuk mengukur kemajuan program diet yang dilakukan. Namun, banyak orang salah menyimpulkan ketika memeriksa berat badan dilakukan dua atau tiga kali sehari untuk melihat perbedaannya.

Bahkan, saat menimbang, angka timbangan justru berfluktuasi dan ini pun sering membuat kecewa. Anda perlu tahu bahwa perubahan angka di timbangan itu berbeda karena beberapa faktor. Hal pertama yang perlu diingat adalah menimbang berat badan yang dilakukan setiap hari bukanlah hal yang baik.

Sesuai para ahli, menimbang berat badan dilakukan sekali dalam seminggu agar hasilnya cukup akurat dan mampu melacak kemajuan dari program diet yang dilakukan. Namun, seperti dilansir Times Of India, ada 5 hal yang membuat Anda harus menghindari timbangan, apa saja?

1. Setelah sesi latihan yang intens
Setelah menghabiskan berjam-jam di gym, hindari menginjak mesin penimbang. Anda tidak akan pernah mendapatkan angka yang akurat karena mungkin angkanya menunjukkan lebih rendah karena kehilangan cairan dari tubuh, dalam bentuk keringat. (Baca juga: Benarkah Minum Kopi Pengaruhi Kesehatan Jantung? ).

2. Setelah penerbangan yang panjang
Setelah perjalanan panjang empat jam atau lebih di dalam pesawat, cobalah menjauh dari mesin penimbangan. Bepergian dapat menyebabkan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh, yang dapat menyebabkan sedikit kenaikan berat badan. Jika Anda berniat menimbang setelah turun dari pesawat, maka hindari kafein dan alkohol di dalam pesawat. Selain itu, harus banyak minum air saat penerbangan.

3. Setelah konsumsi makanan asin
Makan makanan asin, seperti sushi dan garam berkontribusi pada retensi air dalam tubuh dan hasilnya, memberikan angka yang salah pada skala timbangan. Anda akan terkejut mengetahui bahwa secangkir air dapat menambah 250 gram berat tubuh. Juga, jangan mengukur berat badan setelah makan berat karena kandungan airnya tinggi.

4. Minggu sebelum menstruasi
Wanita cenderung menambah berat badan saat mereka sedang menstruasi. Perubahan hormon selama periode menambah beberapa gram lagi dalam tubuh yang mengarah pada fluktuasi timbangan. Retensi air dan kembung sangat umum terjadi selama siklus menstruasi bulanan.

5. Hari Senin
Senin adalah hari yang paling tidak disukai. Jadi, hindari mengukur berat badan pada hari ini dalam seminggu. Adalah normal untuk menimbang lebih banyak pada hari ini karena orang-orang menikmati makanan yang lebih berat dan kurang aktif selama akhir pekan.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Stop Pakai Sarung Tangan...
Stop Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!
19 menit yang lalu
Momen Middleton Bertemu...
Momen Middleton Bertemu Mantan Pacarnya di Pernikahan Peter Phillips
40 menit yang lalu
Peter Phillips Resmi...
Peter Phillips Resmi Menikah, Absennya Pangeran Harry Jadi Sorotan
1 jam yang lalu
Tak Hanya Cantik, Audisi...
Tak Hanya Cantik, Audisi Miss Indonesia 2026 Mencari Talenta Terbaik Mulai dari Manner Impressive hingga Smart Social
1 jam yang lalu
Ikuti Audisi Miss Indonesia...
Ikuti Audisi Miss Indonesia 2026, Athaema Eswari Jumhur Sudah Persiapkan Sejak 2024
2 jam yang lalu
Geram Difitnah Somasi...
Geram Difitnah Somasi Ibu, Ratu Sofya Resmi Laporkan Produser Film ke Polda Metro Jaya
3 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved