Lewat Halal Bi Halal, Ikawangi Pusat Jakarta Promosikan Banyuwangi

Rabu, 29 Mei 2019 - 21:15 WIB
Lewat Halal Bi Halal,...
Lewat Halal Bi Halal, Ikawangi Pusat Jakarta Promosikan Banyuwangi
A A A
JAKARTA - Branding pariwisata Banyuwangi semakin kuat. Apalagi, semua stakeholder aktif menggaungkan pariwisata bumi The Sunrise of Java. Termasuk juga Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi).

Lewat Gebyar Seni Budaya Banyuwangi dan Halal Bi Halal 2019, Ikawangi Pusat Jakarta siap mempromosikan pariwisata Banyuwangi. Program tersebut akan digelar Minggu (23/6/2019). Lokasinya di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

Tema yang diangkat adalah ‘Menumbuhkan dan Meningkatkan Rasa Memiliki Banyuwangi dalam Rajutan Halal Bi Halal Ikawangi’. Agenda tersebut akan melibatkan seluruh warga Banyuwangi di Jabodetabek, anggota Ikawangi, dan Tim Kesenian Banyuwangi.

“Kami apresiasi program Halal Bi Halal Ikawangi. Selain bersilaturahmi, mereka juga mempromosikan pariwisata Banyuwangi. Jadi, ada input besar yang diberikan kepada daerahnya. Apalagi, pariwisata di Banyuwangi tumbuh kompetitif,” ungkap Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung, Rabu (29/5/2019).

Buat Banyuwangi, pariwisata memiliki peran besar. Dampak positifnya, perekonomian bumi The Sunrise of Java tumbuh 5,6 persen, hingga Oktober 2018. Angka itu surplus 0,53 persen dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Dampak lain, angka pengangguran terbuka berada di angka 3,07 persen. Atau, turun 50 persen dari 2010. Sedangkan PDRB Banyuwangi berada di angka Rp69,9 triliun atau naik 115,4 persen.

“Semua latar belakang masyarakat Banyuwangi memiliki visi yang sama. Mereka komitmen mendorong kembangkan sektor pariwisata. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat sudah merasakan manfaat langsungnya. Kami berharap, fenomena pariwisata Banyuwangi bisa menginspirasi daerah lain,” terang Adella lagi.

Potensi besar memang dimiliki Banyuwangi. Alam, budaya, juga manmade milik The Sunrise of Java ini terkenal eksotis. Banyuwangi memiliki aset besar, yaitu Blue Fire Kawah Ijen. destinasi tersebut hanya ada dua di dunia. Hal itu ditopang dengan budayanya, seperti Tari Gandrung.

Untuk mendukung arus pergerakan wisatawan, Banyuwangi juga memiliki beragam event. Tercatat ada 99 event yang disiapkan. Rapor tersebut jadi jumlah event terbanyak untuk level kota/kabupaten. Padahal, pada 2017 jumlah event di Banyuwangi hanya 77. Lalu pada 2016, Banyuwangi memiliki 53 event.

Tidak hanya itu, Adella menilai Banyuwangi didukung oleh fasilitas terbaik. “Atraksi di Banyuwangi sangat kuat. Semuanya khas dan berkarakter. Selain atraksinya, aksesibilitas dan amenitas di Banyuwangi sangat kuat. Kombinasi tersebut tentu menjadi modal potensial untuk menarik arus masuk wisatawan. Apalagi, brandingnya diperkuat oleh semua masyarakat,” lanjut Adella.

Untuk mempermudah akses wisatawan, Banyuwangi memiliki bandara level internasional. Ada lima maskapai yang beroperasi di sana, Garuda Indonesia, Citilink, Nam Air, Wings Air, hingga Batik Air. Total tersedia 1.200 seats per harinya. Pergerakan penumpangnya hingga 2018 sekitar 365.493 orang. Padahal pada 2017, jumlah penumpang masih diangka 189.178 orang.

Untuk domestik, Banyuwangi terhubung dengan Jakarta dan Surabaya. Rute Jakarta-Banyuwangi dilayani enam kali penerbangan, lalu tiga kali flight di poros Surabaya-Banyuwangi.

Banyuwangi juga mempunyai amenitas terbaik buat wisatawan. Komposisi hotel berbintangnya adalah Dialoog, Aston, El Royale, dan Illira. Total ada 89 hotel dengan 2.889 kamar, lalu 274 homestay.

“Semua aspek yang dimiliki Banyuwangi sangat luar biasa. Kami gembira dengan sikap aktif Ikawangi. Mereka terus ikut andil dalam memajukan pariwisata Banyuwangi. Kami optimistis, pariwisata di sana akan terus maju. Sebab, dukungan besar diberikan Ikawangi melalui Gebyar Seni Budaya Banyuwangi dan Halal Bi Halal,” kata Kepala Bidang Pemasaran Area I Jawa Kemenpar Wawan Gunawan.

Menguatkan Gebyar Seni Budaya Banyuwangi dan Halal Bi Halal, beragam konten pun digelar. Ada Tari Gandrung Banyuwangi, Kuntulan, dan Baronga. Disajikan juga musik khas Angklung, Hadrah, dan aksi artis-artis asal Banyuwangi. Ikut disajikan juga Bazar Makanan Khas Banyuwangi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, branding masif akan menguatkan pergerakan wisatawan menuju Banyuwangi. “Setelah Halal Bi Halal ini, gema pariwisata Banyuwangi akan semakin kuat. Dengan begitu, pergerakan wisatawan akan semakin kompetitif. Tentu value secara ekonomi yang dihasilkan akan semakin besar. Dengan begitu, tingkat kesejahteraan masyarakatnya akan terus naik,” tutup Arief Yahya.
(alf)
Berita Terkait
Kementerian Pariwisata...
Kementerian Pariwisata Jadikan Bissoloro sebagai Desa Wisata
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Akademisi Sarankan Olahraga...
Akademisi Sarankan Olahraga dan Pariwisata Jadi Satu Kementerian
BPKP Kawal Akuntabilitas...
BPKP Kawal Akuntabilitas Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
15 Desa di Bulukumba...
15 Desa di Bulukumba Terima Penghargaan dari Kementerian Pariwisata
Gaji PNS Kementerian...
Gaji PNS Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2024
Berita Terkini
Tobat Jatuh Cinta Jadi...
Tobat Jatuh Cinta Jadi Sinetron Komedi Komunal Terbaru RCTI, Ini Cerita di Balik Produksinya
32 menit yang lalu
Sinetron Tobat Jatuh...
Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Siap Ulang Kesuksesan 'Dunia Terbalik'
52 menit yang lalu
Dokter Jantung Ungkap...
Dokter Jantung Ungkap Plak Kolesterol Tak Bisa Hilang Meski Sudah Diet
2 jam yang lalu
Cornelio Sunny Ungkap...
Cornelio Sunny Ungkap Alasan Somasi Keluarga Ratu Sofya, Singgung Pelanggaran Privasi
2 jam yang lalu
Betrand Peto Mengaku...
Betrand Peto Mengaku Pernah Ditampar Keluarga Sarwendah, KPAI Sarankan Segera Lapor Polisi
3 jam yang lalu
Perluas Jaringan di...
Perluas Jaringan di 30 Titik Indonesia, Nia Nature Sediakan Suplemen Herbal Berstandar BPOM
3 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Menggelar Car Free Day di Rasuna Said
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved