Jaring Wisman, Kemenpar Gelar Sales Mission di Dua Kota di Tiongkok

Minggu, 02 Juni 2019 - 14:13 WIB
Jaring Wisman, Kemenpar...
Jaring Wisman, Kemenpar Gelar Sales Mission di Dua Kota di Tiongkok
A A A
JAKARTA - Kementerian Pariwisata andalkan 10 Destinasi Prioritas serta 10 Destinasi Branding, untuk menggoda pasar Tiongkok. Destinasi-destinasi itu diperkenalkan dalam sales mission di Area IV Tiongkok, yaitu Kota Xiamen dan Fuzhou. Kemenpar menggandeng salah satu travel agent terbesar di Tiongkok, CITS.

Misi Penjualan 10 Destinasi Prioritas dan 10 Destinasi Branding berlangsung 28 Mei di Hotel Pan Pacific, Xiamen, dan 30 Mei 2019 di Hotel Kempinski, Fuzhou. Tema yang diangkat adalah “Tourism Hub”.

Destinasi Prioritas yang diperkenalkan adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Taman Wisata Candi Borobudur, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Pulau Morotai, dan Taman Nasional Wakatobi.

Sementara 10 Destinasi Branding terdiri dari Bandung (Jawa Barat), Great Bali, Great Jakarta, Great Kepri, Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang), Coral Wonders (Wakatobi-Bunaken-Raja Ampat), Medan, Makassar, Lombok, dan Banyuwangi.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata Nia Niscaya, Kemenpar menyiapkan program SEO. Tujuannya untuk mencapai target 20 juta Wisatawan Mancanegara (Wisman) tahun 2019.

SEO tersebut yang terbagi tiga yaitu Border Tourism, Tourism Hub, dan Low Cost Terminal. Menurutnya, dari tiga formula itu Tourism Hub menjadi konsep yang ideal untuk mendorong pertumbuhan pasar Tiongkok.

“Misi Penjualan merupakan kegiatan promosi pariwisata yang bersifat Business to Business (BtoB). Penjualan langsung produk wisata bekerja sama dengan travel agent besar merupakan sebuah program yang strategis untuk mendatangkan wisman Tiongkok ke Indonesia,” papar Nia, Sabtu (1/6/2019).

Menariknya, Kemenpar tidak hanya menggandeng industri pariwisata dari Indonesia. Airlines dan travel agent dari Singapura juga dilibatkan. Mereka diajak karena menjual paket wisata dari Tiongkok ke Singapura, Batam dan Bintan.

“Singapura dipilih menjadi Hub karena jaraknya yang cukup dekat dengan Indonesia. Selain itu, direct flight dari kota-kota di Tiongkok ke Singapura lebih banyak. Hal itu menjadi pertimbangan kita untuk mengajak mereka,” terang Nia.

Industri pariwisata yang dilibatkan adalah PT Ansvin Transportasi Wisata, CCI Tour & Travel, Sindo Ferry, Singapore Alive, PT. Restu Dewata Bali Tours, Travel Star, dan Silk Air.

Mereka berkesempatan mempresentasikan paket-paket wisata dan rute penerbangan yang mereka miliki. Sasaran jelas, kepada lebih dari 120 travel agent lokal di Kota Xiamen dan Fuzhou.

“Kemenpar juga mengundang teman-teman GenWI untuk berpartisipasi. Mereka menampilkan tarian tradisional Indonesia. Lengkap dengam kostum dan musiknya guna memperkenalkan keragaman budaya Indonesia,” paparnya.

Sedangkan Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional I Kemenpar, Vinsensius Jemadu, menjelaskan kegiatan yang digelar selama di Tiongkok.

“Kepada para buyers, kita menjelaskan mengenai program Kemenpar Tourism Hub. Ada juga Presentasi dan Product Knowledge dari ke-6 Seller. Diselingi dengan permainan scan and shake melalui WeChat app. Ada hadiah menarik yang kita berikan. Seperti koper, tas ransel, dan sebagainya. Hal ini menambah semangat dan mencairkan suasana,” kata Vinsensius.

Sesi utama kegiatan adalah table top dengan sistem roundtable, seller meet buyer. Para seller diberikan waktu 6 menit untuk menjelaskan secara detail produk dan paket wisata yang ditawarkan.

“Berdasarkan kuesioner yang diisi oleh 6 sellers, diperoleh hasil jika paket yang ditawarkan sebanyak 2080 pax. Sehingga, perkiraan potensi transaksi Rp30 miliar,” paparnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai sales mission di Tiongkok sangat tepat. Apalagi yang ditawarkan 10 Destinasi Prioritas.

“Pergerakan wisatawan asal Tiongkok sangat besar. Sangat mendominasi. Oleh sebab itu, banyak negara yang menyiapkan strategi untuk menjaring wisatawan Tiongkok. Dan cara yang efektif adalah langsung ‘mendatanginya ke Tiongkok’. Caranya tentu dengan membawa misi penjualan. Apalagi yang dibawa 10 Destinasi Prioritas. Kita tentu berharap impactnya akan positif,” tutur Menteri Pariwisata.
(alf)
Berita Terkait
Kementerian Pariwisata...
Kementerian Pariwisata Jadikan Bissoloro sebagai Desa Wisata
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Akademisi Sarankan Olahraga...
Akademisi Sarankan Olahraga dan Pariwisata Jadi Satu Kementerian
BPKP Kawal Akuntabilitas...
BPKP Kawal Akuntabilitas Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
15 Desa di Bulukumba...
15 Desa di Bulukumba Terima Penghargaan dari Kementerian Pariwisata
Gaji PNS Kementerian...
Gaji PNS Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2024
Berita Terkini
Vega Darwanti Pilih...
Vega Darwanti Pilih Rawat Ibunda Sendiri Tanpa Suster Selama Sakit
28 menit yang lalu
Banyak Pria Tak Sadar!...
Banyak Pria Tak Sadar! Kebiasaan Ini Diam-Diam Merusak Kualitas Sperma
2 jam yang lalu
Menginap di Hotel Ini...
Menginap di Hotel Ini Dapat Bonus Spa hingga Merchandise Eksklusif
10 jam yang lalu
Generasi Muda dan Gaya...
Generasi Muda dan Gaya Hidup Baru di Era Digital dan AI
12 jam yang lalu
MNC Life Dukung Jakarta...
MNC Life Dukung Jakarta Sky Fun Run 2026, Beri Perlindungan bagi Ribuan Peserta
13 jam yang lalu
Tampil Stylish Tak Harus...
Tampil Stylish Tak Harus Mahal, Ini 7 Tips Pilih Fashion Pria ala Kreator Konten Muhamad Sadam
14 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved