5 Cara Mengatasi Cegukan pada Bayi yang Baru Lahir

Jum'at, 07 Juni 2019 - 10:09 WIB
5 Cara Mengatasi Cegukan...
5 Cara Mengatasi Cegukan pada Bayi yang Baru Lahir
A A A
JAKARTA - Sebagian besar bayi sering mengalami cegukan, khususnya selama tahun pertama. Namun, tak perlu dikhawatirkan. Cegukan pada bayi terjadi karena kontraksi diafragma dan penutupan pita suara yang cepat. Suara cegukan dibuat oleh penutupan cepat pita suara.

Meskipun cegukan terjadi begitu saja, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meredakan ketidaknyamanan yang ditimbulkannya. Seperti dilansir Times Of India, berikut beberapa tips untuk menghentikan cegukan pada bayi:

1. Istirahat dan bersendawa
Jika bayi Anda mulai bersendawa saat menyusui, istirahatlah dan biarkan bayi Anda sendawa. Bersendawa dapat membantu menyingkirkan kelebihan gas yang mungkin menjadi alasan di balik cegukan.

Menurut American Academy of Paediatrics, Anda harus bersendawa bayi Anda setelah dia menghabiskan 2-3 ons susu dan jika bayi Anda disusui, Anda harus bersendawa setelah menyusui.

2. Gosok punggung bayi
Gosok punggung bayi dengan lembut saat mengalami cegukan. Jangan memukul atau menampar punggung dengan terlalu banyak kekuatan.

3. Gunakan dot
Cegukan pada bayi tidak selalu terjadi karena menyusui. Jadi, ketika bayi Anda tersendat, Anda bisa mencoba memberinya dot. Ini membantu mengendurkan diafragma sehingga menghentikan cegukan.

4. Biarkan atau diamkan
Cegukan biasanya berhenti sendiri. Jika cegukan tidak terlalu mengganggu bayi Anda, biarkan saja. Meskipun jarang, tetapi jika mereka tidak berhenti, berkonsultasilah dengan dokter karena itu bisa menjadi pertanda masalah kesehatan yang lebih serius.

5. Periksa botol bayi
Botol bayi mungkin penyebab di balik cegukan. Beberapa desain botol menjebak lebih banyak angin daripada yang lain. Jika bayi Anda cegukan selama sesi menyusui, cobalah menggunakan botol merek lain.

Bagaimana mencegah cegukan?
Pastikan bayi Anda beristirahat/ tenang saat Anda menyusui. Ini berarti jangan menunggu bayi menjadi sangat lapar sehingga dia mulai menangis atau menjadi gelisah sebelum menyusui dimulai.

Hindari bermain dengan bayi, tepat setelah sesi menyusui. Selain itu, jaga bayi Anda dalam posisi tegak selama 20-30 menit setelah sesi menyusui.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Sunscreen Ringan Jadi...
Sunscreen Ringan Jadi Pilihan Perlindungan Kulit Harian di Iklim Tropis
2 jam yang lalu
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
2 jam yang lalu
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Usia 30-an Lutut Mulai...
Usia 30-an Lutut Mulai Rewel? Mengapa Welmove Bukan Hanya Suplemen untuk Orang Tua
3 jam yang lalu
My Devil President:...
My Devil President: Microdrama CEO yang Penuh Plot Twist
4 jam yang lalu
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Swift Vows Love Story Unfolds di V+Short, Kisah Cinta CEO
5 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved