Asap Nikotin dari Vape Tingkatkan Risiko Bronkitis Kronis

Selasa, 11 Juni 2019 - 11:30 WIB
Asap Nikotin dari Vape...
Asap Nikotin dari Vape Tingkatkan Risiko Bronkitis Kronis
A A A
JAKARTA - Nikotin yang menguap dari rokok elektrik atau vaping tidak hanya menghambat pembersihan lendir dari saluran udara, tapi juga meningkatkan risiko bronkitis kronis. Para peneliti menyatakan bahwa satu sesi vaping dapat memberikan lebih banyak nikotin di saluran udara daripada merokok satu batang. Penelitian ini diterbitkan dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine.

"Pertanyaannya adalah apakah vape yang mengandung nikotin memiliki efek negatif pada kemampuan untuk membersihkan sekresi dari saluran udara yang mirip dengan asap tembakau," kata Matthias Salathe, penulis senior studi dan Profesor di University of Kansas seperti dilansir dari Times Now News.

Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa vaping dengan nikotin mengganggu frekuensi detak jantung, mendehidrasi cairan saluran napas dan membuat lendir lebih kental atau lengket. Perubahan ini membuatnya lebih sulit bagi bronkus, jalur utama ke paru-paru, untuk mempertahankan diri dari infeksi dan cedera.

"Vaping dengan nikotin tidak berbahaya seperti yang biasa diasumsikan oleh mereka yang mulai vaping. Paling tidak, itu meningkatkan risiko bronkitis kronis," ujar Salathe.

Para peneliti mengamati bahwa mengekspos sel-sel saluran napas manusia ke uap rokok elektrik yang mengandung nikotin mengakibatkan penurunan kemampuan untuk memindahkan lendir atau dahak di permukaan. Kondisi ini disebut juga sebagai disfungsi mukosiliar.
Disfungsi mukosiliar merupakan gambaran dari banyak penyakit paru-paru, termasuk diantaranya adalah asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan fibrosis kistik.

Untuk penelitian ini, para peneliti menguji efek uap rokok elektrik yang mengandung nikotin pada fungsi mukosiliar jalan napas dalam sel-sel epitel bronkial manusia (HBECs) dan domba yang berbeda, yang saluran udaranya meniru orang-orang ketika terkena uap rokok elektrik.

Terkait temuan penelitian ini, para peneliti menyimpulkan bahwa nikotin menghasilkan efek negatif dengan menstimulasi potensi reseptor transien saluran ion ankyrin 1 (TRPA1). Sementara, memblokir TRPA1 mengurangi efek nikotin pada pembersihan di kedua sel manusia dan pada domba.
(alv)
Berita Terkait
Bahaya Rokok Elektrik...
Bahaya Rokok Elektrik bagi Kesehatan, Efek Candu hingga Kerusakan Paru Permanen
Vape atau Rokok Konvensional,...
Vape atau Rokok Konvensional, Manakah yang Lebih Berbahaya?
PERKI: Vape Sama Buruknya...
PERKI: Vape Sama Buruknya dengan Rokok Konvensional
Fakta Mengejutkan! Keluarga...
Fakta Mengejutkan! Keluarga Miskin Lebih Banyak Beli Rokok daripada Lauk-Pauk
Nikotin dan TAR, Mana...
Nikotin dan TAR, Mana yang Lebih Berbahaya bagi Kesehatan?
Daftar Negara yang Menerapkan...
Daftar Negara yang Menerapkan Kebijakan Rokok Unik
Berita Terkini
Wardatina Mawa Tuntut...
Wardatina Mawa Tuntut Nafkah Anak Rp25 Juta, Bukan Rp500 Ribu
25 menit yang lalu
Mengenal HYROX, Olahraga...
Mengenal HYROX, Olahraga yang Disebut Mulai Geser Padel di Indonesia
52 menit yang lalu
Gold Medalist Berterima...
Gold Medalist Berterima Kasih kepada Penggemar yang Tetap Mendukung Kim Soo-hyun
1 jam yang lalu
Kangen Dono dan Kasino,...
Kangen Dono dan Kasino, Indro Warkop Ciptakan Lagu 'Dan Aku Rindu'
2 jam yang lalu
Tio Pakusadewo Dirawat...
Tio Pakusadewo Dirawat Akibat Gangguan Jantung, Dewi Irawan Buka Donasi
2 jam yang lalu
Rayakan 10 Tahun, INDOFEST...
Rayakan 10 Tahun, INDOFEST 2026 Targetkan 60.000 Pengunjung dan Transaksi Rp60 Miliar
2 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved