Apa Penyebab Nyeri di Dada dan Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Jum'at, 14 Juni 2019 - 13:30 WIB
Apa Penyebab Nyeri di...
Apa Penyebab Nyeri di Dada dan Kapan Harus Periksa ke Dokter?
A A A
JAKARTA - Nyeri dada bisa menjadi tanda kondisi medis yang serius seperti serangan jantung. Namun, ini juga bisa merupakan gejala masalah yang berkaitan dengan sistem pencernaan, sistem pernapasan, tulang dan otot, atau faktor psikologis. Bahkan, banyak orang mengalami nyeri dada yang tidak berhubungan dengan jantung. Apa pun penyebabnya, nyeri dada adalah sesuatu yang harus Anda perhatikan meskipun itu ringan - seperti dalam kasus naiknya asam lambung. Dilaporkan, nyeri dada adalah salah satu masalah kesehatan utama yang cenderung diabaikan oleh kebanyakan pria India.

Mengenali tanda-tanda peringatan dan mengidentifikasi yang menyertainya, serta mendapatkan perawatan medis yang cepat bisa menyelamatkan jiwa. Pada beberapa orang, nyeri dada dapat dipicu oleh kecemasan dan serangan panik. Rusuk yang terluka atau patah juga dapat menyebabkan rasa sakit saat Anda bernapas atau menggerakkan tubuh bagian atas. Nyeri dada yang datang dan pergi mungkin disebabkan oleh banyak hal - yang semuanya membutuhkan perhatian medis. Ini dapat menyebabkan banyak sensasi berbeda tergantung pada penyebab yang mendasarinya, mulai dari tikaman tajam hingga sakit tumpul atau sakit kencang dan meremas.

Dilansir dari Times Now News, jadi Anda harus pergi ke dokter jika mengalami nyeri dada, terutama jika sakitnya terus datang atau memburuk. Lantas, kapan harus ke dokter?

Umumnya, rasa sakit yang berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan kemungkinan disebabkan oleh masalah yang berkaitan dengan otot atau struktur kerangka. Nyeri dada yang sering dikaitkan dengan serangan jantung atau masalah jantung lainnya dapat digambarkan oleh satu atau lebih dari gejala. Diantarnya adalah sesak napas, perasaan tertekan, penuh, sesak atau terbakar di dada, rasa sakit yang tidak membaik dengan obat-obatan, pijatan atau tips perawatan diri lainnya, rasa sakit yang semakin buruk dari waktu ke waktu, nyeri dada yang menyebar ke bahu, leher, lengan, punggung, atau rahang.

Selain itu, gejala lainnya adalah keringat dingin, pusing, mual dan muntah. Setiap nyeri dada berulang harus diperiksa oleh dokter. Anda harus mencari bantuan medis segera jika mengalami nyeri dada yang baru atau tidak dapat dijelaskan, mengingat fakta bahwa hanya dokter yang dapat mengidentifikasi penyebabnya secara akurat dan membantu mendapatkan perawatan yang tepat yang Anda butuhkan.
(alv)
Berita Terkait
Meningkatkan Akses Layanan...
Meningkatkan Akses Layanan Konseling Keluarga Jakarta melalui Mobil SAPA
Langgar Protokol Kesehatan,...
Langgar Protokol Kesehatan, Angkutan Umum Akan Ditindak Tegas
Transportasi Umum Harus...
Transportasi Umum Harus Higienis dan Terapkan Protokol Kesehatan
Kuliah Umum UMJ Bahas...
Kuliah Umum UMJ Bahas Pentingnya Transformasi Sistem Kesehatan Nasional
Libur Panjang, DKI Perketat...
Libur Panjang, DKI Perketat Pengawasan Prokotol Kesehatan di Tempat Umum
Unpad Jadi Kampus Terbaik...
Unpad Jadi Kampus Terbaik Hasilkan Artikel Ilmiah Umum dan Kesehatan
Berita Terkini
Kabar Duka, Komedian...
Kabar Duka, Komedian Temon Meninggal Dunia
18 menit yang lalu
Celine Evangelista Bantah...
Celine Evangelista Bantah Isu Jadi Istri Kelima, Akui Sudah Punya Pasangan
24 menit yang lalu
Erin Wartia Buka Suara...
Erin Wartia Buka Suara soal Ajakan Damai Mantan ART, Singgung Gugatan Rp1,1 Miliar
1 jam yang lalu
Usai Gugat Hak Asuh...
Usai Gugat Hak Asuh Anak, Pertemuan Ruben Onsu dan Sarwendah Mendadak Dibatalkan
2 jam yang lalu
Amanda Zahra Ngaku Jadi...
Amanda Zahra Ngaku Jadi Korban Body Shaming Dokter Klinik Kecantikan
3 jam yang lalu
Desta Dilarikan ke Rumah...
Desta Dilarikan ke Rumah Sakit usai Mata Terkena Bola Padel
4 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved