Kembangkan Pariwisata, APKASI akan Kolaborasi dengan Kemenpar

Sabtu, 06 Juli 2019 - 18:35 WIB
Kembangkan Pariwisata,...
Kembangkan Pariwisata, APKASI akan Kolaborasi dengan Kemenpar
A A A
JAKARTA - Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) bakal berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Tujuannya, untuk mengembangkan sektor pariwisata daerah. Mulai pariwisata lintas batas negara atau crossborder tourism, homestay, sampai desa wisata.

Ketua Umum APKASI Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya mendukung program-program Kemenpar. Sehingga, ke depan kebijakan pariwisata nasional bisa semakin punya instrumen pelaksanaan yang efektif dan saling dukung di daerah. Dimana, APKASI sendiri beranggotakan lebih dari 400 kabupaten.

“Pengembangan kolaborasi pariwisata ini adalah bagian dari strategi mendorong pemajuan seni-budaya daerah. Sebab, semakin kuat konten kearifan lokalnya, semakin kuat pula daya tariknya bagi pengunjung,” ujarnya, saat penutupan APKASI Otonomi Expo di Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Anas yang juga Bupati Banyuwangi ini memaparkan, sejumlah hal yang dikolaborasikan antara lain crossborder tourism, desa wisata, dan homestay.

“Untuk crossborder tourism, saya sudah sampaikan ke Pak Menteri. Pilot project kerja sama ini akan dibuat di beberapa kabupaten. Salah satunya Kabupaten Belu, NTT. Wisata lintas batas negara ini bisa ikut mendongkrak perekonomian kabupaten setempat. Apalagi, wilayah perbatasannya telah dibangun oleh pemerintah pusat dengan ikon-ikon yang menarik,” jelasnya.

Menurut Anas, strategi crossborder tourism yang diinisiasi Kemenpar harus disambut oleh APKASI. Ini akan sangat mendukung pengembangan kabupaten-kabupaten yang menjadi perbatasan negara. Pasarnya datang dari negara-negara tetangga. Seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Papua Nugini, dan Timor Leste.

“Sudah banyak kisah sukses crossborder tourism. Prancis misalnya, sekira 50 persen wismannya diperoleh dari negara yang berbatasan dengannya. Di Belgia, 51 persen wismannya didapat dari border touris. Di Thailand, sekitar 45 persen wismannya berasal dari border touris. Di Malaysia, angkanya bahkan lebih tinggi, 60 persen wismannya berasal dari negara tetangga,” ungkapnya.

Karenanya, ini kesempatan bagi kabupaten terdepan untuk menjadi mesin penyedot wisatawan mancanegara, yang otomatis akan menggerakkan ekonomi di daerah setempat.

Di sisi lain, APKASI berkolaborasi dengan Kemenpar untuk menyukseskan program desa wisata sesuai visi Presiden Jokowi untuk membangun bangsa dari pinggiran. Termasuk desa dengan memanfaatkan budaya, alam, dan kreativitas warganya.

“APKASI siap menyukseskan target 2.000 Desa Wisata Mandiri yang dicanangkan pemerintah pusat. Bukan hanya desa wisata rintisan, berkembang, dan maju, tapi sudah mengarah ke mandiri,” tegasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, Indonesia memiliki total sekitar 75.000 desa atau setingkat desa. Dari jumlah itu, sudah dihitung oleh tim di pemerintah pusat, kira-kira 10 persennya berpotensi menjadi desa wisata. Ini menjadi tugas bersama untuk mewujudkannya. Antara lain APKASI, pemerintah provinsi, dan Kemenpar.

Terkait pengembangan homestay, fokusnya adalah mengangkat kearifan arsitektur khas lokal. Itu akan diimplementasikan dalam homestay-homestay dengan pendampingan Kemenpar.

“Sudah ada ribuan kamar penduduk di desa-desa yang diaktivasi menjadi homestay. Juga ada arsitektur khas lokal yang diusung, sehingga jadi daya tarik. Itu akan dikerjasamakan dengan APKASI, agar semakin merata di Tanah Air,” tandasnya
(alf)
Berita Terkait
Kementerian Pariwisata...
Kementerian Pariwisata Jadikan Bissoloro sebagai Desa Wisata
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Akademisi Sarankan Olahraga...
Akademisi Sarankan Olahraga dan Pariwisata Jadi Satu Kementerian
BPKP Kawal Akuntabilitas...
BPKP Kawal Akuntabilitas Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
15 Desa di Bulukumba...
15 Desa di Bulukumba Terima Penghargaan dari Kementerian Pariwisata
Gaji PNS Kementerian...
Gaji PNS Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2024
Berita Terkini
Ruben Onsu Curhat, Konflik...
Ruben Onsu Curhat, Konflik dengan Sarwendah Bikin Lelah Fisik dan Mental
24 menit yang lalu
Penyanyi Oliver Tree...
Penyanyi Oliver Tree Dikabarkan Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Brasil
1 jam yang lalu
Jangan Sepelekan Kolesterol...
Jangan Sepelekan Kolesterol Tinggi, Diam-diam Sebabkan Serangan Jantung
1 jam yang lalu
Barongsai PRJ 2026 Sedot...
Barongsai PRJ 2026 Sedot Perhatian Pengunjung, Anak-Anak Antusias Beri Angpao
1 jam yang lalu
Hari Keempat PRJ 2026...
Hari Keempat PRJ 2026 Padat Pengunjung, Area Kuliner Paling Ramai
2 jam yang lalu
Rumah Anisa Rahma 80...
Rumah Anisa Rahma 80 Persen Terbakar, Ruang Berisi 3.500 Al-Quran Tetap Utuh
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved