Review Film Child's Play

Minggu, 07 Juli 2019 - 15:49 WIB
Review Film Childs Play
Review Film Child's Play
A A A
Sebelum Annabelle menjadi simbol boneka setan terkondang sejagat seperti sekarang, di era 1980an—1990an, sudah ada Chucky. Berbeda dengan Annabelle, Chucky adalah boneka yang bisa bicara, berjalan dan bahkan melakukan pembunuhan. Bedanya lagi, jika Annebelle bergenre horor, maka Chucky bergenre slasher alias film berdarah-darah. Namun, kedunya memiliki persamaan, yaitu sama-sama boneka peneror manusia.

Ketika Child’s Play original tayang pada 1988, Chucky langsung menjadi fenomena. Boneka cowok ini pun tak lagi diannggap boneka imut, tapi boneka berbahaya yang hobi membunuh. Child’s Play telah dibuat trilogi dan Chucky membintangi sejumlah film lagi di era 90an hingga 2000an awal.

Kini, di tengah maraknya reboot dan remake di Hollywood, kisah Chucky kembali diangkat ke layar lebar. Child’s Play buatan 2019 ini mencoba memunculkan kembali cerita asli Chucky dengan versi yang lebih modern. Nama karakter di film ini pun banyak yang tidak berubah, seperti Andy Barclay (Gabriel Bateman) dan ibunya, Karen (Aubrey Plaza), serta Detektif Mike. Bedanya, Detektif Mike di sini berkulit hitam.

Di Child’s Play 2019, kisah bermula ketika sebuah perusahaan teknologi informasi membuat boneka yang bisa melakukan apa pun di rumah. Dengan disambungkan ke smartphone, boneka ini bisa mengingat apa pun perintah yang sudah dimasukkan kepadanya. Namun, tidak semua boneka itu lolos uji kualitas. Ada yang cacat produksi karena pembuatnya marah pada boneka tersebut. Akibatnya pun fatal.

Boneka cacat produksi itu kemudian dijual di sebuah toko di Amerika. Pembelinya yang tidak puas, mengembalikannya ke Zed Mart, toko yang menjualnya. Karen yang menerima boneka retur itu kemudian memintanya untuk diberikan kepada anaknya, Andy, sebagai hadiah ulang tahun. Andy pun sangat senang menerima pemberian ibunya.

Namun, Andy tidak menyadari jika ada yang salah dengan boneka tersebut. Alih-alih menjadi teman baiknya, boneka yang menyebut dirinya Chucky itu berusaha menyingkirkan orang-orang yang dianggapnya menghalangi hubungan pertemanannya dengan Andy. Andy pun menyadarinya dan berusaha mencegah Chucky sebelum hal lebih buruk terjadi.

Dibandingkan dengan versi aslinya, Child’s Play baru besutan Lars Klevberg ini jauh lebih ringan dan tidak sekasar aslinya. Tidak banyak adegan berdarah-darah yang kejam di film ini. Plotnya pun berjalan pelan karena pengenalan tokohnya yang terlalu lama.

Selain itu, tidak ada hal gaib terjadi pada Chucky sehingga dia bisa sejahat itu. Dia jadi jahat karena pembuatnya yang kesal melakukan banyak pelanggaran produksi. Sementara di kisah aslinya, Chucky menjadi jahat setelah seorang penjahat yang sekarat membuat ikrar untuk balas dendam bahkan setelah kematiannya di dekat boneka tersebut. Petir menyambar dan jadilah Chucky si boneka jahat.

Di sisi lain, plotnya pun terlalu dangkal. Cerita ikatan tentang Andy dan ibunya, Karen, pun hanya berjalan seperti dongeng. Tidak ada chemistry di antara keduanya. Padahal, mereka adalah fokus di film ini. Sementara, penampilan Chucky juga jauh lebih ‘ramah’ ketimbang aslinya. Chucky asli berwajah seram, sedangkan Chucky masa sekarang berwajah lebih ramah dan tidak terlalu menyeramkan jika dilihat.

Meski begitu, cerita Chucky yang ringan membuatnya jadi lebih enak ditonton. Tidak perlu ada jeritan-jeritan karena sesungguhnya tidak ada hal yang menegangkan di film ini. Bahkan, kadang ada rasa kasihan pada Chucky yang sepertinya ingin merasakan bahwa dirinya memang diinginkan, bukan dibuang.

Child’s Play menawarkan tontonan untuk menyegarkan kenangan atas film yang pernah hits di eranya. Namun, plotnya yang dangkal, pelan dan adegan slasher yang kurang menegangkan membuatnya jadi datar.

Child’s Play sudah bisa disaksikan di bioskop kesayangan Anda. Selamat menyaksikan!
(alv)
Berita Terkait
The Banishing, Kisah...
The Banishing, Kisah Rumah Paling Berhantu di Inggris
Pemain Film 402 Rumah...
Pemain Film 402 Rumah Sakit Angker Korea Alami Kejadian Mencekam Saat Syuting
Film Horor Komedi Agak...
Film Horor Komedi Agak Laen Siap Tayang 1 Februari 2024
5 Film Horor Indonesia...
5 Film Horor Indonesia dengan Jumlah Penonton Terbanyak
Film Horor Temurun Segera...
Film Horor Temurun Segera Tayang di Bioskop 30 Mei 2024
Gibran Marten Siap Hadirkan...
Gibran Marten Siap Hadirkan Teror dalam Film Horor Psikologis Lorong Kost
Berita Terkini
Dokter Ungkap Cara Lepas...
Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!
3 jam yang lalu
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
4 jam yang lalu
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
5 jam yang lalu
Kim Ji Yeon dan Park...
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Adu Akting dalam Drama Fantasi Romantis Baru: Dive Into You
6 jam yang lalu
Sinopsis The Fallen...
Sinopsis The Fallen Fighter Returns, Kisah Petinju yang Bangkit Setelah Dikhianati
7 jam yang lalu
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
7 jam yang lalu
Infografis
Bintang Film Dirty Vote...
Bintang Film Dirty Vote Zainal Arifin Diteror Lewat DM Instagram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved