New Zealand Tambang Baru Wisman Berkualitas ke Indonesia

Jum'at, 12 Juli 2019 - 23:03 WIB
New Zealand Tambang...
New Zealand Tambang Baru Wisman Berkualitas ke Indonesia
A A A
AUCKLAND - Empat hari berada di Auckland betul-betul dioptimalkan Menpar Arief Yahya. Dia melihat, mengamati, merasakan, apa yang sebenarnya ada dalam benak customers pasar New Zealand. Apa yang mereka inginkan, apa yang dibutuhkan agar mereka nyaman dan lebih lama tinggal di destinasi wisata di Tanah Air.

Di sela-sela event Pacific Exposition 2019 yang diundang Duta Besar Tantowi Yahya, di Skycity Convention Center Auckland, Menpar melakukan benchmark ke beberapa titik. Hipotesisnya: New Zealand adalah pasar potensial, bahkan bisa menjadi tambang buat wisatawan berkualitas di Tanah Air.

“Saya sudah melihat angka-angkanya, New Zealand naik bagus sekali. Tahun 2017 pertama kali tembus di atas 100.000. Persisnya saya bulatkan 107.000 wisman atau persisnya 106.900 wisman. Trennya naik terus, karena itu saya datang ke Auckland,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, di Crowne Hotel Auckland.

Tahun 2018, New Zealand naik lagi menjadi 128.000 atau 20 persen dari tahun sebelumnya yang sudah 107.000. Ini pertumbuhan yang cukup bagus, karena ada direct flight dari Denpasar-Auckland, oleh Emirates. “Lagi-lagi, kuncinya adalah direct flights, atau akses langsung,” ungkap Menpar Arief Yahya yang jagoan marketing itu.

Jebolan ITB Bandung, Surrey University dan Doktor Strategic Management Unpad itu semakin yakin karena Januari sampai Mei 2019 ini sudah 42.700 wisman New Zealand. Mengalami kenaikan 13.26 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. “Tahun ini target kita 145.000 untuk pasar New Zealand,” ungkap Arief Yahya optimistik.

Apa yang didapat dari site visit Menpar Arief Yahya selama beberapa hari di Auckland? Pertama, orang New Zealand lebih suka adventure, outdoor, alam, dan sebagian besar destinasi yang dibangun di sana berbasis pada alam. Karena itu tagline national brand New Zealand adalah Pure 100 persen.

“Ini semakin mengonfirmasi bahwa digital campaigne kita yang menonjolkan alam untuk target market New Zealand sudah tepat. Tentu, tidak mungkin 100 persen alam, harus ada sentuhan budaya dan hospitality yang menjadi kekuatan Indonesia,” ungkap mantan Dirut PT Telkom ini.

Karena itu, Menpar Arief Yahya meyakini makin bagus dan lengkap infrastruktur yang dibangun untuk mendukung akses ke pariwisata akan semakin kuat pula daya saing pariwisata Indonesia. Apa yang diprogramkan Presiden Jokowi untuk membangun infrastruktur yang paling diuntungkan adalah sektor pariwisata.

Infrastruktur sendiri ada fisik, seperti jalan, jembatan, bandara, terminal, pelabuhan, marina dan semua kemudahan yang kelihatan. Ada juga infrastruktur yang tidak kelihatan, seperti telekomunikasi, jaringan atau network, yang membuat mudah digital technology dioptimalkan.

Kedua, soal budaya atau kebiasaan orang New Zealand, menurutnya juga sangat toleran dan multikultural. Seperti Suku Maori yang hidup berdampingan dan saling menghormati di sana. Bahkan di banyak acara, tradisi doa mereka sering digunakan, di setiap art performing, lagu, tarian, dan budaya mereka juga diangkat.

“Dalam hal budaya, New Zealand sangat toleran. Bisnis mereka lebih banyak di farming atau peternakan biri-biri dan sapi, juga pertanian. Ekosistem industrinya sudah menemukan nilai keekonomian,” katanya.

Arief Yahya juga mengamati bahwa Auckland, kota terbesar di New Zealand, itu tidak banyak mall. Tidak seperti kota-kota besar di Indonesia. “Rupanya mereka tidak terlalu suka ngumpul di mall atau pusat perbelanjaan. Kultur mereka lebih asyik makan bersama, di cafe, bercerita, fashion nya juga cukup sederhana, tidak brand minded,” jelasnya.

Ketiga, wisman New Zealand rata-rata spending-nya USD 1500, cukup berkualitas. “Maka, kita akan semakin serius menggarap New Zealand sebagai originasi yang potensial untuk menaikkan ASPA, average spending per arrival ke Indonesia,” kata Arief Yahya.
(alf)
Berita Terkait
Kementerian Pariwisata...
Kementerian Pariwisata Jadikan Bissoloro sebagai Desa Wisata
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Akademisi Sarankan Olahraga...
Akademisi Sarankan Olahraga dan Pariwisata Jadi Satu Kementerian
BPKP Kawal Akuntabilitas...
BPKP Kawal Akuntabilitas Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
15 Desa di Bulukumba...
15 Desa di Bulukumba Terima Penghargaan dari Kementerian Pariwisata
Gaji PNS Kementerian...
Gaji PNS Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2024
Berita Terkini
5 Kebiasaan Buruk yang...
5 Kebiasaan Buruk yang Diam-diam Merusak Tubuh, dari Asupan Makanan hingga Stres
51 menit yang lalu
Davina Karamoy Kembalikan...
Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku dari Hanania Travel ke Penyidik
1 jam yang lalu
Richard Lee Ajukan Penangguhan...
Richard Lee Ajukan Penangguhan Penahanan karena Sakit, Istri Jadi Jaminan
1 jam yang lalu
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
13 jam yang lalu
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
14 jam yang lalu
Tubuh yang Sehat dan...
Tubuh yang Sehat dan Percaya Diri lewat Pendekatan Medis Holistik
14 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved