Festival Crossborder Nunukan 2019 Singkap Potensi Kuliner Rumput Laut

Minggu, 14 Juli 2019 - 19:16 WIB
Festival Crossborder...
Festival Crossborder Nunukan 2019 Singkap Potensi Kuliner Rumput Laut
A A A
NUNUKAN - Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, memiliki identitas baru, yaitu rumput laut. Dalam Festival Crossborder 2019, rumput laut Nunukan turut diperkenalkan dalam bentuk camilan. Amplang Rumput Laut. Hasilnya, penyanyi Uut Permatasari dibuat luluh.

“Saya kaget saat mencoba Amplang Rumput Laut dari Nunukan. Rasanya itu sangat nikmat. Pokoknya gurih dan renyah. Komposisi rumput lautnya pas. Kuliner ini punya masa depan bagus. Sangat potensial dikembangkan menjadi industri dan itu akan membawa impact bagus bagi Nunukan,” kata Uut, Sabtu (14/7/2019) malam.

Uut Permatasari hadir di Nunukan sebagai bintang tamu Festival Crossborder Nunukan 2019, 13-14 Juli. Uut tampil sukses dan menghebohkan di GOR Dwikora, Nunukan.

“Nunukan ini luar biasa. Potensi pariwisatanya besar. Ada banyak experience yang bisa dinikmati oleh wisatawan selama berada di Nunukan. Kulinernya unik, seperti Amplang Rumput Laut ini. Pokoknya semua harus mencobanya. Amplang Rumput Laut ini sangat pas sebagai buah tangan juga,” ujar Uut.

Amplang Rumput Laut banyak dikembangkan oleh UMKM di Nunukan. Pengembangan industrinya modern secara mekanis. Produknya dijamin higienis. Sebab, proses produksinya dari hulu hingga hilirnya dilakukan dengan cermat dan bersih. Amplang Rumput Laut asal Nunukan ini sudah menjangkau pasar Sabah, Malaysia.

Camilan ini juga sudah masuk pasar Jepang. Untuk domestik, pasarya ada di Pulau Jawa dan Sulawesi Selatan.

Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid didampingi Kadis Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Nunukan Syafarudin pun menjelaskan, respon pasar terhadap produk Amplang Rumput Laut Nunukan sangat positif. Potensinya semakin menjanjikan, apalagi bahan bakunya melimpah.

“Amplang Rumput Laut sangat menjanjikan. Sejauh ini respons pasar sangat positif. Mereka sangat antusias menyambut produk tersebut. Rasanya memang enak. Melalui Festival Crossborder Nunukan, kami terus membranding Amplang Rumput Laut. Kami siap memenuhi kebutuhan pasar karena bahan baku Rumput Laut di Nunukan sangat banyak,” jelas Asmin.

Produksi Rumput Laut di Nunukan memang melimpah. Kabupaten ini menjadi penghasil Rumput Laut terbesar di Kalimantan Utara, bahkan juga Kalimantan Timur.

Dalam durasi 1 bulan, Nunukan mampu memproduksi rumput laut kering 500 ton pada 2018. Angka tersebut naik 200 ton per bulan dari rata-rata produksi Rumput Laut kering pada 2016 dan 2017.

Selain pasar domestik, Rumput Laut kering Nunukan juga sudah merambah pasar mancanegara. Daerah tujuan ekspornya adalah Korea Selatan. Aktivitas tersebut dimulai Februari 2019 dengan pengiriman 63 ton Rumput Laut Kering.

Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung lalu menegaskan, Amplang Rumput Laut memperkuat status wisata belanja Nunukan. “Ini potensi yang sangat luar biasa. Amplang Rumput Laut ini sangat enak. Kami merekomendasikannya sebagai salah satu oleh-oleh dari Festival Crossborder

Nunukan. Wisatawan memiliki banyak alternatif saat menikmati wisata belanja di Nunukan. Kami yakin, respon pasar akan semakin besar setelah festival ini. Amplang rumput laut juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat," ujar Adella.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengungkapkan, Nunukan akan terus tumbuh sebagai destinasi wisata belanja. Sebab, wilayah di Nunukan banyak menawarkan produk-produk otentik.

“Nunukan banyak memiliki produk yang khas. Karakternya otentik. Alamnya oke, kulinernya juga nikmat. Pasarnya sudah ada. Mereka juga punya keuntungan karena memiliki akses langsung ke Tawau, Malaysia. Gencarkan terus promosinya, lalu manfaatkan juga media sosial. Sebab, promosi memakai media sosial itu efektif dan efisien,” tutup Arief yang juga Menpar Terbaik ASEAN.
(akn)
Berita Terkait
Kementerian Pariwisata...
Kementerian Pariwisata Jadikan Bissoloro sebagai Desa Wisata
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Akademisi Sarankan Olahraga...
Akademisi Sarankan Olahraga dan Pariwisata Jadi Satu Kementerian
BPKP Kawal Akuntabilitas...
BPKP Kawal Akuntabilitas Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
15 Desa di Bulukumba...
15 Desa di Bulukumba Terima Penghargaan dari Kementerian Pariwisata
Gaji PNS Kementerian...
Gaji PNS Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2024
Berita Terkini
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
44 menit yang lalu
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
1 jam yang lalu
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
1 jam yang lalu
Desainer Indonesia Ditantang...
Desainer Indonesia Ditantang Jadi Agen Perubahan, Tak Lagi Sekadar Estetika
1 jam yang lalu
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Travel, Cut Meyriska dan Roger Danuarta Serahkan Bukti ke Polisi
2 jam yang lalu
Bisa Tetap Berkarya!...
Bisa Tetap Berkarya! Ini Tips Menjaga Kualitas Hidup Setelah Pensiun
2 jam yang lalu
Infografis
3 Kapal Perusak Tipe...
3 Kapal Perusak Tipe 055 China Berlatih di Berbagai Wilayah Laut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved