Wawancara RRI bersama Kemenpar Ulas Keunggulan Arung Jeram Nunukan

Senin, 15 Juli 2019 - 09:51 WIB
Wawancara RRI bersama...
Wawancara RRI bersama Kemenpar Ulas Keunggulan Arung Jeram Nunukan
A A A
JAKARTA - Langkah strategis terus dilakukan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di border area. Program Festival Crossborder Nunukan 2019 pun diperkuat lewat siaran langsung di RRI, Sabtu (13/7/2019).

Dalam wawancara ini terkuak berbagai potensi besar pariwisata di tapal batas. Salah satunya destinasi yang bisa menawarkan paket Arung Jeram yang menjadi salah satu unggulan pariwisata Nunukan.

"Potensi besar yang bisa dimaksimalkan. Ini merupakan sebuah keunggulan yang dimiliki Nunukan. Ini menarik terutama untuk wisatawan pencinta petualangan," ujar Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kementerian Pariwisata Adella Raung.

Tampil didampingi Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Nunukan Syafarudin, Adella meyakini jika Arung Jeram bakal menjadi unggulan di Nunukan. Pasalnya Kabupaten Nunukan, Kaltara memiliki track arung jeram yang cukup panjang. Bentangannya dari Kecamatan Lumbis hingga Kecamatan Lumbis Ogong.

Lokasi arung jeram tersebut pun sangat strategis. Track berada di Sungai Pensiangan yang berhulu di wilayah Negeri Sabah, Malaysia.

"Wisatawan mancanegara paling suka dengan petualangan menantang seperti ini. Saya yakin jika ini dikelola dengan baik akan banyak wisatawan terutama wisatawan Malaysia yang mengunjungi obyek wisata itu untuk berwisata. Makanya kita terus menggelar berbagai event di perbatasan untuk mengangkat potensi yang ada," ungkap Adella.

Memang tak dapat dipungkiri, peningkatan wisman bergulir setiap tahunnya diperbatasan. Apalagi semenjak berbagai event digenjot di perbatasan oleh Kemenpar. Peningkatannya mencapai 30 persen setiap tahunnya.

Dengan itu tentunya harus dicermati oleh daerah. Karena jelas, pariwisata tidak bisa berjalan dengan sendirinya. Perlu peran aktif dari daerah untuk mengangkatnya. Apalagi daerahlah yang mengerti keunggulan dan potensi yang dimilikinya.

"Ini saja sudah program ke-4 yang kita gelar di Nunukan sepanjang 2019. Dan festival ini merupakan salah satu nawa cita Presiden Joko Widodo untuk membangun Indonesia dari pinggiran," papar Adella.

Adella menambahkan, Festival Crossborder pun memiliki nilai langsung lainnya. Dengan diadakannya festival ini tentunya akan terjadi perputaran perekonomian di daerah perbatasan.

"Bisa lihat ada pameran, bazar, kuliner, produk-produk lokal unggulan daerah yang ikut dipasarkan pada saat festival berlangsung. Ini tentunya membawa pemasukan bagi pelaku UMKM di daerah," terangnya.

Dalam wawancara langsung diatas panggung tersebut, Kadis Nunukan Syafarudin mengatakan jika festival ini merupakan salah satu bentuk perhatian pusat kepada daerah. Dengan festival ini maka berbagai destinasi yang ada di Nunukan semakin terekspos lagi.

"Ini adalah bentuk perhatian pemerintah pusat, pemerintah pusat sangat hadir di daerah. Kita punya air terjun, arung jeram, bahkan wisata bahari kita juga oke. Ini akan kita siapkan untuk dipasarkan bagi wisman Brunei dan Malaysia. Terima kasih Kemenpar yang sudah ada bersama kami di perbatasan ini," kata Syafarudin.

Makin masifnya kawasan perbatasan berbenah membuat Menteri Pariwisata Arief Yahya pun lebih semangat. Apalagi Nunukan memiliki potensi wisata yang berlimpah, baik itu wisata alam maupun budaya. Oleh karena itu, sangat tepat kalau Nunukan mulai menempatkan Pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan dalam pembangunan.

Disamping itu, pariwisata juga mempunyai karakteristik yang sangat positif termasuk di dalam hal pelestarian alam dan budaya. Terbukti, alam dan budaya itu di dalam pariwisata “semakin dilestarikan semakin mensejahterahkan”.

"Tren wisata saat ini telah berubah. Wisatawan saat ini mencari pengalaman otentik ketika berwisata. Mereka selalu ingin menikmati sesuatu yg lokal baik itu budaya atau pun alamnya. Dan itu semua dimiliki Nunukan. Apalagi lokasinya sangat strategis yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Brunei. Sudah tepat Nunukan menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan," ujar Mantan Dirut Telkom itu.
(alf)
Berita Terkait
Kementerian Pariwisata...
Kementerian Pariwisata Jadikan Bissoloro sebagai Desa Wisata
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Akademisi Sarankan Olahraga...
Akademisi Sarankan Olahraga dan Pariwisata Jadi Satu Kementerian
BPKP Kawal Akuntabilitas...
BPKP Kawal Akuntabilitas Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
15 Desa di Bulukumba...
15 Desa di Bulukumba Terima Penghargaan dari Kementerian Pariwisata
Gaji PNS Kementerian...
Gaji PNS Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2024
Berita Terkini
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Makin Ketat, Ini Kriteria yang Dicari Para Juri
17 menit yang lalu
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
30 menit yang lalu
Limbad Jenguk Haji Bolot...
Limbad Jenguk Haji Bolot di Rumah Sakit, Doakan Sang Komedian Cepat Sembuh
2 jam yang lalu
Ruben Onsu Unggah Video...
Ruben Onsu Unggah Video Giorgio Ngopi di Rumah Sarwendah, Captionnya Bikin Heboh
3 jam yang lalu
Nikahi Jennifer Coppen,...
Nikahi Jennifer Coppen, Justin Hubner Berikan Mahar 12 Gram Emas dan Uang 2.026 Euro
4 jam yang lalu
Bela Ruben Onsu, Betrand...
Bela Ruben Onsu, Betrand Peto Mengaku Pernah Ditampar Keluarga Sarwendah
5 jam yang lalu
Infografis
4 Keunggulan Jet Tempur...
4 Keunggulan Jet Tempur Canggih J-35 Buatan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved