Mark Manson Menulis Motivasi dengan Cara Berbeda

Senin, 19 Agustus 2019 - 10:21 WIB
Mark Manson Menulis Motivasi dengan Cara Berbeda
Mark Manson Menulis Motivasi dengan Cara Berbeda
A A A
MARK Manson adalah penulis motivasi yang berbeda. Alih-alih menggunakan kata atau kalimat yang santun, sopan, atau positif, dia memilih sebaliknya. Kata-katanya kasar, keras, radikal, dan cenderung seenaknya. Dia seperti hendak mendobrak dunia selfhelp dengan sikap antimotivasinya.

Sebetulnya dia tetap menyampaikan motivasi, tetapi dengan cara yang berbeda. Ini terlihat di buku yang ditulisnya, The Subtle Art of Not Giving a Fuck , yang dirilis pada 2016. Buku ini terjual lebih dari 6 juta kopi dan telah diterjemahkan ke lebih dari 20 bahasa. Buku ini juga masuk berbagai versi buku terlaris, seperti Barnes & Noble, American Booksellers Association, The Straits Times Best Sellers.

Bahkan, baru-baru ini selebritas seperti Jessie J ikut mengunggah buku ini di akun Instagramnya sambil menulis tagar #TheSubtleArtOfNotGivingAFuck. Kejutan lain muncul ketika buku terbarunya, Everything Is Fucked: A Book About Hope, masuk daftar buku terlaris New York Times sejak dirilis pada Mei lalu.

Buku ini mengajarkan bahwa hal terbaik yang bisa dilakukan untuk diri sendiri dan dunia adalah berhenti terlalu panik. Buku terbaru ini bergulat dengan masalah yang lebih luas dan komunal. Secara khusus, dia bertanya-tanya, bagaimana mungkin kita hidup di negara kaya dengan teknologi maju, tetapi depresi dan kegelisahan terus meningkat?

Apa yang terjadi yang membuat kita sangat cemas dan tidak bahagia? Dia juga diketahui menulis autobiografi aktor ternama Will Smith. Lalu, apa yang membuat penulis berusia 35 tahun pada 9 Maret lalu ini berbeda? Dia menampilkan dirinya sebagai lelaki sejati yang berbicara nyata tanpa tedeng aling-aling .

Dia mengaku menjadi bocah nakal yang baru saja berusaha memperbaiki kesalahannya, kemudian berusaha membantu mengatasi siapa pun yang mengalami hal yang sama. Begitu banyak popularitas Manson bermula dari kesuksesan kepribadiannya.



“Saya pikir banyak buku self-help terjebak dalam upaya membuat pembaca merasa nyaman dengan diri mereka sendiri. Saya pikir para pembaca saya menghargai jika saya tidak melakukan itu. Itu seperti agak merendahkan untuk mencoba membuat pembaca Anda merasakan hal tertentu. Adalah tugas saya untuk menunjukkan kepada mereka ide-ide yang menurut saya kuat dan membantu mereka mengajukan pertanyaan tentang diri mereka sendiri,” ungkapnya saat wawancara dengan Buzz Feed News pada Juli lalu.

Dia mengatakan, sebagian besar dari apa yang ditulisnya sebetulnya ditujukan untuk dirinya sendiri. “Saya tidak membagikan gagasan ini karena saya pikir saya benar dan orang lain salah. Saya menulisnya karena saya pikir saya salah dan memperbaiki kesalahpahaman saya sendiri di platform publik tampaknya membantu banyak orang lain dalam proses ini,” ujarnya.

Saat ini Manson tampak menjalani mimpi milenial. Di usianya yang terbilang muda, 35 tahun, dia sudah tinggal di New York City bersama istrinya, Fernanda. Dia terkenal, kerap melakukan tur, bukunya laris manis, fleksibel, kreatif, dan keren. Kondisinya saat ini berbeda jauh dengan apa yang dialaminya saat lulus kuliah dulu.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1247 seconds (10.177#12.26)