Akupresur Bisa Meningkatkan Gejala Nyeri Kronis di Punggung Bawah

Jum'at, 30 Agustus 2019 - 21:30 WIB
Akupresur Bisa Meningkatkan...
Akupresur Bisa Meningkatkan Gejala Nyeri Kronis di Punggung Bawah
A A A
JAKARTA - Para peneliti telah menemukan akupresur dapat meningkatkan gejala nyeri kronis di punggung bagian bawah. Akupresur merupakan teknik pengobatan tradisional China yang sering digunakan orang untuk mengobati sakit di persendian.

"Dalam banyak kasus, akupresur disarankan untuk nyeri ringan di tubuh yang meliputi nyeri punggung bagian bawah juga karena berhubungan dengan memberikan tekanan pada tubuh yang meliputi pijatan, peregangan dan teknik lain yang menghasilkan relaksasi," kata Sumit Bhushan Sharma, Associate Director, Departemen Ortopedi dan Penggantian Sendi di Rumah Sakit Jaypee di Noida.

Dilansir dari Times Now News, dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Pain Medicine, tim peneliti secara acak menugaskan 67 peserta dengan nyeri punggung bawah kronis menjadi tiga kelompok yaitu relaksasi akupresur, stimulasi akupresur atau perawatan biasa.

"Akupresur mirip dengan akupunktur, tetapi alih-alih menggunakan jarum, tekanan diterapkan dengan jari, ibu jari, atau perangkat ke titik-titik tertentu pada tubuh," papar pemimpin penelitian Susan Murphy, Associate Professor di Michigan University.

"Relaksasi akupresur dianggap efektif dalam mengurangi insomnia sementara merangsang akupresur dianggap efektif dalam pengurangan kelelahan," tambah Murphy.

Sementara akupresur telah dipelajari sebelumnya dan terbukti bermanfaat pada pasien kanker atau nyeri osteoartritis. Beberapa studi juga telah meneliti akupresur pada orang dengan sakit punggung.

Untuk penelitian ini, peserta dalam kelompok akupresur dilatih untuk memberikan akupresur pada titik-titik tubuh tertentu dan menghabiskan antara 27—30 menit setiap hari, selama enam minggu, melakukan teknik ini. Peserta dalam kelompok perawatan biasa diminta untuk melanjutkan perawatan apa pun yang saat ini mereka terima dari penyedia perawatan mereka untuk mengatasi sakit punggung dan kelelahan.

Dibandingkan dengan kelompok perawatan biasa, penelitian ini menemukan, orang yang melakukan akupresur stimulasi mengalami peningkatan rasa sakit dan kelelahan dan mereka yang melakukan akupresur relaksasi merasakan nyeri membaik setelah enam minggu.

Nyeri kronis sulit untuk ditangani dan orang-orang dengan kondisi tersebut cenderung memiliki gejala tambahan seperti kelelahan, gangguan tidur dan depresi. Studi ini menyoroti manfaat dari opsi perawatan non-farmakologis yang dapat dilakukan pasien sendiri dengan mudah dan melihat hasil positif.
(alv)
Berita Terkait
Meningkatkan Akses Layanan...
Meningkatkan Akses Layanan Konseling Keluarga Jakarta melalui Mobil SAPA
Langgar Protokol Kesehatan,...
Langgar Protokol Kesehatan, Angkutan Umum Akan Ditindak Tegas
Transportasi Umum Harus...
Transportasi Umum Harus Higienis dan Terapkan Protokol Kesehatan
Kuliah Umum UMJ Bahas...
Kuliah Umum UMJ Bahas Pentingnya Transformasi Sistem Kesehatan Nasional
Libur Panjang, DKI Perketat...
Libur Panjang, DKI Perketat Pengawasan Prokotol Kesehatan di Tempat Umum
Unpad Jadi Kampus Terbaik...
Unpad Jadi Kampus Terbaik Hasilkan Artikel Ilmiah Umum dan Kesehatan
Berita Terkini
Pratama Arhan Gandeng...
Pratama Arhan Gandeng Inka di Pernikahan Jennifer Coppen, Azizah Salsha Hadir Sendiri
52 menit yang lalu
Trauma Kematian Anak,...
Trauma Kematian Anak, Tamara Tyasmara Tutup Hati untuk Pacar Baru: Sekarang Harus Selektif!
1 jam yang lalu
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Syarat Ruben Onsu Bisa Rebut Hak Asuh Anak dari Sarwendah
3 jam yang lalu
Sukses Bangun Personal...
Sukses Bangun Personal Branding, Kreator M. Ridho Bagikan Strategi Konten Visual Estetik
5 jam yang lalu
Cerita Aiman Ricky Jadi...
Cerita Aiman Ricky Jadi Petugas Haji, Belajar Sabar dan Melayani Jemaah
5 jam yang lalu
Siap-Siap Merinding!...
Siap-Siap Merinding! Kisah Perumahan Horor Legendaris Laddaland Resmi Diadaptasi
17 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved