Sonia Wibisono dan Chelsea Islan Kampanye Cegah Kanker Payudara

Minggu, 01 September 2019 - 10:37 WIB
Sonia Wibisono dan Chelsea...
Sonia Wibisono dan Chelsea Islan Kampanye Cegah Kanker Payudara
A A A
JAKARTA - Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker tertinggi yang menjadi momok setiap perempuan. Data GLOBOCAN yang dirilis 2012 menyebut insiden kanker payudara telah dialami oleh 38 dari 100.000 perempuan Indonesia.

Menurut laporan World Health Organization (WHO) yang dipublikasikan pada 2018, dari populasi dunia, 6,6 persen mencatat pasien meninggal akibat kanker payudara dan 11,6 persen terdeteksi sebagai kasus baru.

Berdasarkan data tersebut, Dr Sonia Wibisono menyatakan kekhawatirannya melihat meningkatnya pasien penderita kanker payudara tahap lanjut di Indonesia. Menurut Dr Sonia Wibisono, kanker payudara sebetulnya masih bisa diobati jika dapat dideteksi saat stadium awal.

Public figur yang juga dokter seperti Dr Sonia Wibisono dan koleganya, artis Chelsea Islan mendukung upaya mengkampanyekan cara cegah kanker payudara sejak dini. Dr Sonia Wibisono menyerukan pentingnya edukasi dan sosialisasi deteksi dini kanker payudara kepada masyarakat secara masif.

“Sangat baik apabila kita bisa meningkatkan pemahaman pentingnya mencegah dan melakukan deteksi dini secara regular,” ujar Sonia Wibisono dalam bincang santai dengan media terkait persiapan menyambut bulan kepedulian kanker payudara Internasional di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (30/8/2019).

Dr Sonia mewanti-wanti agar para perempuan Indonesia harus aware terhadap kesehatan payudaranya lantaran pengalaman pahit menimpa mendiang Ibundanya yang meninggal karena terpapar kanker payudara di usia 53 tahun pada 1998.

"Padahal itu pun sudah dilakukan pemeriksaan payudaranya setahun sekali. Namun bisa jadi karena faktor genetik harus mengalami jenis kanker yang ganas sehingga beliau meninggal dunia karena rusaknya otot jantung karena kemoterapi," ungkap Sonia yang juga dikenal sebagai Selebriti dan Youtuber ini.

Sonia mengakui, mungkin karena gaya hidup ibunya tidak sehat dan banyak terpapar merokok pasif serta suka mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet, faktor inilah yang memicu kanker payudara ibunya.

"Belajar dari pengalaman ini, saya mengimbau kepada perempuan-perempuan Indonesia untuk selalu rajin dan rutin meriksa payudaranya dengan cara SADARI atau memeriksa payudaranya sendiri. Dan diusahakan setahun sekali harus melakukan USG untuk perempuan yang secara genetik sudah ada potensi terserang kanker payudara. Sedangkan untuk usia diatas 40 tahun sebaiknya juga melakukan Momogram setahun sekali, termasuk untuk usia di bawah 40 tahun yang tidak ada genetik kanker sebaiknya tetap saja melakukan USG setiap 2 tahun sekali. Jadi jangan cuma Pap Smear tapi juga USG dan Momogram penting dilakoni. Ini karena deteksi sejak dini sangat penting dilakukan agar pengobatannya bisa lebih tuntas dan diharapkan dapat membantu memperpanjang umur,"urai dr Sonia.

Sementara, Chelsea Islan menegaskan salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker payudara adalah dengan rutin berolah raga, ringan maupun berat. Sedikitnya selama tiga jam per minggu.

Untuk itu dirinya bersama dr Sonia Wibisono dan Airyn Tanu ingin membantu dengan cara berkolaborasi dengan Lovepink Indonesia yang di bulan Oktober nanti akan dihelat kampanye pencegahan dini kanker payudara.

"Saya dan Sonia akan membuat Pendant dari batu Safir berwarna pink dan nanti hasilnya diberikan untuk edukasi bahaya kanker payudara dan juga memberikan fasilitas pengecekan Momogram. Kita jual Pendant itu untuk amal edukasi kanker payudara,"jelas aktris yang berperan penting di setiap filmnya ini.

Sonia dan Chelsea telah berkomitmen akan ikut mendukung acara Lovepink, bentuknya bisa dalam bentuk talk show maupun sebagai narasumber.

Lovepink yang dikenal sebagai organisasi nirlaba yang ingin membantu menyelamatkan lebih banyak masyarakat Indonesia dari kanker payudara, pada Oktober yang akan datang akan menggelar fun walk dan pink virtual marathon bertajuk Indonesia Goes Pink 2019.

Menurut dr Sonia Wibisono sebagai olahraga ringan, fun walk ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara bersama kerabat dan sahabat. Juga olahraga penting untuk anti stress. Stress dan kepikiran menjadi faktor penting juga sebagai pencetus kanker payudara.

Pink Virtual Marathon, kata dia juga dapat mendorong sosialisasi sekaligus memberikan dukungan moral bagi pasien penderita kanker payudara.

Tahun ini, ada tiga kegiatan yang menjadi rangkaian acara 'Indonesia Goes Pink'. Pertama, acara funwalk dan karnaval bertajuk Passion Pink Walk & Carnival yang akan diadakan pada 6 Oktober 2019.

Dalam kegiatan ini, peserta akan diajak untuk bersama-sama berlari dari Plaza Indonesia menuju Sarinah, kemudian kembali lagi ke Plaza Indonesia. Kedua, ada acara Pink Pop Up Market yang diselenggarakan pada 19-20 Oktober 2019 di Warehouse Plaza Indonesia.

Acara ini akan diisi dengan bincang-bincang dengan para dokter, pemeriksaan deteksi dini dengan USG, sesi hiburan bagi para penyintas, dan berbagai kegiatan lainnya. Kemudian, tahun ini, Lovepink juga membuat terobosan baru. Sebelumnya, mereka mengadakan maraton Indonesia Goes Pink Run untuk menunjukkan dukungan; payudara di tahun 2018. Dalam kegiatan ini, para partisipan akan diajak untuk berlari maraton sejauh 42,2 km.

Namun, alih-alih menempuh jarak itu dalam beberapa jam saja, partisipan boleh 'mencicil' dengan cara berlari setiap hari. Tak cuma itu, mereka juga bisa berlari secara beregu, dengan jumlah anggota dua atau empat orang. Sehingga, jarak total maraton yang berjumlah 42,2 Km bisa dibagi dengan anggota lain yang ada dalam regu tersebut.

Bila satu regu berisi dua orang, maka partisipan dapat membagi beban dengan berlari masing-masing sekitar 21,1 Km. Sementara, grup beranggotakan empat orang bisa membagi jarak 42,2 Km menjadi sekitar 10 Km per orang.

Uniknya, maraton virtual ini tidak hanya dapat diikuti oleh mereka yang tinggal di Indonesia saja. Orang-orang yang tinggal di Australia, Brunei, Malaysia, Arab Saudi, Singapura, Turki, Amerika Serikat, serta Vietnam, juga bisa mengikuti kegiatan tersebut.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Rumah Warisan atau Ditinggalkan?...
Rumah Warisan atau Ditinggalkan? Ki Atmo dan Dua Spiritualis Beri Saran Berbeda untuk Narasumber Ini?!
7 jam yang lalu
Diduga Jadi Target Berikutnya,...
Diduga Jadi Target Berikutnya, Mas Den Akui Hidup dalam Ketakutan setelah Kehilangan Keluarga!
7 jam yang lalu
Bongkar: Tidur Sambil...
Bongkar: Tidur Sambil Duduk? Dandy Panjawi Bongkar Kebiasaan Unik yang Bikin Azia Riza Melongo!
7 jam yang lalu
Tak Mau Berhenti di...
Tak Mau Berhenti di Indonesian Idol, Dandy Panjawi Siap Sikat Casting Film hingga Rilis Mini Album?!
8 jam yang lalu
Strategi Menyiapkan...
Strategi Menyiapkan Generasi Emas Indonesia, Dimulai dari Tumbuh Kembang Anak
8 jam yang lalu
Penuh Plot Twist! Simak...
Penuh Plot Twist! Simak Sinopsis Love Beyond Memory, Microdrama Seru di V+Short
8 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved