Studi: Konsumsi Minuman Ringan Berlebih Picu Kematian Dini

Jum'at, 06 September 2019 - 08:10 WIB
Studi: Konsumsi Minuman...
Studi: Konsumsi Minuman Ringan Berlebih Picu Kematian Dini
A A A
NEW DELHI - Konsumsi minuman ringan yang dipermanis dengan gula atau pemanis buatan, dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian dini. Hal ini berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Internal Medicine.

Studi yang melibatkan lebih dari 450.000 peserta dari 10 negara Eropa ini menemukan bahwa mereka yang minum dua gelas atau lebih minuman ringan per hari, termasuk minuman ringan yang dimaniskan dengan gula dan pemanis buatan, memiliki risiko kematian yang lebih tinggi daripada mereka yang mengkonsumsi kurang dari satu gelas per bulan.

Asosiasi khusus juga diamati antara minuman ringan yang dimaniskan secara artifisial dan kematian akibat penyakit peredaran darah dan minuman ringan yang dimaniskan dengan kematian akibat penyakit pencernaan.

"Studi ini menambah bukti yang menunjukkan kemungkinan hubungan negatif antara minuman ringan dan penyebab umum kematian seperti penyakit jantung dan stroke," kata Jonathan Pearson-Stuttard dari Imperial College London di Inggris.

Sementara, seperti dilansir The Indian Express mengungkap penelitian menemukan hubungan antara konsumsi minuman ringan dan peningkatan mortalitas. Para peneliti menekankan bahwa kaitan itu kompleks dan tidak dapat dianggap sebagai penyebab.

“Kami menemukan bahwa dibandingkan dengan mereka yang melaporkan konsumsi rendah, peserta yang melaporkan konsumsi tinggi minuman ringan berada pada risiko yang lebih besar dari semua penyebab kematian dalam sampel penelitian kami,” kata Neil Murphy, salah satu penulis utama studi tersebut, yang berbasis di International Agency for Penelitian tentang Kanker (IARC) di Perancis.

"Ini tidak berarti bahwa minuman bersoda menyebabkan kematian dini karena dalam jenis studi ini ada faktor-faktor lain yang mungkin ada di balik hubungan yang kami amati," kata Murphy.

“Misalnya, konsumsi minuman ringan yang tinggi mungkin menjadi penanda dari pola makan yang tidak sehat secara keseluruhan. Juga, dalam penelitian kami, konsumen minuman bersoda tinggi memiliki Indeks Massa Tubuh (BMI) yang lebih tinggi dan juga lebih mungkin menjadi perokok tembakau saat ini,” sambung dia.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Spesial Prambanan Jazz...
Spesial Prambanan Jazz 2026: Nikmati Konser Syahdu Plus Diskon Hotel dan Kuliner dari BRImo
4 jam yang lalu
3 Drama Korea Adaptasi...
3 Drama Korea Adaptasi Webtoon Ini Viral Sepanjang 2026, Wajib Masuk Daftar Tontonan
5 jam yang lalu
Bhima Bagaskara Umumkan...
Bhima Bagaskara Umumkan Keluar dari Coldiac, Ini Alasannya
7 jam yang lalu
Bikin Bangga, Film Horor...
Bikin Bangga, Film Horor Terbaru Anggy Umbara World Premiere di Korea
9 jam yang lalu
Mewahnya Pernikahan...
Mewahnya Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce, Ada Penampilan Spesial Paul McCartney
9 jam yang lalu
Bernadya Kenang Masa...
Bernadya Kenang Masa Sulit Pandemi, Royalti Lagu Pertama Jadi Penopang Keluarga
12 jam yang lalu
Infografis
Makanan Panas Picu Kanker...
Makanan Panas Picu Kanker hingga Kerusakan Gigi, Jangan Konsumsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved