Akses Cemino Mempercepat Penanganan Pasien Cuci Darah

Senin, 16 September 2019 - 10:09 WIB
Akses Cemino Mempercepat...
Akses Cemino Mempercepat Penanganan Pasien Cuci Darah
A A A
JAKARTA - Sekitar 95 persen pasien gagal ginjal melakukan perawatan melalui terapi/proses hemodialisis atau cuci darah dengan menggunakan mesin khusus untuk menyaring darah guna menggantikan fungsi ginjal yang rusak. Hal itu diungkap Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) Pusat, Tony Samosir.

Cara kerja hemodialisis adalah dengan mengalirkan darah melalui sebuah sirkulasi ke mesin yang berada di luar tubuh untuk membuang toksin dan kelebihan cairan, kemudian mesin mengembalikan darah yang sudah dibersihkan kembali ke dalam tubuh.

Sementara, untuk mengalirkan darah ke mesin khusus tersebut, kata Tony, diperlukan sebuah akses vaskuler dari pembuluh darah yang besar dengan aliran yang cukup kuat.

“Akses untuk hemodialisis ini ada beberapa jenis yang diantaranya dengan Kateter Double Lumen (CDL), AV Fistula/Cimino dan AV Graft,” kata Tony dalam seminar ‘Perawatan Akses Vaskuler pada Pasien Ginjal Kronis’ yang digelar KPCDI bekerja sama dengan Fresenius Medical Care, di Jakarta, Minggu (15/9/2019).

Sementara, konsulen bedah vaskuler, dr. Patrinef, SpB(K)V menyarankan agar dokter meminta pasien membuat akses cemino terlebih dahulu, 3 bulan sebelum pasien gagal ginjal menjalani terapi cuci darah.

“Mau dipakai atau tidak, yang penting pasien sudah punya akses. Ketika sudah saatnya cuci darah, maka pasien cepat tertangani. Sayangnya, praktek di Indonesia tidak demikian. Pasien datang sudah dalam keadaan parah bahkan di ICU, baru dilakukan pemasangan CDL, dan ini memiliki resiko yang sangat tinggi,” jelas dr. Patrianef.

Dia membandingkan pengobatan dengan di luar negeri, dimana pasien akan langsung dibuat AV Fistula terlebih dahulu ketika dokter memvonis mereka mengalami penyakit ginjal kronis. Menurutnya, akses CDL itu bukan yang terbaik dan tidak bertahan lama serta banyak komplikasinya, seperti infeksi, demam dan bekuan darah.

Sementara, CDL merupakan suatu selang steril yang dimasukkan ke dalam vena sentral besar pada sekitar leher dan dada pasien.

“Yang terbaik dan aman bagi pasien tetap menggunakan AV Fistula/Cemino. Ini sangat kecil komplikasinya. Biasanya perlu waktu matang 6 sampai 12 minggu akses Cemino tersebut baru bisa digunakan untuk mengalirkan darah ke mesin,” kata dokter yang sehari-hari berpraktek di RSCM Jakarta ini.

Dijelaskan lebih lanjut, Arteriovenous Fistula (AV Fistula) dibuat dengan menghubungkan sebuah arteri dengan sebuah vena, dan vena ini akan menjadi lebar dan lebih kuat.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama The Stolen Fairytale di V+Short, Dibintangi Dinda Mahira hingga Venly Arauna
24 menit yang lalu
Urus Perjalanan Bisnis...
Urus Perjalanan Bisnis Perusahaan Lebih Praktis dengan Bantuan 24 Jam
54 menit yang lalu
Hepatitis Merusak Hati...
Hepatitis Merusak Hati Diam-Diam, Kenali Tanda dan Cara Mencegahnya
1 jam yang lalu
Desta Bagikan Kabar...
Desta Bagikan Kabar usai Operasi Mata, Begini Kondisinya Sekarang
3 jam yang lalu
KIKO dan LOLA Siap Sapa...
KIKO dan LOLA Siap Sapa Penggemar di Pollux Mall Cikarang, Gratis!
3 jam yang lalu
Mediasi Ruben Onsu dan...
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Masih Buntu, Sidang Ditunda hingga 6 Agustus
4 jam yang lalu
Infografis
Makan Daging Kambing...
Makan Daging Kambing Menyebabkan Darah Tinggi, Mitos Atau Fakta?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved