The Informer Kisahkan Pergulatan Sang Agen Lawan Mafia Narkoba

Jum'at, 27 September 2019 - 11:18 WIB
The Informer Kisahkan...
The Informer Kisahkan Pergulatan Sang Agen Lawan Mafia Narkoba
A A A
FILM ini berkisah tentang seorang tahanan yang mendapatkan keuntungan bebas bersyarat. Syaratnya, dia harus menjadi informan FBI untuk menangkap seorang bandar narkoba besar dari jaringan narkotika imigran Polandia di New York.

Pekerjaan Koslov (Joel Kinnaman), si informan tersebut, berjalan sangat lancar sampai misi terakhirnya, yaitu menuntun FBI ke sang bandar untuk ditangkap. Sayangnya, operasi berantakan ketika operasi FBI bersinggungan dengan operasi dari kepolisian New York. Seorang polisi New York yang berupaya untuk menangkap transaksi kecilkecilan justru terjebak sehingga menyebabkannya kehilangan nyawa dan merusak misi Koslov.

Singkat cerita, Koslov kemudian harus meluruskan kembali misinya yang gagal dari dalam penjara. Di sana dia harus menghidupkan kembali masa lalunya dan berhadapan dengan pihak-pihak yang jahat. Berbagai pengkhianatan dan kekerasan yang harus dialami Koslov terjadi, dan akan membuat penonton merasakan drama dari film besutan Andrea Di Stefano ini.

The Informer sebenarnya cukup enak untuk dinikmati. Akting Joel Kinnaman sebagai Koslov terasa pas. Sementara aktor Common yang berperan sebagai Grens, polisi New York yang menyelidiki kasus pembunuhan polisi, juga enak dilihat. Berbeda dengan penampilannya di John Wick 2 (sebagai Cassian, bodyguard pribadi dari tokoh yang dibunuh John Wick), Common tampil lebih ekspresif dan menjadi salah satu protagonis utama dalam film ini.

Tapi cukup disayangkan, penampilan semikomedi Common rasanya kurang berhasil. Namun, di luar penampilan para protagonis yang cukup menghibur dan plot cerita yang cukup menyenangkan, film ini rasanya agak tawar. Sulit untuk mencari momen yang cukup berkesan dari film ini.

Filmnya oke, tapi cukup begitu saja. Implikasi yang ditawarkan tidak cukup menghibur bagi penonton. Dialog-dialog yang terjadi antartokoh sering kali terasa hambar. Tokohtokoh antagonisnya kurang menarik, dan beberapa permasalahan lainnya yang mengganggu kenikmatan menonton film ini.

Beberapa poin yang cukup merusak kenikmatan, di antaranya beberapa scene dengan dialog payah yang seperti ditaruh sembarangan. Beberapa agenda SJW (Social Justice Warrior) seperti penempatan dialog bernuansa LGBT rasanya tidak memberikan pengalaman menonton yang lebih baik atau menyenangkan, justru membuat scene terasa cringe.
(don)
Berita Terkait
8 Film Hollywood Tanpa...
8 Film Hollywood Tanpa Karakter Laki-laki, Unik dan Seru
Film Ticket to Paradise,...
Film Ticket to Paradise, Kisah Orangtua Hentikan Pernikahan Putrinya di Bali
Deretan Film Hollywood...
Deretan Film Hollywood yang Kena Sensor di Indonesia, Nomor 4 Angkat Kisah Musisi Legendaris Dunia
Sinopsis Final Destination:...
Sinopsis Final Destination: Bloodlines, Alur Kematian yang Makin Mengerikan
10 Film Populer Hollywood...
10 Film Populer Hollywood yang Terinspirasi dari Anime
10 Film Hollywood Bertema...
10 Film Hollywood Bertema Agama Paling Kontroversi, Nomor 3 Menghina Islam
Berita Terkini
Rizky Billar Laporkan...
Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Selingkuh dengan Anak Ramzi
1 menit yang lalu
5 Kebiasaan Buruk yang...
5 Kebiasaan Buruk yang Diam-diam Merusak Tubuh, dari Asupan Makanan hingga Stres
1 jam yang lalu
Davina Karamoy Kembalikan...
Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku dari Hanania Travel ke Penyidik
1 jam yang lalu
Richard Lee Ajukan Penangguhan...
Richard Lee Ajukan Penangguhan Penahanan karena Sakit, Istri Jadi Jaminan
2 jam yang lalu
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
14 jam yang lalu
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
14 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved