Apakah Makan Daging Merah Mempengaruhi Kesehatan?

Sabtu, 05 Oktober 2019 - 15:33 WIB
Apakah Makan Daging...
Apakah Makan Daging Merah Mempengaruhi Kesehatan?
A A A
JAKARTA - Ada beberapa laporan yang mengatakan bahwa daging merah dapat menyebabkan berbagai konsekuensi kesehatan, mulai risiko kanker yang lebih tinggi, masalah kardiovaskular hingga kematian dini di antara hasil kesehatan negatif lainnya.

Dalam makalah penelitian yang diterbitkan di NutriRECS (Konsorsium Rekomendasi Gizi) menyatakan bahwa para profesional merasa perlu untuk mengevaluasi kembali bukti yang ada tentang hubungan antara konsumsi daging merah dan hasil kesehatan negatif karena beberapa alasan.

Setelah mengevaluasi bukti yang disajikan oleh studi yang relevan, para peneliti menyimpulkan bahwa sementara mungkin ada hubungan antara konsumsi daging merah dan risiko hasil kesehatan yang buruk, tapi tidak jelas apakah ada efek negatif yang signifikan.

Bukti bahwa mengurangi asupan daging merah olahan dan tidak diproses akan mengurangi risiko kanker, penyakit kardiovaskular, dan kematian dini, dalam banyak kasus memiliki kepastian yang rendah.

“Ini bukan hanya penelitian lain tentang daging merah dan olahan, tetapi serangkaian ulasan sistematis berkualitas tinggi yang menghasilkan rekomendasi yang menurut kami adalah jauh lebih transparan, kuat, dan andal,” kata Bradley Johnston, Ph.D., dari Dalhousie University, di Nova Scotia, Kanada seperti dilansir The Indian Express.

Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Arteriosclerosis, Thrombosis and Vascular Biology, menunjukkan bahwa gigitan kutu dapat memicu reaksi alergi terhadap daging merah dan menyebarkan sensitivitas terhadap alergen di antara orang-orang.
Pasien yang sensitif terhadap alergen menunjukkan 30 persen lebih banyak plak di arteri jantung daripada mereka yang tidak memiliki sensitivitas. Selanjutnya, mereka memiliki persentase yang lebih tinggi dengan ciri-ciri karakteristik plak tidak stabil yang lebih cenderung menyebabkan serangan jantung.

Namun, tim peneliti NutriRECS mengakui bahwa mereka membuat rekomendasi yang lemah yang orang hanya harus mempertimbangkan saran, dan bahwa orang mungkin ingin memikirkan apakah mereka merasa itu berharga atau berguna.

“Pedoman ini bertujuan untuk memberi tahu individu daripada memberi nasihat tentang kebijakan kesehatan masyarakat. Panel mengambil perspektif pengambilan keputusan individu daripada perspektif kesehatan masyarakat,” tulis para peneliti.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Substitute Wife of the...
Substitute Wife of the Tycoon Tayang di V+Short, Microdrama China yang Penuh Intrik Keluarga
3 jam yang lalu
Chicco Jerikho dan Marsha...
Chicco Jerikho dan Marsha Aruan Ungkap Tantangan Beradu Akting di Sinetron Terlanjur Mencintaimu
4 jam yang lalu
Sinopsis, Pemain, dan...
Sinopsis, Pemain, dan Link Nonton Wedding Agreement di VISION+
4 jam yang lalu
Sinetron Terlanjur Mencintaimu...
Sinetron Terlanjur Mencintaimu Akan Warnai Layar Kaca Pemirsa RCTI, Berikut Sinopsisnya
5 jam yang lalu
AQUA Sukses Redakan...
AQUA Sukses Redakan Dahaga Penonton yang Seru-seruan Bareng Idola di Musiczone Sarinah
5 jam yang lalu
Liburan Praktis ke Korea...
Liburan Praktis ke Korea untuk Menjelajahi Destinasi Populer dan Autentik
5 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Makan Kurma...
5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved