WHO : 3 Juta Kasus TB Tak Dapat Perawatan Serius

Jum'at, 25 Oktober 2019 - 17:11 WIB
WHO : 3 Juta Kasus TB...
WHO : 3 Juta Kasus TB Tak Dapat Perawatan Serius
A A A
JAKARTA - Lebih banyak orang menerima pengobatan TBC (TB) yang menyelamatkan jiwa pada 2018 daripada sebelumnya. Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebagian besar disebabkan oleh peningkatan deteksi dan diagnosis. Namun, dana yang sangat rendah dan kurangnya akses ke perawatan masih membahayakan sekitar 3 juta dari mereka yang menderita TB.

Dilansir Times Now News, menurut laporan tersebut, beban TB tertinggi pada 2018 ada di delapan negara yaitu Bangladesh, Cina, India, Indonesia, Nigeria, Pakistan, Filipina, dan Afrika Selatan. Secara global, 7 juta orang didiagnosis dan dirawat karena TB dan jumlah ini naik dari 6,4 juta pada 2017.

Juga, 2018 melihat pengurangan jumlah kematian akibat TB sebesar 1,5 juta orang meninggal karena TB pada 2018, turun dari 1,6 juta pada 2017. Namun, beban tetap tinggi di antara populasi berpendapatan rendah dan terpinggirkan yakni sekitar 10 juta orang mengembangkan TB di 2018.

"Hari ini kami menandai berlalunya tonggak pertama dalam upaya untuk menjangkau orang yang telah kehilangan layanan untuk mencegah dan mengobati TB," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus selaku Direktur Jenderal WHO mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Kemajuan berkelanjutan pada TB akan membutuhkan sistem kesehatan yang kuat dan akses yang lebih baik ke layanan. Itu berarti investasi baru dalam perawatan kesehatan primer dan komitmen untuk cakupan kesehatan universal,” tambah Tedros.

Brasil, Cina, Federasi Rusia dan Zimbabwe, yang semuanya memiliki beban TB tinggi, mencapai tingkat cakupan pengobatan lebih dari 80%. Pedoman WHO baru bertujuan untuk meningkatkan pengobatan TB yang resistan terhadap beberapa obat, dengan beralih ke rejimen oral penuh yang lebih aman dan lebih efektif.

"WHO bekerja sama dengan negara, mitra dan masyarakat sipil untuk mempercepat respon TB. Bekerja di berbagai sektor adalah kunci jika kita ingin akhirnya sembuh dari penyakit mengerikan ini dan menyelamatkan nyawa," ungkap Tereza Kasaeva selaku Direktur Program TB Global WHO.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Sinopsis, Fakta Menarik,...
Sinopsis, Fakta Menarik, dan Link Nonton The Croods di VISION+
21 menit yang lalu
Fangfang Ungkap Vicky...
Fangfang Ungkap Vicky Prasetyo Sudah Akui Anak dalam Kandungannya
47 menit yang lalu
Heboh! Wanita Ini Mengaku...
Heboh! Wanita Ini Mengaku Istri Siri Vicky Prasetyo dan Ditelantarkan saat Hamil
55 menit yang lalu
Go Youn Jung Bintangi...
Go Youn Jung Bintangi Film Nambeol, Siap Adu Akting dengan Lee Byung Hun
1 jam yang lalu
Nikita Mirzani Dituding...
Nikita Mirzani Dituding Suap Hakim Agung Rp4 Miliar, Kuasa Hukum: Itu Fitnah
1 jam yang lalu
Microdrama Assassins...
Microdrama Assassin's Apprentice Falling for the Target: Misi Terakhir Sang Pembunuh Bayaran
2 jam yang lalu
Infografis
125 Juta Orang Dapat...
125 Juta Orang Dapat Binasa Akibat Perang Nuklir India-Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved