BPOM Dukung Hilirisasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Obat dan Makanan

Jum'at, 13 Desember 2019 - 02:43 WIB
BPOM Dukung Hilirisasi...
BPOM Dukung Hilirisasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Obat dan Makanan
A A A
JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah melakukan langkah dan upaya dalam mendukung hilirisasi hasil penelitian dan pengembangan obat dan makanan. Salah satu hal yang dilakukan adalah membentuk Satuan Tugas Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Produk Fitofarmaka.

Hal tersebut terungkap dalam dialog nasional bertema Sinergitas Dalam Hilirisasi Riset Obat, Obat Tradisional, dan Pangan untuk Percepatan Perizinan yang digagas BPOM di Jakarta, beberapa hari lalu. Kegiatan itu turut dihadiri para peneliti dari akademisi dan institusi penelitian, serta pelaku usaha di Jakarta.

"Kegiatan hari ini merupakan rangkaian dari implementasi Satgas untuk menyampaikan kepada masyarakat tentang progres langkah dan upaya BPOM dalam pendampingan kepada peneliti dan pelaku usaha. Pendampingan tersebut bertujuan untuk mengawal agar produk inovasi riset yang siap dihilirisasi memenuhi persyaratan untuk memperoleh izin edar," ungkap Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito dalam pernyataan tertulisnya.

Menurut Penny, BPOM berkomitmen terus menjalankan Instruksi Presiden No 6 Tahun 2016 dengan mendorong percepatan kemandirian dan meningkatkan daya saing industri obat, obat tradisional, dan pangan di Indonesia. Sebagai otoritas obat dan makanan di Indonesia, BPOM melakukan pengawalan sepanjang product life cycle yang merupakan siklus mata rantai yang tidak dapat dipisahkan, karena merupakan satu kesatuan mencakup pre dan post-market.

"Kami mengharapkan kegiatan ini menjadi forum yang dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menginventarisasi penelitian yang berpotensi dihilirasi dan menjadi media komunikasi serta membangun intensive partnership dan sinergi antara ABG (academia, business dan government)," ujar Penny.

Hal tersebut, lanjut Penny, akan menjadi kunci keberhasilan mendapatkan solusi atas kendala maupun gap yang dihadapi oleh para peneliti dan pelaku usaha dalam rangka percepatan hilirisasi hasil riset. "Siklus ini merupakan unsur kritikal bagi efektivitas perlindungan masyarakat dari risiko obat dan makanan yang membahayakan kesehatan masyarakat," tutupnya.
(nug)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Denny Sumargo Klarifikasi...
Denny Sumargo Klarifikasi Rumor Selingkuh, Tegaskan Momen di CCTV Hanya Syuting
28 menit yang lalu
Kehadiran Meghan Markle...
Kehadiran Meghan Markle Jadi Penentu Rekonsiliasi Pangeran Harry dan Raja Charles
1 jam yang lalu
5 Drama Korea yang Wajib...
5 Drama Korea yang Wajib Ditonton jika Kamu Suka
3 jam yang lalu
Sering Lelah dan Mudah...
Sering Lelah dan Mudah Ngantuk Meski Tidur Cukup? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
4 jam yang lalu
Mengintip Kunci Sukses...
Mengintip Kunci Sukses Anas Fikry dan Risky Adelia Regina Putri: Padukan Kehangatan Keluarga dan Aksi Sosial
4 jam yang lalu
Rahasia di Balik Kesuksesan...
Rahasia di Balik Kesuksesan Pembukaan Hotel, Ternyata Bukan Saat Gunting Pita
14 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved