Reynhard Sinaga Perkosa Ratusan Pria, Ini Kata Psikolog

Selasa, 07 Januari 2020 - 16:00 WIB
Reynhard Sinaga Perkosa...
Reynhard Sinaga Perkosa Ratusan Pria, Ini Kata Psikolog
A A A
JAKARTA - Reynhard Sinaga terbukti bersalah dalam 159 kasus pemerkosaan dan serangan seksual terhadap 48 korban pria di Inggris. Terkait kejahatan yang dilakukannya ini, pria asal Indonesia tersebut dijatuhi hukuman seumur hidup oleh Pengadilan Manchester, Inggris.

Kepolisian Manchester memiliki bukti 195 video kekerasan seksual yang dilakukan oleh pria lulusan arsitektur Universitas Indonesia (UI) itu. Dalam video itu terlihat sejumlah korban diperkosa secara berkali-kali. Reynhard diketahui memperkosa korbannya setelah memberi mereka minuman yang telah dicampur dengan GHB atau yang dikenal sebagai date rape drug.

Perihal kasus ini, psikolog Nana Gerhana, M.Psi menjelaskan, melakukan hubungan seksual dengan paksaan dan berulang dengan jumlah korban yang banyak termasuk dalam kategori gangguan perilaku seksual berat. Kondisi ini banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah tindakan tidak menyenangkan saat masa kecil.

"Melakukan hubungan seksual dengan paksaan dan berulang dengan berbagai korban merupakan gangguan perilaku seksual berat. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi seseorang menjadi pemerkosa. Pengalaman traumatis, faktor lingkungan, pola pengasuhan, gaya hidup dan masih banyak penyebab lain yang dapat melatarbelakangi perilaku tersebut," papar Nana saat dihubungi SINDOnews, Selasa (7/1/2020).

"Kasus ini pasti sangat menyita perhatian khususnya bagi pemerintah dan warga negara Indonesia. Kasus ini pasti menimbulkan banyak emosi negatif dan kekuatiran banyak pihak," tambahnya.

Menurut Nana, apa yang dilakukan Reynhard belum tentu masuk dalam kategori psikopat atau gangguan jiwa. Meski apa yang dilakukan pria tersebut terbilang mengerikan dan dia juga tidak merasa bersalah, bahkan terlihat tenang dan selalu tersenyum saat persidangan, tapi dibutuhkan pemeriksaan kejiwaan lebih lanjut oleh ahli.

"Pelaku merupakan homoseksual dan ini masuk dalam kategori penyimpangan perilaku seksual. Kasus ini masuk ke dalam ranah kriminalitas karena dilakukan dengan terencana menggunakan zat berbahaya dan merugikan korban fisik dan emosional. Untuk mengetahui adakah gangguan jiwa yang menyertai Reynhard Sinaga maka diperlukan pemeriksaan lebih dalam dan comprehensif oleh para ahli," kata Nana.

Sementara, dr. Nova Riyanti Yusuf, Sp.KJ, mengatakan, Reynhard bisa mengalami skizofrenia atau gangguan mental jangka panjang. Kendati demikian, kebanyakan kasus pemerkosaan tidak memiliki hubungan dengan gangguan jiwa.

"Kebanyakan kasus pemerkosa bukan gangguan jiwa. Orang dengan skizofrenia atau psikosis lainnya bisa melakukan pemerkosaan atau menunjukkan perilaku seksual abnormal yang bisa berhubungan langsung dengan psikosis atau secara tidak langsung dengan disinhibisi," ujar Nova saat dihubungi SINDOnews.

Kejahatan yang dilakukan Reynhard bisa menyebabkan banyak dampak. Korban akan merasakan kemarahan, traumatis, depresi dan emosi negatif lainnya. Hal ini akan menjadi serius jika perasaan negatif korban tidak teratasi dan korban tidak mampu mengakuisisi kejadian yang menimpa dirinya.

"Keseluruhan korban merupakan laki-laki. Dampak pada laki-laki dan wanita yang menjadi korban pemerkosaan tidak berbeda signifikan. Bahkan mungkin lebih serius tergantung bagaimana korban mempersepsikan kejadian tersebut. Umumnya mereka akan merasakan marah dan jijik ketika teringat kejadian tersebut, berlanjut akan menyebabkan traumatis bahkan depresi," tutur Nana.
(alv)
Berita Terkait
20 Warga Cimahi Terinfeksi...
20 Warga Cimahi Terinfeksi HIV/AIDS, Perilaku Seks Menyimpang Jadi Penyebab Utama
20.000 Pasien Kesehatan...
20.000 Pasien Kesehatan Mental Diperkosa di Layanan Kesehatan Inggris
Apakah Hiperseksual...
Apakah Hiperseksual Termasuk Masalah Kesehatan Mental?
Para Raja dan Ratu Eropa...
Para Raja dan Ratu Eropa yang Dikenal Hiperseks dalam Sejarah
7 Hal Penting Agar Anak...
7 Hal Penting Agar Anak Tak Terganggu Mentalnya, Nomor 4 Yuk Ajari Pentingnya Berproses
Benarkah Perilaku KDRT...
Benarkah Perilaku KDRT Dipicu Trauma Masa Lalu? Ini Penjelasan Psikolog
Berita Terkini
Liburan Mudah dan Fleksibel...
Liburan Mudah dan Fleksibel dengan Layanan Paylater
7 jam yang lalu
Manohara Tolak Flexing,...
Manohara Tolak Flexing, Pilih Habiskan Uang untuk Merawat 8 Anjing dan 4 Kucing
9 jam yang lalu
Tak Cuma Jago Melukis!...
Tak Cuma Jago Melukis! RizkyAmom Sukses Padukan Seni Lukis, Ilustrasi, dan Clay Art Jadi Konten Edukatif
10 jam yang lalu
Sambut Liburan Sekolah,...
Sambut Liburan Sekolah, Central Park 2 Hadirkan Dunia Manis dan Menggemaskan melalui Tuntunzai Capybara Chocolate
10 jam yang lalu
Dari Hobi Jadi Cuan!...
Dari Hobi Jadi Cuan! Begini Strategi Rizkyamom Menggaet Klien Pertama di Industri Seni
11 jam yang lalu
Ruben Onsu Janji Tak...
Ruben Onsu Janji Tak Batasi Sarwendah Bertemu Anak Jika Menang Gugatan Hak Asuh
11 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved